UNTUK INDONESIA
BPS Jatim Catat Biaya Kesehatan Naik Akibat Covid-19
BPS Jawa Timur mencatat harga obat-obatan dan produk kesehatan menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen.
Kepala BPS Kota Malang Sunaryo saat jumpa pers melalui teleconference. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Surabaya - Pandemi Covid-19 atau virus corona ternyata menyebabkan biaya kesehatan di Jawa Timur mengalami kenaikan dan menyumbang inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, kelompok kesehatan menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen pada Maret 2020.

Iya. akibat Covid-19 kelompok kesehatan seperti obat-obatan dan produk kesehatan mengalami kenaikan.

Kepala BPS Jawa Timur Dadang Hardiwan membenarkan salah satu penyumbang inflasi yakni kelompok biaya kesehatan. Kenaikan tersebut krena faktor pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

"Iya. akibat Covid-19 kelompok kesehatan seperti obat-obatan dan produk kesehatan mengalami kenaikan. Tapi untuk biaya jasa kesehatan seperti rawat inap ataupun jalan tidak mengalami perubahan," tuturnya

Dadang memaparkan untuk sub kelompok obat-obatan dan produk kesehatan menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen. Sementara secara umum, kata Dadang, Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada Maret 2020. Sementara berdasarkan tahun kalender, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.

"Deflasi di Jawa Timur disebabkan karena kelompok transportasi yang turun sebesar 0,85 persen. Selain itu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga menyumbang deflasi sebesar 0,41 persen," tuturnya.

Kota Malang Alami Deflasi 0,41 Persen

Sementara BPS Kota Malang mencatat dengan turunnya dua kelompok indeks pengeluaran di tengah pandemi Covid-19 memberikan andil terjadinya deflasi sebesar 0,41 persen pada Maret 2020.

Kota Malang satu-satunya dari 8 daerah di Jawa Timur berstatus Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi. Bahkan, ini catatan positif jika dibandingkan pada Maret 2019 lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo memaparkan dua kelompok indeks pengeluaran mengalami penurunan tersebut yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,50 persen. Kemudian kelompok transportasi sebesar 3,21 persen.

"Dari semua itu, yang memberikan andil besar di sektor transportasi. Khususnya penurunan harga tiket pesawat dengan andil sebesar 0,44 persen terhadap deflasi di Kota Malang," kata dalam keterangannya melalui video conference, Rabu, 1 April 2020.

Kemudian, lanjut Sunaryo, untuk sektor makanan, minuman dan tembakau rinciannya yaitu cabai merah sebesar 49,42 persen, cabai rawit 26,61 persen dan daging ayam ras sebesar 2,4 persen.

"Ada juga dua lainnya yaitu bawang putih yang tercatat mengalami penurunan harga di Maret 2020 ini sebesar 5,78 persen dan daging sapi sebesar 0,38 persen," tuturnya.

Sementara itu, ada juga beberapa komoditas yang menghambat deflasi di Kota Malang yaitu imbas naiknya beberapa komiditas. Misalnya seperti harga emas perhiasan yang naik sebesar 7,03 persen dan gula pasir naik 7,1 persen.

Tidak hnaya itu, naiknya tarif kendaraan roda empat online naik sebesar 8,17 persen, dan biaya telepon seluler yang juga naik sebesar 1,47 persen ikut mempengaruhi deflasi.

"Komuditas seperti harga telur ayam ras yang mengalami kenaikan sebesar 1,59 persen dan susu bubuk untuk balita naik sebesar 1,65 persen ikut mempengaruhi juga," tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, Sunaryo menyampaikan Kota Malang menjadi satu-satunya kota yang mengalami deflasi di Jawa Timur. Sedangkan daerah lain tercatat mengalami inflasi berkisar mulai 0,01 persen hingga 0,34 persen.

"Dan yang paling tinggi inflasinya dialami Jember dengan 0,34 persen. Tentu, fenomena deflasi ini menjadi catatan baru bagi Kota Malang dengan melihat pada Maret di dua tahun sebelumnya tidak pernah terjadi," ucapnya. [] 

Berita terkait
Risma Alihkan Belanja Langsung ke Penanganan Corona
Pemkot Surabaya mengalihkan sejumlah anggaran belanja langsung untuk penanganan virus corona atau Covid-19 sesuai dengan Instruksi Presiden.
Warga Terdampak Corona di Malang Dijatah Rp 300 Ribu
Pemkot Malang memberikan bantuan kepada 17 ribu warga terdampak akibat virus corona dengan mendapatkan Rp 300 ribu per bulan.
Waspada Aji Mumpung Rentenir di Tengah Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada warga untuk tidak meminjam uang kepada rentenir yang saat ini memanfaatkan momen.
0
Denny Siregar: Di Balik Ngamuknya FPI
Yang ngamuk-ngamuk seperti anggota FPI itu pasti tidak paham makna puasa di bulan Ramadan ini. Makanya sibuk minta dihormati. Denny Siregar.