Wamenkes: Di Indonesia, Penyakit Diabetes Ibarat Fenomena Gunung Es

Diabetes dapat diwaspadai saat diagnosa gula darah seseorang lebih dari 126, gula darah sesudah makan lebih dari 200.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Tagar/Sekretariat Negara)

Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan penyakit diabetes di Indonesia ibarat fenomena Gunung Es karena banyaknya orang yang tidak mengetahui bila menderita diabetes. Karena itulah, diperlukan upaya deteksi dini untuk mencegah risiko komplikasi berujung kematian.

"Pada survei yang kami lakukan di Jakarta, ternyata yang terdeteksi hanya sepertiga dari angka keseluruhan dan saat dilakukan survei pada orang sehat, ternyata dua per tiga lebih mereka tidak tahu menderita diabetes. Ini fenomena gunung es," kata Dante dalam diskusi virtual yang disiarkan oleh Akun YouTube Kemenkes RI, Senin, 15 November 2021.

Salah satu penyebab diabetes adalah berlebihnya berat badan atau kegemukan serta adanya faktor genetik.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kemenkes, satu dari delapan orang di Jakarta didapati menderita diabetes. Situasi yang sama juga melanda daerah lain seperti Nangapanda (Nusa Tenggara Timur) dan yang tertinggi secara nasional berada di Maluku Utara.

"Adanya angka kerapatan yang semakin melekat akibat perkawinan orang tua membuat generasi ke depan punya akses diabetes," ujar Dante .

Saat ini, Kemenkes RI telah melakukan akselerasi peta jalan pengendalian diabetes secara menyeluruh melalui kerja sama dengan berbagai organisasi profesi terkait, Kementerian/Lembaga sampai Pemerintah Daerah. Peta jalan tersebut dibagi atas penanganan di sektor hulu hingga hilir melalui strategi promotif, preventif dan surveilans.

Untuk upaya promotif dan preventif, dengan mengajak masyarakat menjalankan pola hidup yang baik seperti diet rendah gula dan rendah garam, edukasi skrining kesehatan.




Dari studi epidemiologi genetik, tidak ada seorang pun terbebas dari gen diabetes sehingga setiap orang berpotensi mengalami diabetes. Faktor promotif dan preventif harus dikerjakan.




Selain itu, Kemenkes RI bersama BPJS Kesehatan memiliki program Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK) yang memungkinkan masyarakat memeriksa gula darah secara rutin yang ditanggung biayanya oleh negara.

"Dari studi epidemiologi genetik, tidak ada seorang pun terbebas dari gen diabetes sehingga setiap orang berpotensi mengalami diabetes. Faktor promotif dan preventif harus dikerjakan," katanya.

Sedangkan pada tahap hilir atau pengobatan, dibutuhkan upaya skrining untuk mencegah lebih dini timbulnya penyakit komplikasi yang dipicu gula darah seperti stroke, serangan jantung, harus cuci darah, amputasi maupun faktor lainnya

Dante menjelaskan, diabetes dapat diwaspadai saat diagnosa gula darah seseorang lebih dari 126, gula darah sesudah makan lebih 200 atau angka rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir lebih dari 6,5.

Sayangnya, bila sudah mengalami kondisi tersebut upaya antisipasi penyakit telah terlambat. Bahkan, sering kali gula darah yang tidak terkendali memicu berbagai penyakit lain sehingga mengakumulasi biaya yang harus ditanggung negara.

"Dengan upaya maksimal di hulu, kita akan hemat biaya pengobatan komplikasi. Supaya biaya akumulasi di luar penyakit diabetes bisa ditekan. Mengobati diabetes dari awal jadi sangat penting," kata Dante. []


Baca Juga :

Lima Makanan Sehat Meredakan Stres

Lima Makanan Sehat Bisa Redamkan Amarah

Cornflakes, Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Makanan Sehat untuk Anak Terhindar dari Corona


Berita terkait
1.346 Anak-anak di Indonesia Menderita Diabetes
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat pada November 2021 sebanyak 1.346 anak mengalami diabetes
Pengidap Diabetes Sebenarnya Tak Ada Makanan Pantangan
Pengidap diabetes pada prinsipnya perlu menerapkan 3J yang merupakan akronim dari jadwal, jumlah, dan jenis.
Orang dengan Diabetes Bisa Makan Buah Tanpa Khawatir
Anda harus makan buah jika Anda menderita diabetes karena itu sehat!
0
Ingat! Ini Harus Diperhatikan Sebelum Mulai Berkendara
Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar di Tanah Air. Oleh karena itu Anda harus memperhatikan hal ini.