6 Gejala Stroke yang Tidak Boleh Diremehkan

Semakin cepat Anda terdeteksi terkena stroke, semakin baik pilihan pengobatannya yang dapat meminimalkan kerusakan.
Ilustrasi gejala stroke. (Tagar/Pixabay)

Jakarta - Kerusakan otak akibat stroke dapat diminimalkan jika ditangani dengan segera, tetapi sering terjadi kesalahan tanda-tanda stroke sebagai masalah kesehatan lain, sehingga pengobatan tertunda.

Dalam setiap menit stroke, otak Anda kehilangan sekitar 1,9 juta neuron. Setiap jam stroke tidak diobati membuat otak Anda sama dengan tiga setengah tahun. Semakin lama stroke berlangsung atau pasien tidak menerima pengobatan, semakin besar kemungkinan timbulnya kesulitan bicara, kehilangan ingatan, atau perubahan perilaku.

Semakin cepat Anda terdeteksi terkena stroke, semakin baik pilihan pengobatannya, yang dapat meminimalkan kerusakan dan meningkatkan kemungkinan pemulihan yang lebih penuh.

Ada dua macam stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Dilansir dari Thehealthy, Dr. Brockington menjelaskan, stroke iskemik berarti pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan penurunan aliran darah di otak. Sedangkan, stroke hemoragik berarti pembuluh darah yang pecah membocorkan darah ke otak. Gejala kedua jenis stroke bisa jadi sama.

Stroke adalah penyebab kematian nomor lima di seluruh negeri, jangan sepelekan gejala-gejala ini.

Segera menghubungi tim medis setelah Anda melihat tanda-tanda stroke :


1. Anda pikir kelelahan membuat Anda melihat ganda

Masalah penglihatan seperti penglihatan ganda, kabur, atau kehilangan penglihatan pada satu mata bisa menjadi tanda stroke, tetapi banyak orang menyalahkan ini pada usia tua atau kelelahan. “Melihat dua gambar sangat tidak biasa hanya karena lelah atau terlalu banyak membaca,” kata Dr. Brockington.

Pembuluh darah yang tersumbat dapat mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke mata, yang menyebabkan masalah penglihatan yang mungkin tidak disertai dengan tanda-tanda stroke lainnya. Masalah penglihatan bisa menjadi masalah dengan satu atau kedua mata.

2. Anda merasa lengan Anda mati rasa karena "baru saja tertidur"

Jika Anda bangun dari tidur siang dan lengan atau kaki Anda mati rasa, mudah untuk berasumsi bahwa itu karena saraf yang tertekan. Profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Miami North, Dr. Ralph Sacco, MD mengatakan jika lengan Anda tiba-tiba mati rasa atau lemah, dan tidak hilang dalam beberapa menit, segera hubungi tim medis. Sebab, aliran darah yang menurun melalui arteri yang mengalir ke tulang belakang ke bagian belakang kepala menyebabkan mati rasa atau kelemahan di satu sisi tubuh.


3. Anda menyalahkan kata-kata yang tidak jelas pada pengobatan Anda

Dr. Sacco mengatakan, beberapa obat, seperti obat penghilang rasa sakit, dapat menyebabkan bicara cadel dan orang sering menganggap masalah bicara sebagai lawan dari stroke. Tetapi jika itu bukan efek samping yang biasanya Anda alami, kemungkinan Anda mengalami stroke dan harus segera mendapatkan pelayanan medis. Salah satu tanda stroke adalah saat wajah Anda asimetris, ini sering disebut sebagai stroke face droop.

4. Anda menganggap alkohol penyebab masalah keseimbangan

Orang-orang mengira mereka mengalami masalah keseimbangan karena mereka minum alkohol, tapi lihat apakah itu masuk akal.

"Anda tidak akan mengalami masalah keseimbangan yang tertunda, jadi minuman dari pagi hari mungkin tidak bisa disalahkan. Bisa jadi dari penurunan aliran darah ke otak. "kata Dr. Brockington.

Jika Anda tiba-tiba tersandung, tidak bisa berjalan lurus, atau tiba-tiba pusing, jangan menunggu sampai berlalu, segera kunjungi dokter.

5. Anda mengira sulit berpikir karena merasa lelah

K.etika orang kesulitan memikirkan kata-kata yang tepat atau kehilangan pikiran, mereka merasa lelah atau berkabut, menurut Dr. Brockington jika hal itu datang tiba-tiba dan berlangsung lama adalah tanda umum stroke.

"Anda mungkin kesulitan memikirkan sebuah kata sesekali, tetapi seharusnya tidak ada waktu yang lama di mana Anda tidak dapat memikirkan apa pun untuk diucapkan atau tidak dapat diucapkan," kata Dr. Brockington.

Kebingungan yang tiba-tiba atau kesulitan memahami orang lain bisa menjadi gejala umum stroke.

Dr. Sacco mengungkapkan, dalam beberapa kasus, pasien stroke tidak akan menyadari bahwa ada yang tidak beres, jadi orang di sekitar mereka harus waspada.

“Bagian otak yang tidak bekerja dengan baik merusak persepsi pasien stroke dan kemampuan untuk berpikir,” kata Dr. Sacco.

6. Anda menganggap sakit kepala itu hanya migrain

Ini mungkin hanya migrain, tetapi jika Anda tidak rentan terhadapnya, bisa jadi itu adalah stroke.

“Sakit kepala migrain dapat menyamar sebagai stroke karena memiliki gejala neurologis yang sama. Saya memberitahu orang-orang untuk memperlakukannya seperti stroke dan meminta bantuan medis," kata Dr. Sacco.

Menurut sebuah studi di Nature Reviews Neurology, jika Anda secara teratur mengalami migrain dengan aura, kemungkinan Anda terkena stroke meningkat. []


Berita terkait
Cara Baru untuk Mengenali Gejala Stroke
Bawa penderita ke rumah sakit, kita dapat menggunakan metode FAST untuk mengenali gejala awal.
Terapi Musik di Siloam Hospitals, Sembuhkan Stroke Hingga Depresi
Kemenkominfo mengungkapkan, 19 persen wanita menempati posisi-posisi penting di lembaga tersebut. Angka itu akan terus bertambah ke depannya.
Hindari 5 Makanan Ini untuk Mengurangi Risiko Stroke
Meskipun disukai banyak orang, 5 makanan ini ternyata bisa menyebabkan stroke.
0
5 Aturan Diet Makanan Mentah dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Metode diet ini diklaim dapat memberikan Anda energi lebih banyak, memperbaiki penampilan dan kesehatan kulit.