UNTUK INDONESIA
KKB di Aceh Sempat Ancam Bunuh TNI dan Polri
Pria Aceh yang memiliki senjata api itu sebelumnya juga sempat melontarkan ancaman untuk membunuh TNI dan Polri di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang, saat memperlihatkan screnshot Facebook Armada Aceh Aceh, yang berisikan ancaman kepada TNI dan Polri, di mapolres setempat. (Foto: Tagar/Agam Khalilullah)

Lhokseumawe – Pihak Kepolisian Resor Lhokseumawe sempat melakukan kontak tembak dengan salah seorang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial AR alias Rahman Peudeng atau Teuntra Rahman.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan, pria yang memiliki senjata api itu sebelumnya juga sempat melontarkan ancaman untuk membunuh TNI dan Polri di media sosial Facebook Armada Aceh Aceh.

“Bapak Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak mengintruksikan penangkapan pelaku dengan tim gabungan terdiri dari Polda Aceh, Polres Lhokseumawe dan Polsek Sawang,” ujar Indra kepada Tagar, Kamis 5 Desember 2019.

Baca juga: Kontak Tembak Pelaku Kriminal di Aceh, Satu Tewas

Indra menambahkan, postingan tentang ancaman terhadap TNI dan Polri itu, dilakukan pada tanggal 29 Nopember 2019 sekitar pukul 21:00 WIB, melalui akun Facebook Armada Aceh Aceh milik pelaku.

Di dalam rompi itu juga terdapat sebuah bom.

Isi ancaman tersebut berupa, “Wahai TNI dan Polri, kalian harus ingat perjanjian MoU. Apabila kalian keluar dari pos jarak 500 meter membawa senjata, kami langsung menembak Polisi dan TNI dan keluarga kalian yang berada di kampung kami Demi Allah, kami TNA, tdak pilihan lain kalian telah banyak mengigkari janji-janji MOU dan jika kalian melepaskan tembakan ke kami, maka besok pagi PBB Islam Turki Usmani yang akan menyelesaikan masalah ini”.

Baca juga: Kronologis Baku Tembak KKB dan Polisi di Aceh

Pihak kepolisian menyimpan bukti screenshot ancaman yang posting di media sosial Facebook tersebut, sehingga dinilai sudah sangat meresahkan. Maka saat pelaku datang ke lokasi kejadian langsung dilakukan upaya penangkapan.

“Saat pelaku kriminal bersenjata ini datang, maka membawa senjata lengkap dan memakai rompi anti peluru. Bahkan di dalam rompi itu juga terdapat sebuah bom, saat petugas berupaya melakukan penangkapan, malah ia menembak ke arah polisi,” tutur Indra.

Baca juga: Salah Satu Alasan KKB di Aceh Bermotif Ekonomi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berinisial AR alias Rahman Peudeng, dinyatakan tewas dalam kontak tembak yang terjadi di Desa Punteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. []

Berita terkait
Budaya Menikah yang Mulai Hilang di Masyarakat Aceh
Kepala Kemenag Aceh, Daud Pakeh menyebutkan ada budaya yang hilang pada masyarakat Aceh saat hendak melakukan pernikahan.
Pria Aceh di Cambuk Dua Algojo Sebanyak 145 Kali
MT (42) pria asal Aceh Singkil, Aceh yang berstatus telah menikah dihukum cambuk karena divonis melakukan zina dengan anak di bawah umur.
Milad GAM, Polres Aceh Utara Tambah Personel BKO
Milad GAM, sebanyak 20 personel pasukan dari kesatuan Kompi 4 Jeulikat akan mengamankan wilayah Aceh Utara, Aceh.
0
Gara-gara Sampah, Pondok Suluk Terbakar di Aceh
Pondok tempat persulukan Raudhatul Salihin yang berada di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, ludes terbakar.