UNTUK INDONESIA
Pengakuan Mantan Lurah Korban Keraton Agung Sejagat
Sudadi, warga Kulon Progo menjadi korban Toto Santoso pendiri Keraton Agung Sejagat. Setor Rp 4,1 juta dapat jabatan mentereng yakni Maha Menteri.
Sudadi memperlihatkan seragam Keraton Agung Sejagat (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kini bermunculan para korban keberadaan kerajaan abal-abal itu. Salah satunya Sudadi, warga Desa Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Sudadi mengaku sudah menyetorkan uang jutaan rupiah untuk bisa menjadi anggota Keraton Agung Sejagat. Namun sudah pasrah dan merelakan uangnya setelah pendiri sekaligus raja keraton abal-abal itu, Toto Santoso dibekuk kepolisian.

Dia menceritakan pengalamannya sejak awal bergabung sampai raja palsunya ditangkap. Sudadi bergabung sejak 2018, saat itu Keraton Agung Sejagat bernama World Empire.

Untuk menjadi itu, Sudadi menyetor uang hingga Rp 4,1 juta. Rinciannya untuk membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 2,1 juta, iuran bulanan, biaya operasional. Sedangkan yang Rp 2 juta untuk membayar seragam dinas. "Jika dihitung ya sudah banyak," ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Kamis 16 Januari 2020.

Bahkan, mantan Kepala Desa Plumbon ini memperkirakan kerugian jauh lebih besar. Alasannya Sudadi ternyata juga ikut dalam Kulon Progo Development Committee (KKP DEC) yang merupakan cabang dari Jogjakarta Development Committee (Jogja-DEC). Adapun sosok di balik lahirnya organisasi Jogja-DEC tak lain adalah Toto, si raja palsu.

Keikutsertaannya di KKP DEC ini, diawali dari ajakan seorang teman. Dia tertarik bergabung karena KKP-DEC fokus awalnya untuk kemanusiaan. Ketertarikan Sudadi semakin besar saat mengetahui jika setiap anggota akan mendapat upah yang diperkirakan lebih dari Rp 50 juta setiap bulan. Akhirnya resmi bergabung dan pria berusia 70 tahun ini di dalam KKP-DEC, menjadi koordinator pada 2014.

Namun semakin lama, janji yang disampaikan hanya bualan. Sejak ikut hingga bubar pada 2018, satu rupiah pun tidak pernah diterimanya dari organisasi tersebut. Akhirnya KKP DEC dan Jogja-DEC dibubarkan paksa oleh pemerintah. Sudadi sudah tidak ingat berapa uang yang sudah dikeluarkannya.

Sebenarnya saya prihatin, kenapa bisa terjadi. Awalnya ada harapan yang dijanjikan Pak Toto, namun ternyata kenyataannya lain.

Pasca organisasi tersebut bubar, pada tahun yang sama Sudadi ditawari Toto Santoso untuk bergabung dengan World Empire yang kemudian bernama Keraton Agung Sejagat. Sudadi kembali terkena bujuk rayu.

"Sebenarnya saya prihatin, kenapa bisa terjadi. Awalnya ada harapan yang dijanjikan Pak Toto, namun ternyata kenyataannya lain. Saya ambil hikmahnya," tutur Sudadi.

Lantas Sudadi menempati jabatan apa di Keraton Agung Sejagat? Tidak tanggung-tanggung, dalam struktur Kepengurusan Keraton Agung Sejagat menempati posisi strategis.

Sudadi yang diketahui pernah maju sebagai calon legislatif DPRD Kulon Progo ini ditunjuk sebagai maha menteri dengan pangkat tiga bintang di pundak. Jabatan itu diperoleh karena perannya sewaktu di KKP DEC.

"Di KKP DEC juga ada pangkatnya. Waktu itu saya masih bintang dua, namun kemudian teman-teman meminta agar pak Toto menaikkan pangkat saya jadi bintang tiga. Sebab saya itu sudah koordinator," ungkap Sudadi.

Jabatan Maha Menteri di Keraton Agung Sejagat ini layaknya Menteri Koordinator (Menko) dalam tata pemerintahan Indonesia. Tugasnya mengkoordinasi para menteri. Gaji yang dijanjikan untuk posisi ini bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Namun Sudadi belum pernah menerima gaji sampai kerajaannya bubar.

Meski sudah ditipu dan menjadi korban, Sudadi tidak membawa apa yang dialaminya ini ke meja hijau. Sudadi memilih jalur damai dan memaafkan apa yang diperbuat Toto Santoso.

"Menurut saya ini musibah dan saya tidak menuntut. Ini juga musibah untuk pak Toto. Kami coba mengkoordinasikan dengan teman-teman khususnya yang dirugikan. Kita coba untuk saling memaafkan," ujar Sudadi. []

Baca Juga:

Berita terkait
Keseharian Raja Keraton Agung Sejagat Saat di Sleman
Raja Keraton Agung Sejagat selama mengontrak di Sleman selalu berganti-ganti usaha. Mulai dari ternak lele, buka koperasi, angkringan dan lainnya.
Modus YouTube Ritual Keraton Agung Sejagat di Sleman
Warga sekitar rumah kontrakan Toto Santoso di Sleman sudah curiga dengan ritual yang dilakukan. Namun mereka berkedok syuting untuk YouTube.
Modus Raja Keraton Agung Sejagat Ngontrak di Sleman
Toto Santoso yang mengklaim Raja Keraton Agung Sejagat ternyata tinggal di rumah kontrakan di Sleman. Modusnya untuk usaha angkringan.
0
WHO: Dunia Harus Siap Hadapi Pandemi Virus Corona
WHO mengingatkan dunia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan virus corona jenis COVID-19 menjadi pandemi.