UNTUK INDONESIA
Aceh Gandeng Kemenlu RI Tangani Pelajar di China
Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tiongkok, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta.
Suasana jalan setelah pemerintah Wuhan mengumumkan melarang kendaraan tidak penting di daerah pusat kota untuk membatasi penularan virus corona baru, pada hari kedua Tahun Baru Imlek, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Minggu, 26 Januari 2020. (Foto: Antara)

Banda Aceh - Pemerintah Aceh memberi perhatian serius terhadap pelajar Aceh di Kota Wuhan, China. Koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tiongkok, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta terus dilakukan untuk memastikan warga Aceh di sana dalam keadaan sehat dan aman.

“Koordinasi terus kita lakukan dengan Kemenlu RI di Jakarta dan KBRI di China," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 27 Januari 2020.

Pria yang akrap disapa SAG itu menjelaskan, dalam menangasi mahasiswa asal Tanah Rencong di Wuhan, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri akan melakukan pertemuan dengan anggota Komisi I DPR RI dan Kemenlu RI.

Pertemuan tersebut, kata SAG, untuk berkoordinasi, guna menentukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan terhadap 12 mahasiswa asal Aceh di Wuhan, China. Dia juga mengimbau agar keluarga para mahasiswa tidak resah dan panik. Sebab, Kota Wuhan saat ini dalam pengawasan khusus otoritas pemerintah di sana.

Penjemputan anak-anak Aceh di Wuhan segera dilakukan apabila kondisi sudah memungkinkan.

“Berdasarkan data terbaru dari Mulia Mardi Direktur Pemuda Pelajar Indonesia se-Tiongkok, tidak ada satupun warga Aceh di Kota Wuhan maupun kota lainnya yang dilaporkan terinfeksi virus Corona,” kata SAG.

Dia menjelaskan, Sejak Jumat 24 Januari 2020, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial sudah melakukan komunikasi dengan pelajar Aceh di Wuhan. Seluruh pelajar berharap Pemerintah Aceh menjemput mereka pulang.

"Penjemputan anak-anak Aceh di Wuhan segera dilakukan apabila kondisi sudah memungkinkan,” ujarnya.

Namun rencana itu sepertinya harus ditutup rapat untuk sementara waktu. Saat ini, kata SAG, Kota Wuhan belum boleh diakses, kecuali petugas khusus di sana. Meski demikian, Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan KBRI dan Kemenlu, karena menyangkut otoritas hubungan antarnegara.

"Alhamdulillah, KBRI memastikan stok makanan masih cukup meski harganya kini lebih mahal. Anak-anak Aceh dalam kondisi sehat walafiat," katanya.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Gubernur Aceh Fauzan Azima. Katanya, Pemerintah Aceh terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, baik di Indonesia maupun di Wuhan, untuk mengetahui kondisi terkini para pelajar Aceh di Wuhan.

“Sesuai perintah Pak Plt Gubernur, Pak Al Hudri selaku Kadinsos Aceh sudah berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kemenlu dan anggota Komisi I DPR RI. Nantinya, hasil pertemuan tersebut juga akan kami sampaikan kepada awak media,” ujarnya. []

Berita terkait
Dua Ketakutan Mahasiswa Aceh di Wuhan China
12 mahasiswa asal Aceh saat ini masih tertahan di Wuhan, China. Mereka diisolasi di asrama untuk mencegah terjangkit Virus Corona.
Cegah Corona, Pemeriksaan di Bandara Aceh Diperketat
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh mulai memperketat pemeriksaan penumpang dari luar negeri.
12 Mahasiswa Aceh Terisolasi Virus Corona di Wuhan
12 mahasiswa asal Aceh saat ini masih terjebak dengan Virus Corona di Wuhan, China.
0
Pria Aceh Hajar Istrinya yang Baru Melahirkan
Usai melahirkan seorang perempuan berulang kali disiksa oleh suaminya sendiri di Aceh.