UNTUK INDONESIA

Cegah Ngemil, Kenali 4 Faktor Tubuh Benar-benar Lapar

Makan atau ngemil ketika tubuh secara fisik tidak membutuhkannya, bisa meningkatkan risiko kegemukan. Maka kenali 4 faktor tubuh benar-benar lapar.
Ilustrasi makan atau ngemil. (Foto: Shutterstock)

Jakarta - Keinginan untuk makan atau ngemil susah untuk dibendung. Apalagi snack yang terasa asin, mulut ingin segera mengunyahnya. Namun perlu disadari, ingin makan belum tentu tubuh benar-benar lapar.

Makan atau ngemil ketika tubuh secara fisik tidak membutuhkannya, bisa meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas. Dalam kondisi tertentu bisa meningkatkan gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.

Lantas, bagaimana mengetahui rasa lapar akibat tubuh butuh asupan makanan?

Rasa lapar diidentifikasi oleh dua fase, yaitu empty hollow sensation (EHS) dan inanition. Kedua pase itu dipicu oleh sensasi fisik di bagian atas perut atau epigastrium berupa kontraksi atau rasa lapar Cannon dan Washburn.

Makan - nyemilIlustrasi makan atau ngemil. (Foto: Shutterstock)

Proses merasakan lapar diatur oleh dua hormon usus yang dikenal sebagai motilin.

Dalam fase EHS, rasa lapar dirasakan berulang-ulang oleh tubuh karena lambung dan usus kecil telah dibersihkan oleh kotoran, sekresi, mikroba, dan partikel makanan yang tidak tercerna sehingga dikonsumsi tubuh.

Pada fase inanition, ingin makan karena lapar disebabkan oleh gangguan tubuh seperti merasakan lelah, lemah dan pusing. Kondisi ini menunjukkan tubuh butuh nutrisi.

Secara garis besar, rasa lapar yang dirasakan oleh tubub bekerja dengan baik jika rata-rata glukosa darah seseorang sekitar 81,8 mg/dL.

Cara mengidentifikasi benar-benar lapar

1. Kapan terakhir kali makan

Jika waktu sudah berputar selama beberapa jam sejak terakhir kali makan, berarti itu momen yang tepat bagi Anda untuk mempertimbangkan kembali mengisi perut. Pahami dalam momen ini, stimulus lapar Anda nyata dan ambillah makanan.

Makanan di kulkasIlustrasi makanan di dalam kulkas. (Foto: Pixabay)

2. Apa yang Anda makan terakhir kali

Jika Anda makan dalam porsi kecil terakhir kali maka dalam jeda waktu berikutnya cepat timbul rasa lapar. Intuisi Anda lapar benar dan segera berikan asupan tubuh dengan menu bernutrisi.

3. Gejala fisik

Jika secara fisik, Anda merasakan perut kontraksi, perut kosong atau cekung, kehilangan energi, gemetar, lemas, dan mudah tersinggung, itu pertanda bahwa Anda benar-benar lapar.

4. Pahami suasana hati Anda

Orang-orang cenderung sering makan berlebihan saat mereka senang, stres, atau sedih. Pahami faktor emosi dan hindari asupan berlebihan ketika merasakan hal itu.

Berita terkait
Penyangga Masker Hits, Boleh atau Tidak Dipakai Ini Kata Dokter
Menggunakan masker dalam rentan waktu tertentu membuat napas menjadi pengap. Menanggulanginya dengan penyangga masker, apa kata dokter?
Dokter Bicara Tren Tindik di Dalam Hidung, Bahaya Gak Sih?
Tindik atau piercing di bagian dalam hidung sedang hits. Namun, apakah mengikuti tren ini berbahaya?
Dokter Jelaskan Hal yang Ditakutkan Setelah Disuntik Vaksin
Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog menjelaskan KIPI atau hal-hal yang tidak diinginkan atau ditakutkan setelah disuntik vaksin.
0
Menteri ATR/BPN Sebut UUCK Sebagai Regulasi Kreatif
Urgensi UUCK ini disampaikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil dalam dialognya bersama dengan ICMI se-Indonesia