UNTUK INDONESIA
Ratusan Balita di Aceh Terkena Gizi Buruk
543 kasus anak berusia di bawa lima tahun yang mengalami gizi buruk di Aceh Utara, Aceh
Seorang Balita di Ambon meninggal di tempat pengungsian akibat gizi buruk. (Foto: Ilustrasi)

Lhokseumawe – Sepanjang tahun 2019 lalu, 543 kasus anak berusia di bawa lima tahun yang mengalami gizi buruk di Aceh Utara, Aceh. Angka tersebut mengalami peningkatan, apabila dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya tercatat sebanyak 350 kasus.

Kepala Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara Wustha, mengatakan, kasus-kasus gizi buruk itu, tercatat dalam aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Penyebabnya terjadinya gizi buruk itu banyak, salah satunya karena asupan saat ibunya mengandung.

“Kasus gizi buruk ini diketahui setelah petugas puskesmas menimbang berat atau mengukur berat badan si anak, apabila tidak sesuai dengan berat badan yang normal maka masuk dalam kategori gizi buruk. Untuk menimbangnya harus benar-benar teliti,” ujar Wustha kepada Tagar, Senin, 10 Februari 2020 di Aceh.

Wustha menambahkan, dari 543 kasus gizi buruk tersebut, maka 93 kasus diantaranya terdapat di Kecamatan Matangkuli, 59 kasus di Kecamatan Dewantara dan 53 kasus terdapat di Kecamatan Tanah Luas.

Data tentang kasus gizi buruk diperoleh dari bidan dan tim pueskesmas yang tersebar di 27 Kecamatan di Aceh Utara. Untuk menanganinya, maka petugas kesehatan telah memberikan makan bergizi kepada balita yang diduga terkena gizi buruk.

“Bukan hanya memberikan asupan makanan bergizi saja, bahkan ahli gizi juga terus mendampingi penanganan kesehatan balita tersebut. Penyebabnya terjadinya gizi buruk itu banyak, salah satunya karena asupan saat ibunya mengandung,” ujar Wustha.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara juga terus melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara melakukan penanganan gizi buruk, sehingga kasus tersebut bisa diantisipasi dengan baik.

“Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga pola makan saat sedang hamil dan konsumsi makan-makannya yang bergizi, serta bergaya hidup sehat dan bersih,” kata Wustha. []

Baca juga: 


Berita terkait
Anak Kecil Main Korek Api, 11 Rumah di Aceh Terbakar
Awalnya api hanya menyambar tumpukan kayu, tetapi akibat angin kencang, api merembet hingga ke 11 rumah warga di Aceh
Tujuh Titik Panas Kembali Terpantau di Aceh
BMKG Sultan Iskandar Muda titik panas kembali muncul akibat intensitas hujan yang rendah, menyebabkan lahan gambut menjadi kering.
Anak Gajah Ditemukan Mati di Aceh
Seekor anak gajah bernama Salma ditemukan mati di Convervation Respon Unit (CRU) Serbajati Kabupaten Aceh Timur
0
IPB Jelaskan Gejala Hewan Terinfeksi Virus Corona
Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB) Deni Noviana menjelaskan gejala hewan yang terinfeksi virus corona (Covid-19).