UNTUK INDONESIA
Pengakuan Pelaku saat Memperkosa dan Membunuh Anak di Aceh
Saat RNG berteriak, SB pun langsung mengayuhkan parang dari tangannya dan membacok RNG di bagian pundak sebelah kanan.
Pelaku pemerkosa dan pembunuhan anak saat diboyong dalam konferensi pers di Mapolres Langsa, Aceh, Selasa, 13 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Langsa - SB, 41 tahun, pelaku pemerkosaan ibu muda dan pembunuhan anak di bawah umur di Desa Alue Gading, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh terancam hukuman seumur hidup.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam keterangan pers mengatakan peristiwa sadis yang dilakukan SB itu terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2020 dini hari lalu, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, SB masuk ke rumah DN melalui pintu depan dengan cara mencongkel kunci kayu dengan menggunakan benda tajam.

"Setelah pintu terbuka, SB melihat DN sedang tertidur pulas bersama anaknya RNG. selanjutnya, tanpa berfikir panjang, SB pun langsung menghampiri DN yang sedang terlelap dan meraba-raba tubuhnya," katanya.

Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya.

Merasa ada yang sedang menyetuhnya, DN pun sontak terbangun. Dan setelah DN membuka matanya, ia pun terkejut karena melihat SB sudah berada tepat di sampingnya tanpa menggunakan pakaian, dengan memegang sebilah samurai di tangannya.

"DN pun sontak membangunkan anaknya, RNG yang sedang tertidur di sampingnya untuk menyuruhnya melarikan diri," ujarnya.

Dan ketika RNG terbangun, dengan spontan dia berteriak karena melihat SB yang sedang mendekap ibunya. Saat RNG berteriak, SB pun langsung mengayuhkan parang yang di genggaman tangannya dan membacok RNG di bagian pundak sebelah kanan. Setelah itu SB mendorongnya dan kembali menebas bagian leher.

"Tak sampai disitu, secara membabi buta, SB kembali menusuk pundak sebelah kiri dan dada RNG sebanyak 1 kali," katanya.

Setelah puas menghabisi nyawa anak DN, SB menyeret DN keluar dari rumahnya dan mencoba memperkosanya. Namun DN mencoba meronta dan menolak apa yang akan dilakukan BS kepadanya. Mendapatkan penolakan dari DN, BS pun kesal dan langsung mencekik dan membenturkan kepala DN ke rabat beton jalan yang berjarak 50 meter dari rumah DN.

Setelah lemas dan tidak berdaya, BS melakukan aksi bejatnya dan memperkosa DN untuk yang pertama kalinya, sehingga DN mengalami pingsan. Dan ketika DN sudah tersadar. BS membawa DN ke perkebunan kelapa sawit yang berjarak 10 meter dari jalan itu tanpa menggunakan celana dan hanya mengenakan baju tidur.

"Di tengah perkebunan kelapa sawit itu, BS kembali memperkosa DN untuk yang kedua kalinya," katanya.

Usai memperkosa DN untuk yang kedua kalinya, BS sempat mengatakan kepada DN agar ia mau untuk ikut bersamanya, dan jasad anaknya akan di buang oleh BS sambil mengikat kedua tangan DN, Namun DN menolak dan meminta agar BS membiarkan jasad anaknya di lokasi itu, agar nanti suaminya bisa menemukan anaknya dan menguburkan secara layak.

"Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya," kata kasat menirukan ucapan pelaku BS.

Baca juga:

Setelah itu BS kembali ke rumah dan membawa karung yang berisikan RNG ke arah sungai, setelah itu dia kembali berjalan ke arah rumah dan mengambil karung kedua yang bergerak-gerak dan berjalan ke arah sungai selama kurang lebih 30 menit.

Dan pada kesempatan itu, DN berusaha melepaskan Ikatan yang ada di tangannya, tepatnya saat azan subuh berkumandang, korban DN berhasil melepaskan ikatan yang ada di tangannya.

"Setelah Ikatan berhasil terlepas, ia pun langsung berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan. Yang kemudian DN pun dapat ditolong oleh warga setempat," ujarnya. []

Berita terkait
Tragis, Bocah 9 Tahun di Aceh Dibacok Gegara Tolong Ibunya
Seorang ibu rumah tangga di Aceh Timur diperkosa. Dan anaknya dibacok oleh orang tak dikenal.
Pemerkosa Ibu Muda dan Pembunuh Anak di Aceh Ditangkap
Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan di Desa Alue Gading, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur akhirnya ditangkap.
Polisi Ungkap Kematian Anak Tolong Ibunya Diperkosa di Aceh
Kematian anak yang menolong ibunya diperkosa karena dibacok oleh pelaku sehingga nadi besar di sebelah kirinya putus.
0
Kapolres di Papua Diminta Amankan Pilkada dan Pengumuman CPNS
Kapolda Papua memerintahkan Polres jajarannya untuk mengamankan Pilkada dan pengumuman CPNS di wilayahnya. Ini alasannya.