UNTUK INDONESIA

7 Tips Mencegah dan Mengatasi Milia Pada Wajah

Berikut Tagar rangkumkan sejumlah tips untuk bantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah milia.
Ilustrasi milia pada wajah. (Foto: Hello Sehat)

Jakarta - Milia merupakan benjolan putih kecil yang muncul di kulit. Mereka biasanya tumbuh dalam jumlah berkelompok di area hidung, pipi, dan dagu. Namun, terkadang juga bisa muncul di area lain.

Milia terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Keratin sendiri merupakan protein kuat yang biasanya ditemukan di jaringan kulit, rambut, dan sel kuku.

Biasanya milia paling sering terjadi pada bayi baru lahir. Hal ini diperkuan dengan fakta menurut tinjauan tahun 2008 bahwa sekitar 40 hingga 50 persen bayi baru lahir memiliki milia di kulit mereka dalam waktu satu bulan setelah lahir.

Namun, tidak hanya bayi yang bisa memiliki milia. Benjolan-benjolan putih kecil ini juga dapat menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Pada bayi baru lahir, milia bisa hampir selalu sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pada orang dewasa ini jarang terjadi, dan mereka biasanya harus diekstraksi atau dibuang.

Mengutip informasi dari laman Healthline, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah pembentukan lebih banyak milia.

Berikut Tagar rangkumkan sejumlah tips untuk bantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah milia:

Kulit WajahKenali jenis kulit Anda. (Foto: Tagar/Unsplash)

1. Jangan Mengorek, Menusuk, atau Mencoba Menghapusnya

Jika Anda atau si kecil memiliki milia sehingga merasa tidak nyaman, jangan mencongkel di area yang terkena. Mencoba menghilangkan milia dapat menyebabkan benjolan berdarah, keropeng, dan bekas luka.

Mengikis kulit juga bisa membawa kuman ke area tersebut dan menyebabkan infeksi. Dalam kasus bayi di bawah 6 bulan, hal terbaik yang harus dilakukan adalah membiarkannya. Jika benjolan tersebut mengganggu Anda, segera temui dokter.

2. Bersihkan Area Tersebut

Pastikan Anda mencuci muka dengan sabun lembut bebas paraben setiap hari. Sabun apa pun yang tidak lembut akan menghilangkan minyak yang dibutuhkan wajah agar tetap seimbang dan sehat.

Setelah dicuci, tepuk-tepuk kulit Anda hingga kering alih-alih membiarkannya mengering. Ini akan membantu mencegah kulit lecet atau kering.

3. Lakukan Perawatan dengan Uap

Setelah membersihkan wajah, melakukan perawatan dengan uap hangat dapat bermanfaat untuk membuka pori-pori. Lakukan hal ini selama 5 hingga 8 menit. Uap hangat akan membuka pori-pori Anda dan melepaskan serpihan kulit atau penyebab iritasi lain yang mungkin terperangkap di bawahnya.

Setelahnya, tepuk-tepuk wajah Anda hingga kering dan bilas dengan air hangat untuk menghilangkan penyebab iritasi.

4. Eksfoliasi Area Milia dengan Lembut

Eksfoliasi yang lembut dapat membantu menjaga kulit bebas dari iritasi yang menyebabkan milia. Cari pembersih yang bisa mengeksfoliasi dengan kandungan salicylic acid, citric acid, atau glycolic acid. Namun, jangan eksfoliasi kulit secara berlebihan karena dapat mengiritasi. Jadi disarankan untuk melakukannya seminggu sekali.

5. Coba Lakukan Facial Peel (pengelupasan kulit wajah)

Pengelupasan wajah yang mengandung bahan eksfoliasi juga dapat membantu. Namun, gunakan dengan hati-hati dan jangan terlalu kuat karena dapat menyebabkan munculnya lebih banyak milia.

6. Gunakan Krim Retinoid

Beberapa peneliti merekomendasikan krim retinoid untuk menghilangkan milia. Caranya dengan gunakan produk apa pun yang mengandung retinoid atau retinol hanya sekali sehari. Pakai saat wajah sudah bersih dan kering.

Saat menggunakan krim retinoid atau retinol, penting untuk menggunakan tabir surya setiap hari karena bahan ini bisa membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat paparan sinar matahari.

7. Pilih Tabir Surya Khusus

Manfaat tambahan dari tabir surya yang tepat adalah penurunan iritasi kulit yang menyebabkan milia. Carilah tabir surya khusus untuk wajah dan pastikan SPF 30 atau lebih. Jika kulit Anda sangat sensitif terhadap sinar matahari, pertimbangkan untuk menggunakan produk dengan SPF 100.

Meskipun terdapat berbagai cara untuk mencegah dan membantu proses penyembuhan milia, Anda tetap harus menemui dokter apabila kondisinya sudah cukup parah dan sulit untuk hilang.

Hal ini dikarenakan kebanyakan benjolan milia akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu, terutama pada bayi.

Terkadang dokter kulit akan menggunakan jarum kecil untuk menghilangkan milia secara manual. Ini akan segera menyembuhkan area yang terkena. []

(Okky Pratiwi)

Berita terkait
Penyebab Munculnya Jerawat di Setiap Bagian Wajah
Berikut Tagar rangkumkan sejumlah informasi mengenai penyebab munculnya jerawat serta tips menguranginya.
Lima Kebiasaan yang Dapat Memicu Kerusakan Kulit Wajah
Berikut ini Tagar rangkumkan sederet kebiasaan yang menjadi penyebab kerusakan pada kulit wajah.
Bahaya Mengoleskan Minyak Kelapa di Area Wajah
Ada satu area yang tidak boleh dioleskan minyak kelapa di atasnya. Area tersebut adalah wajah.
0
7 Tips Mencegah dan Mengatasi Milia Pada Wajah
Berikut Tagar rangkumkan sejumlah tips untuk bantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah milia.