UNTUK INDONESIA
Makanan yang Harus Dihindari Penderita Stroke
Penderita stroke sangat penting untuk memperhatikan asupan dan mematuhi berbagai makanan yang harus dihindari. Berikut daftar makanannya.
Ilustrasi Penyakit Stroke. (Foto: www.aplaceformom.com)

Jakarta - Penderita stroke sangat penting untuk memperhatikan asupan dan mematuhi berbagai makanan yang harus dihindari. Ini menjadi hal penting untuk mencegah penyakit tersebut kambuh.

Selain itu, menjaga asupan makanan sehat bisa membantu mereka menurunkan tiga faktor risiko penyebab stroke, seperti kadar kolesterol yang berlebih, tekanan darah tinggi, dan kegemukan atau obesitas. D

Dilansir dari berbagai sumber, berikut Tagar rangkum sejumlah makanan yang harus dihindari oleh penderita stroke.

1. Makanan Instan Dalam Kemasan

SosisIlustrasi Sosis. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Makanan instan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita stroke. Itu karena makanan instan dalam kemasan mengandung natrium nitrat dan nitrit.

Kedua bahan tersebut sering digunakan sebagai zat pewarna dan pengawet pada daging olahan, seperti sosis, daging kemasan, mi instan, kentang, dan camilan kemasan. 

Nitrat dan nitrit bisa merusak pembuluh darah karena mampu membuat arteri mengeras dan menyempit sehingga mengakibatkan penyakit jantung dan meningkatkan risiko serangan stroke.

2. Makanan Tinggi Garam

Ilustrasi GaramIlustrasi Garam. (Foto: Pixabay.com/onefox)

Makanan tinggi garam mengandung natrium yang menjadi pemicu lonjakan tekanan darah. Jika kadar tersebut tidak terkendali, maka rentan sekali Anda mengalami hipertensi yang bisa memicu stroke kambuh.

Mencegah kambuhnya penyakit tersebut, sebaiknya Anda sudah membatasi garam dan natrium dalam setiap makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Dianjurkan tidak mengonsumsi natrium lebih dari 1.500 mg atau setara satu sendok teh garam setiap harinya.

3. Makanan Tinggi Gula

Cake CokelatIlustrasi Makanan Tinggi Gula. (Foto: pixabay/Pexels)

Usai terkena serangan stroke, sebaiknya Anda membatasi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi. Sebab, makanan dan minuman tinggi gula dapat membuat pembuluh darah rusak hingga obesitas.

Bila kedua hal ini terjadi, tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut akan datang kembali. Jadi, batasi asupan gula harian Anda, normalnya empat sendok makan untuk setiap harinya.

4. Makanan Mengandung Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Ilustrasi GorenganIlustrasi Gorengan. (Foto: mynameisridwan.wordpress.com)

Makanan yang mengandung lemak jahat, seperti lemak jenuh dan lemak trans menjadi pantangan untuk dikonsumsi penderita stroke. Ini disebabkan karenaLemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

LDL yang berlebih di dalam tubuh bisa mengakibatkan penumpukan lemak di arteri. Kondisi ini tentu berbahaya, karena bisa menghambat aliran darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Selain lemak jenuh, golongan lemak lainnya seperti lemak trans perlu dihindari. Lemak trans merupakan lemak yang diolah dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat, sehingga terbukti bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit salah satunya stroke.

Beberapa makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang perlu dihindari.

Lemak Trans:

  • Makanan beku olahan
  • Makanan ringan (keripik kentang, keripik singkong kemasan, dan camilan sejenis lainnya)
  • Makanan siap saji (ayam goreng, kentang goreng, atau burger)
  • Gorengan
  • Biskuit
  • Margarin
  • Donat

Lemak Jenuh:

  • Daging merah
  • Kulit ayam
  • Produk susu

5. Minuman Beralkohol

Ilustrasi Minuman Alkohol
Ilustrasi Minuman Alkohol. (Foto: Pixabay/Pexels)

Selain makanan, penderita stroke juga perlu mengurangi konsumsi alkohol. Sebab, alkohol bisa meningkatkan tekanan darah yang menjadi salah satu faktor risiko stroke.

Jika ingin mengonsumsi alkohol, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Penderita stroke biasanya hanya boleh mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk pria, namun ini tergantung dari jenis minuman alkohol yang dikonsumsi.

Selain itu, jika terdapat masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi, sebaiknya konsultasi dengan dokter gizi agar mendapatkan panduan makan untuk penderita stroke yang paling tepat.

Sebagai pengganti pantangan makanan, Anda bisa mencoba konsumsi sejumlah jenis makanan yang membantu proses pemulihan stroke. Ini berguna agar kondisi kesehatan penderita stroke bisa tetap terjaga.

  • Sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti jeruk, apel, pir, bayam, dan brokoli.
  • Biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan tinggi serat, seperti roti gandum, wortel, dan kacang merah.
  • Daging sapi dan unggas tanpa lemak dan kulit.
  • Daging ikan, minimal dua kali seminggu, seperti tuna, teri basah, lele, dan nila. Sebab, asam lemak omega-3 dalam ikan terbukti bisa menurunkan risiko stroke.
  • Produk susu rendah lemak, seperti yogurt bebas lemak untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Baca Juga:

Berita terkait
6 Makanan Sehat Peningkat Kekebalan Tubuh Lansia
Biasanya lansia, sistem kekebalan tubuhnya akan mulai mengalami penurunan, sehingga rentan terserang penyakit. Ini makanan yang harus dikonsumsi.
Lima Gejala Stroke yang Harus Diwaspadai
Stroke terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak (stroke iskemik)
Daftar Makanan Rendah Lemak Pencegah Penyakit
Makanan rendah lemak bukan hanya bisa menurunkan berat badan. Tetapi juga berfungsi mencegah penyakit seperti, jantung hingga kolesterol tinggi.
0
IHSG Turun Tipis 0,09 Persen, 3 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2020 terkoreksi tipis 0,09 persen di posisi 5.091,82 poin.