5 Makanan untuk Meningkatkan Metabolisme dan Energi

Asupan inijuga dapat membantu mengurangi gangguan pada berbagai proses yang terjadi didalam tubuh.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Mudah merasa lelah saat menjalani hari pertanda tubuh ada mengalami metabolisme yang lambat.

Metabolisme adalah jumlah dari semua reaksi kimia di dalam tubuh, yang mengacu pada kemampuan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi.

Semakin baik tubuh melakukan ini, semakin banyak energi dan semakin efisien kondisi tubuh.

Dilansir dari Daily Life, berikut 5 makanan untuk meningkatkan metabolisme dan energi dalam tubuh:


1. Telur

Telur mengandung asam amino yang disebut leusin. Leusin membantu dan merangsang produksi energi dalam berbagai cara.

Asam amino ini membantu sel untuk mengambil glukosa, yang diperlukan untuk produksi energi sel.

Juga membantu memberi sinyal pada tubuh untuk memecah lemak, yang merupakan cara yang bagus untuk menurunkan berat badan.

Protein pada telur berkontribusi pada energi berkelanjutan selama berjam-jam setelah memakannya.

Telur juga tinggi vitamin B, untuk meningkatkan energi dengan membantu tubuh memecah makanan dengan lebih baik.


2. Paprika

Penelitian menunjukkan bahwa paprika menawarkan peningkatan metabolisme. Dengan kandungan senyawa didalamnya.

Selain itu, paprika membantu mengurangi peradangan, yang dapat berkontribusi pada fungsi dan energi yang lebih baik secara keseluruhan.


3. Jahe

Jahe membantu meningkatkan metabolisme, bahkan membantu meningkatkan suhu tubuh (bagi orang dengan tiroid yang kurang aktif).

Jahe membantu mengurangi peradangan. Ketika peradangan dalam tubuh tinggi, sistem dan sel bekerja untuk menghasilkan energi yang cukup.

Jahe juga membantu menjaga tubuh dalam kondisi prima. Bagi yang memiliki masalah perut, jahe terkenal karena efeknya yang menenangkan saat mual dan masalah pencernaan.


4. Alpukat

Alpukat penuh dengan lemak baik, lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Tubuh membutuhkan lemak agar berfungsi optimal.

Lemak diperlukan untuk membangun membran sel, membantu pembekuan darah, membantu fungsi otot.

Meningkatkan metabolisme bagus untuk menurunkan peradangan.

Ini juga dapat membantu mengurangi gangguan pada berbagai proses yang terjadi didalam tubuh, dan membantu produksi energi.


5. Lentil dan Kacang-kacangan

Studi menunjukkan bahwa makan makanan seperti kacang-kacangan dan kacang polong dapat menurunkan risiko sindrom metabolik tertentu.

Seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan banyak lagi.

Juga mengandung serat yang tinggi, yang berkontribusi terhadap rasa kenyang dan mikrobioma yang baik.

Untuk membantu tubuh menghasilkan energi ditingkat yang stabil, juga membantu mempertahankan energi sepanjang hari. []


Baca Juga:


Berita terkait
5 Makanan yang Sempat Viral Selama Pandemi Covid-19
Selama pandemi ini, banyak masyarakat Indonesia yang jadi mempunyai hobi baru dan salah satunya adalah memasak. Ini makanan yang viral.
3 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet
Indeks glikemik yang tinggi membuat nasi putih mudah dan cepat untuk terpecah menjadi gula yang akan terserap oleh tubuh.
Sarung Tangan Karet Cemari Makanan Cepat Saji
Jejak bahan kimia beracun dari sarung tangan vinil telah ditemukan di makanan cepat saji di AS
0
Harga Emas Antam di Pegadaian, Kamis 23 Juni 2022
Harga emas Antam hari ini di Pegadaian, Kamis, 23 Juni 2022, untuk ukuran 1 gram mencapai Rp 1.028.000. Simak ulasannya berikut ini.