UNTUK INDONESIA
Ujian Nasional Dihapus, Neraka Menghadang
Ujian Nasional dihapus, pemerintah membuat generasi Indonesia lemah, pemalas, takut bersaing bebas terbuka. Opini akademisi UGM Bagas Pujilaksono.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019. Termasuk membahas rencana penghapusan Ujian Nasional. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Dengan dihapusnya Ujian Nasional mulai 2021 dari sistem pendidikan nasional, suka atau tidak suka, pemerintah secara tidak langsung membuat generasi muda Indonesia menjadi lemah, pemalas, dan takut bersaing bebas dan terbuka. Beginikah kualitas generasi emas Indonesia?

Beda dengan cara Pemerintah India yang serius mengembangkan sektor pendidikan yang salah satunya sejak dini mengondisikan anak didik bersaing terbuka dan bebas. Lebih-lebih, penduduk India jumlahnya di atas satu miliar jiwa. Kompetisi sangat ketat, dan mau tidak mau, persaingan bebas dan terbuka adalah satu-satunya cara yang bisa ditempuh. 

Sekali lagi saya ingatkan, Pemerintah untuk membatalkan niatannya menghapus Ujian Nasional.

Ujian NasionalUjian Nasional dalam berbagai istilah sepanjang masa

Terbukti, muncullah generasi emas India ke permukaan hasil seleksi terbuka dan bebas, yang bisa menempuh pendidikan tinggi di Indian Institut of Technology di Mumbay, Khannpur dan Madras. Setelah selesai program S1, mereka langsung migrasi ke Amerika mengisi kampus-kampus top di Amerika seperti MIT, Princeton, dan lain-lain. Fakta, India menjadi eksportir manusia-manusia genius ke Amerika.

Anak-anak India sejak dini dikondisikan bersaing terbuka dan bebas untuk menjadi yang terbaik. Merekapun punya Ujian Nasional yang isinya mata pelajaran pokok. Hasilnya nyata, bukan berwacana terus atau trial and error, namun banyak error-nya.

Kondisi Indonesia tidak beda jauh dengan India, dengan jumlah penduduk yang melimpah ruah dan terbatasnya anggaran di sektor pendidikan.

Ujian Nasional adalah cara paling efektif untuk mengukur kemampuan anak didik sebagai output dari proses pendidikan di Tanah Air. Anak-anak Indonesia harus dididik menjadi tangguh, bukan malah dibiarkan lembek, pemalas, takut bersaing, dan menjadi stres karena Ujian Nasional.

Ujian Nasional harus diperbaiki kualitasnya, bukan dihapus.

Sekali lagi saya ingatkan, Pemerintah untuk membatalkan niatannya menghapus Ujian Nasional dari sistem pendidikan nasional.

Ujian Nasional harus jalan terus, dievaluasi, dan diperbaiki dari waktu ke waktu.

*Akademisi Universitas Gadjah Mada

Baca juga argumen pakar pendidikan yang setuju ujian nasional dihapus: 

Berita terkait
Menko PMK Sebut Ujian Nasional Hanya Dievaluasi
Menko PMK Muhadjir Effendy menilai apa yang disampaikan Nadiem Makarim soal Ujian Nasioal hanya evaluasi bukan penghapusan.
Komisi X DPR Ragu Ujian Nasional Dapat Dihapus Total
Abdul Fikri Faqih mengaku sepakat dengan keputusan Nadiem Makarim untuk menghapus Ujian Nasional mulai 2021.
Jusuf Kalla Tolak Wacana Penghapusan Ujian Nasional
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengganggap pelaksanaan Ujian Nasional masih relevan di Indonesia.
0
Kejati Tangani Kasus Tilap Uang Masjid Raya Sumbar
Kasus dugaan penilapan uang infak Masjid Raya Sumatera Barat ditangani Kejati Sumbar.