UNTUK INDONESIA
Massa Bubarkan Pengajian di Aceh
Sekelompok massa membubarkan pengajian yang diisi oleh Ustaz Farhan Abu Furaihan di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh.
Sekelompok massa terlibat aksi saling dorong saat membubarkan pengajian yang diisi oleh Ustaz Farhan Abu Furaihan di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh pada Senin, 28 Januari 2020 malam. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Sekelompok massa membubarkan pengajian yang diisi oleh Ustaz Farhan Abu Furaihan di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh pada Senin, 27 Januari 2020 malam. Pembubaran tersebut berakhir ricuh, di mana pengurus masjid terlibat saling dorong dengan sekelompok massa tersebut.

Amatan Tagar, peristiwa itu terjadi usai salat Magrib, saat kajian Ustaz Farhan baru saja berlangsung. Saat membuka kegiatan, sekelompok massa tiba-tiba memasuki masjid dan meminta pengajian tersebut dihentikan.

Tak diketahui pasti mengapa pembubaran tersebut dilakukan. Dalam kerumunan massa, tampak beberapa ulama seperti Tu Bulqaini Tanjungan selaku anggota Dewan Majelis Syura Front Pembela Islam (FPI) Aceh.

Selain itu, juga ada Teungku Umar Rafsanjani selalu Ketua Umum Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) Kota Banda Aceh. Di tengah kerumunan massa, juga terdengar ada teriakan seperti “kalian wahabi”, “kalian sesat”, dan sebagainya.

Aksi dorong mendorong akhirnya dapat dilerai jelang salat Isya. Aparat kepolisian, TNI, pengurus masjid dan beberapa ulama tersebut beberapa kali memberi peringatakan kepada massa agar tak anarkis.

Keributan di Masjid OmanKeributan di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh pada Senin, 27 Januari 2020 malam. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Ini pertama kali saya lihat ada dua kali salat Isya di masjid, dan ini kali pertama juga saya melihat di Masjid Oman sudah ada zikir.

“Saya harap jangan ada yang saling pukul ya, kita harus tertib,” kata Tu Bulqaini, disambut dengan teriakan takbir oleh massa.

Saat waktu salat Isya telah tiba, kondisi sudah kondusif. Mereka yang didominasi jemaah kajian Ustaz Farhan melaksanakan ibadah dengan khidmat. Sementara sekelompok massa bergeser posisi ke belakang para jemaah.

Setelah itu, giliran kelompok massa tersebut melangsungkan salat secara berjamaah yang dipimpin oleh Teungku Umar Rafsanjani. Secara umum, tata pelaksanaan ibadah kedua kelompok tersebut sama saja.

Namun, yang membedakannya adalah kelompok massa tersebut membaca zikir saat salat sudah selesai. Sementara jemaah kajian Ustaz Farhan tidak melakukan hal tersebut.

“Ini pertama kali saya lihat ada dua kali salat Isya di masjid, dan ini kali pertama juga saya melihat di Masjid Oman sudah ada zikir,” kata Avicenna, salah seorang jemaah pada Tagar, Senin, 28 Januari 2020 malam.

Keributan di Masjid OmanPelaksanaan ibadah salat Isya di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh pada Senin, 27 Januari 2020 malam. Beberapa jemaah yang menolak kajian Ustaz Farhan tampak terjebak di antara barisan jemaah lainnya. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Setelah salat Isya selesai, kedua belah pihak kembali berembuk. Mereka meminta pelaksanaan ibadah di masjid tersebut diubah. Seperti pelaksanaan salat berjamaah misalnya, mereka meminta harus ada zikir setelah salat selesai.

Aksi perembukan tersebut juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Banda Aceh, Faisal.

Dalam kesempatan itu, Faisal menyebutkan bahwa Masjid Al-Makmur untuk sementara waktu akan diambil alih oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keributan sesama umat Islam.

“Atas perintah Forkopimda, termasuk wali kota dan jajarannya, kita sudah rapat, ini diambil alih oleh Pemko Banda Aceh, untuk menghindari keributan,” kata Faisal kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 27 Januari 2020 malam.

Faisal tak merincikan apa penyebab kerusuhan tersebut. Namun, ia menduga keributan antara dua kelompok massa di masjid itu karena hanya perbedaan pendapat saja.

“Mungkin ada sedikit khilafiyah, mungkin antara Aswaja dengan kelompok satu lagi, berbeda pendapat lah,” ujarnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
Begini Kronologi Terbakarnya Hotel di Aceh
Api pertama kali muncul dari gudang penyimpanan barang bekas di lantai tiga Hotel 61 di Jalan Panglima Polem, Kota Banda Aceh, Aceh.
Dua Rumah Sakit Aceh Jadi Rujukan Tangani Corona
Antisipasi virus corona, pemerintah Aceh siapkan rumah sakit rujukan di Aceh.
Aceh Gandeng Kemenlu RI Tangani Pelajar di China
Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tiongkok, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta.
0
Mayat Bayi di Pasaman Hasil Seks Kakak-Adik Kandung
Mayat bayi yang ditemukan tewas mengambang di selokan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ternyata hasil hubungan seks kakak dan adik kandung.