UNTUK INDONESIA

Penyebab Ingin Makan Tanpa Merasa Lapar, Waspadai Obesitas

Pernahkah Anda merasakan, ingin makan terus tetapi tidak lapar? Apa peyebabnya ya?
Ilustrasi makan atau ngemil. (Foto: Shutterstock)

Jakarta - Pernahkah Anda merasakan, ingin makan terus tetapi tidak lapar? Memang ada garis tipis antara ingin makan, dengan lapar disebabkan tubuh membutuhkan asupan makanan.

Tidak semua orang makan karena lapar, bisa juga melakukannya lantaran rasa bahagia, stres, kelelahan, atau mengisi waktu luang karena bosan menunggu sesuatu.

Makan atau sering ngemil ketika secara fisik tubuh tidak membutuhkannya, bisa memicu risiko obesitas atau kenaikan berat badan. Dalam kondisi tertentu bisa meningkatkan gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.

Apakah saya benar-benar lapar?

Merasa lapar merupakan ciri-ciri dari stimulus internal sebelum memulai tindakan untuk mengonsumsi makanan. Namun perlu diketahui, stimulus lapar tidak selalu dipengaruhi oleh makanan.

Dikutip dari laman NCBI, banyak faktor yang memengaruhi orang untuk makan, di antaranya menu yang menggoda selera, faktor intrinsik seperti emosi yang kuat, dan faktor sosial seperti makan karena menemani seseorang di restoran atay kafe.

Selain itu, banyak orang menyalahartikan sensasi tubuh nonspesifik seperti mual, haus, dan nyeri sebagai penanda rasa lapar. Sensasi itu biasanya hilang setelah makan tetapi beberapa saat muncul kembali. Akibatnya asupan kalori menjadi berlebihan pada hari itu.

Makan - nyemilIlustrasi makan atau ngemil. (Foto: Shutterstock)

Baca juga:

Faktor yang memicu orang 'makan tanpa merasa lapar' adalah kebiasaan selama masa kanak-kanak. Praktik memaksa anak untuk makan agar mendapatkan asupan tanpa memahami perilaku makan batita atau balita adalah penyebab utamanya.

Kebiasaan ini cenderung bertahan seumur hidup. Seseorang menjadi tidak memahami kebutuhan tubuh akan makanan yang sebenarnya.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa, keinginan untuk mengonsumsi makanan dapat terjadi tanpa adanya rangsangan rasa lapar, padahal rasa lapar merupakan faktor yang merepresentasikan tubuh membutuhkan makanan, atau siap untuk mencerna.

Berita terkait
Dokter Bicara Tren Tindik di Dalam Hidung, Bahaya Gak Sih?
Tindik atau piercing di bagian dalam hidung sedang hits. Namun, apakah mengikuti tren ini berbahaya?
Sering Pakai Topi Bisa Bikin Rambut Botak, Mitos atau Fakta?
Topi dipakai untuk pelengkap penampilan. Namun ada anggapan sering memakainya memicu kebotakan pada rambut. Mitos atau fakta ya?
Beda WHO dan China soal Makanan Beku Berisiko Terpapar Corona
Apa yang dilakukan China saat ini berseberangan dengan pernyataan lembaga kesehatan dunia atau WHO.
0
Menteri ATR/BPN Sebut UUCK Sebagai Regulasi Kreatif
Urgensi UUCK ini disampaikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil dalam dialognya bersama dengan ICMI se-Indonesia