UNTUK INDONESIA
Warga Wae Libo Manggarai Timur Main Bacok Tetangga
Warga Wae Libo, Manggarai Timur lakukan penganiayaan terhadap tetangganya. Pemicunya diduga salah paham.
Korban penganiayaan dengan senjata tajam oleh tetangga di Manggarai Timur mendapat perawatan dari tim medis, Minggu, 9 Februari 2020. (Foto: Polsek Lamba Leda)

Manggarai Timur - Urbanus Ubun, 56 tahun menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan tetangganya sendiri Lasarus Man, 41 tahun, Minggu, 9 Februari 2020. Kesalahpahaman diduga menjadi pemicu aksi penganiayaan tersebut. 

"Keduanya beralamat di Wae Libo Kampung Rentung Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Kapolsek Lamba Leda Ipda Stanislaus Jemadu kepada Tagar, Minggu, 9 Februari 2020.

Pada saat sedang terjadi adu mulut, pelaku tiba-tiba mengayunkan parang ke arah muka korban sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian wajah.

Jemadu menjelaskan, kejadian main bacok terjadi di rumah Ubun, sekitar pukul 19.15 Wita. Bermula dari korban bertandang ke rumah Fransiskus Arman, di lingkungan kampung yang sama di Wae Libo. Setelah ngobrol, ia pamit pulang. 

"Di rumah, korban kemudian memasak sayur. Ia selama ini memang tinggal sendirian, istrinya sudah meninggal, sedangkan anaknya tinggal di Benteng Jawa," kata Jemadu.

Lebih lanjut, Jemadu membeberkan, ketika korban sedang memasak datang Lasarus Man sambil menghunus parang. Sempat terjadi percekcokan yang berpangkal tuduhan pelaku terhadap korban. Lasarus menuding Ubun memfitnah, menjelekkan dirinya di hadapan orang lain. 

"Kenapa kau menceriterakan kejelekan saya di orang lain?, tapi dibantah korban dengan menyatakan tidak melakukan hal itu," tutur Jemadu menirukan tuduhan pelaku seperti yang diceritakan korban. 

Mendengar jawaban itu, pelaku merasa tak puas dan tetap tersinggung. Ia pun membacok korban ke arah muka hingga luka cukup parah.

"Pada saat sedang terjadi adu mulut, pelaku tiba-tiba mengayunkan parang ke arah muka korban sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian wajah," jelas dia.

Melihat Ubun tak berdaya, pelaku langsung kabur. Korban kemudian pergi ke Kampung Rentung untuk meminta pertolongan kepada warga setempat.

"Pada saat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban tidak ada orang lain yeng melihat kejadian tersebut. Selain tinggal sendirian, jarak rumah korban dengan rumah warga lain cukup jauh," jelas Jemadu.

Ia menambahkan, warga bersama Bhabinkamtibmas sempat mengantar korban ke Puskesmas Benteng Jawa. Namun karena kondisinya cukup parah, maka korban dirujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai.

"Hingga saat ini pelaku belum diamankan karena melarikan diri dan masih kami cari. Situasi di kampung Rentung Desa Goreng Meni pascaterjadi kasus penganiayaan berat masih terpantau aman dan terkendali," imbuh dia. []

Baca juga:

Berita terkait
Pasutri di Makassar Dibacok dan Dibusur OTK
Ali meninggal dunia setelah dua busur tertancap didadanya. Sementara istri Ali mendapatkan perawatan usai dibacok.
Terungkap Identitas Pembacokan Brutal di Kulon Progo
Polisi mengantongi identitas pelaku pembacokan brutal di Kulon Progo. Barang bukti berupa senapan angin dan motor pelaku sudah diamankan.
Kakek di Selayar Bacok Enam Warga Hingga Kritis
Polres Takabonerate, Selayar menduga kakek IS tega membacok enam warga hingga kritis karena kerap diejek warga.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.