UNTUK INDONESIA
Polisi Patroli Udara Pantau Pelayaran Ilegal di Aceh
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali melaksanakan patroli udara dan darat guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Pejabat utama Polda Aceh bersiap-siap lepas landas di Banda Aceh, Jumat, 1 Mei 2020 untuk melakukan patroli udara di perairan Tanah Rencong. (Foto: Tagar/Dok. Ditpolairud Polda Aceh)

Banda Aceh - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali melaksanakan patroli udara dan darat pada Jumat, Mei 2020. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dir Polairud) Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Jemmy Rosdiantoro mengatakan, patroli udara dilakukan untuk mengawasi area perairan Tanah Rencong dari pelayaran ilegal.

"Pemantauan situasi pantai barat sekarang sesuai dengan perintah Bapak Kapolda Aceh untuk memperketat pengawasan pantai timur bukan berarti pantai barat tidak terawasi, pantai barat tetap kita lakukan pemantauan," kata Jemmy dalam keterangannya pada Tagar, Jumat, 1 Mei 2020 malam.

Kami imbau penumpang sesuai ajuran pemerintah agar tidak mudik, sedangkan untuk penumpang yang datang dicek kesehatannya dan dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, meski sedang dilanda wabah corona, pelayaran kapal penumpang dari Simeulue, Aceh ke Sibolga, Sumatera Utara atau sebaliknya tetap jalan. Hal ini karena belum adanya pembatasan sesuai peraturan Menteri Perhubungan RI.

"Memang dalam pemantauan saat ini Meulaboh (Aceh Barat) termasuk zona hijau sehingga kapal penyeberangan menuju dan dari Simeulue dan Sibolga tetap beroperasi serta belum ada pembatasan (sesuai permenhub), tetapi kita tetap menegakkan imbauan pemerintah untuk tidak mudik," ujar dia.

Selain patroli udara, kata Jemmy, Polda Aceh juga meningkatkan patroli jalur darat. Pada hari yang sama, patroli ini juga melibatkan Direktur Lalu-lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani.

Dalam patroli itu, pihaknya juga meninjau pos check point dan pengecekan setiap penumpang kendaraan terutama roda empat yang diduga akan melakukan mudik. Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau agar mereka mengurungkan niatnya untuk mudik.

"Kami imbau penumpang sesuai ajuran pemerintah agar tidak mudik, sedangkan untuk penumpang yang datang dicek kesehatannya dan dilakukan sesuai protokol kesehatan," ujar Jemmy.

Ia menuturkan, patroli udara dan darat akan terus dilakukan oleh Polda Aceh hingga virus corona benar-benar pulih di Indonesia. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah.

"Kegiatan ini akan terus kita lakukan sampai pemerintah menyatakan virus Covid-19 berakhir, semoga virus ini segera berakhir," ucap Jemmy.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Ery Apriyono.

Baca juga: Perairan Selat Malaka Rawan Masuk TKI Ilegal ke Aceh

Menurutnya, patroli udara dan darat oleh pejabat utama Polda Aceh untuk melihat kesiapan sekaligus koordinasi lintas sektoral antara polri dengan stakeholder lainnya dari TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, dan BNPB dalam penanganan virus corona.

"Dari hasil tinjauan di kedua pos itu didapati koordinasi antar lintas sektoral saat melaksanakan tugas sangat baik. Petugas di pos itu juga telah melakukan pemeriksaan suhu badan kepada setiap penumpang angkutan umum yang berasal dari luar daerah Aceh seperti dari Medan," ujarnya. []

Berita terkait
Pasien Positif Corona Aceh Bertambah, Jadi 11 Kasus
Pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Aceh sudah mencapai 11 orang.
Penyebab Kematian Anak Gajah Sumatera di Aceh
Kematian seekor anak gajah Sumatera di Desa Kampung Baroh Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya diduga karena keracunan.
Pasien Positif Corona di Aceh Bertambah, Total 10
Seorang pasien dalam pengawasan di Aceh kembali dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).
0
Polisi Patroli Udara Pantau Pelayaran Ilegal di Aceh
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali melaksanakan patroli udara dan darat guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.