UNTUK INDONESIA
Pindang Serani Jepara, Bekal Nelayan yang Lezat
Pindang Serani, bekal nelayan Jepara ini lezat dan segar. Karena kelezatannya, banyak restoran yang menjadikan pindang serani sebagai menu utama.
Pengunjung restoran di Jepara, Jawa Tengah menunjukan menu pindang serani. (Foto: Tagar/Padhang Pranoto).

Jepara - Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tidak hanya kondang karena seni ukir kayunya, menu masakannya pun patut dicoba. Pindang serani satu di antaranya. Selain segar dan lezat, hidangan ikan kuah kuning ini konon tercipta oleh nelayan sebagai bekal berlayar.

Dahulu, masakan ini tak lebih dari upaya nelayan untuk menyiasati tangkapan ikan pindang yang tak laku dijual. Ketimbang dibuang, pencari ikan kemudian membumbui ikan dengan bumbu-bumbu sederhana yang lazim dijumpai di dapur.

Bumbunya sederhana, ada kunyit, bawang putih, serai, bawang merah, bawang putih, belimbing keris, tomat dan cabai. Proses masaknya juga cepat. Jika semua bumbu telah siap, pindang serani dapat tersaji dalam waktu 15 hingga 20 menit saja.

Soal rasa, sajian ini memiliki sensasi segar. Paduan asam, manis dan pedas mirip Tom Yam dengan kuah encer berwarna kuning.

Bumbunya seadanya saja yang ada di rumah atau kapal.

Karena kemudahannya itu, menu ini kerap kali dijadikan bekal berlayar. Tak jarang, menu ini dimasak langsung di atas kapal, sebagai santapan nelayan. 

Zaenal, seorang koki di sebuah restoran di Desa Karangkebagusan, Kecamatan Jepara mengungkapkan pindang serani sudah naik kelas. Dari sekedar bekal nelayan, kini sudah masuk ke dalam menu warung dan restoran. Juga lazim dijadikan makanan rumahan.

"Jadi ikan-ikan tangkapan nelayan Jepara yang tak terjual, kemudian dimasak sendiri. Karena bosan dengan menu ikan goreng, akhirnya mencoba mengolah ikan dengan cara dibuat sup. Bumbunya seadanya saja yang ada di rumah atau kapal. Dan jadilah masakan pindang serani," kata dia, Senin, 25 November 2019.

Zaenal mengungkapkan, untuk membuat pindang serani bisa menggunakan jenis ikan apapun. Mulai dari pindang, bandeng, kakap dan tengiri. Namun, sesuai pengalamannya ikan jenis kakap putih paling cocok dijadikan bahan utama masakan ini.

Pindang Serani2Pindang serani, masakan khas Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (Foto: Tagar/Padhang Pranoto)

"Ya dulunya nelayan hanya pakai ikan yang tidak laku, seperti pindang. Tapi seiring masuk ke restoran-restoran, ikan yang digunakan pun makin bervariasi dan berkualitas. Yang penting daging ikannya kenyal dan tidak gampang hancur. Bandeng bisa dibikin pindang serani, hanya saja durinya banyak. Yang paling pas ya jenis ikan kakap putih," tuturnya.

Soal harga, pindang serani pun relatif terjangkau. Mulai dari harga belasan hingga puluhan ribu rupiah, bergantung jenis ikan, cita rasa dan tempat yang menyajikannya.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku kerap memasak hidangan ini dengan tangannya sendiri. Selain mudah, menurut dia menu ini penuh gizi.

"Tinggal diulek saja bumbu-bumbunya kemudian direbus bersama ikan. Sederhana, namun rasanya boleh ditandingkan dengan masakan lain. Kalau yang paling enak ya masak di tengah laut ikannya tengiri," kata dia.

Produksi Ikan

Dengan produksi ikan yang dimiliki Jepara, seharusnya dapat mengentaskan angka penderita stunting atau tubuh kerdil. Namun, berdasarkan statistik, tingkat konsumsi ikan di Bumi Kartini justru terhitung rendah.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, angka konsumsi ikan di Jepara adalah 27,81 kilogram per kapita per tahun, pada 2018. Angka itu di bawah angka konsumsi provinsi yang mencapai 30,64 kilogram per kapita per tahun.

Dengan statistik tersebut, peringkat Jepara justru kalah jika dibandingkan Solo, yang notabene tak memiliki laut.

Rendahnya angka makan ikan di Jepara, diduga karena suburnya pola pikir yang salah tentang ikan. Banyak masyarakat yang beranggapan harga ikan mahal hingga cara pengolahaannya yang dinilai repot.

Berkaca dari kenyataan tersebut, ia meminta seluruh pihak berbenah. Dian juga meminta lebih banyak restoran yang menyajikan menu ikan. Baik yang telah lazim maupun kreasi menu berbahan hewan laut tersebut. []

Baca juga:

Berita terkait
Pemkab Jepara Gratiskan Wisata Pantai
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemkab Kabupaten Jepara mengratiskan biasa masuk di sejumlah wisata pantai di Jepara.
Jepara Zona Merah Produksi Rokok Ilegal
Kabupaten Jepara Jawa Tengah menjadi zona merah produksi rokok ilegal. Akibatnya wilayah ini menjadi daerah incaran bea cukai Kudus.
Kisah Ibu Rumah Tangga Tertular HIV di Jepara
Seorang ibu rumah tangga di Jepara blak-blakan dirinya seorang pengidap HIV positif, penyakit mematikan itu telah merenggut nyawa suami dan anaknya
0
Bulog Divre Sumsel Klaim Berasnya Tak Ada yang Busuk
Bulog Divre Sumatra Selatan-Bangka Belitung mengklaim beras di gudang bulog tak ada yang turun mutu atau rusak.