Tips Aman Back Up Data di Smartphone

Ada tiga penyebab utama kehilangan data di smartphone yaitu kerusakan gawai, tidak sengaja terhapus, dan serangan virus.
Ilustrasi Smartphone. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Western Digitadan Deka pada 2019 lalu, ada tiga penyebab utama kehilangan data di smartphone, yaitu kerusakan gawai (22%), tidak sengaja terhapus (21%), dan serangan virus (18%).

Salah satu solusi untuk menangani hal yang tidak diinginkan ini adalah dengan melakukan backup data. Sayangnya, tidak banyak pengguna yang sadar akan pentingnya backup data. Berikut adalah tips-tips untuk membackup dengan mudah dan aman.


Atur backup data otomatis

Backup yang baik dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Namun, hal ini pastinya akan membuang banyak waktu Anda. Oleh karena itu, gunakan cloud atau hard disk yang mempunyai fitur backup data otomatis, contohnya seperti hard disk My Passport dan My Passport Ultra milik WD. Hard disk tersebut didukung software WD Backup, yang memudahkan pengguna untuk menjadwalkan backup data otomatis, entah itu setiap beberapa hari, minggu, atau bulan sekali.


Buat pengarsipan rapi

Melakukan backup tidak boleh asal pindah data. Anda harus menyimpan foto, video, dan dokumen-dokumen penting dengan pengarsipan yang tersusun. Baiknya, arsipkan semua data setiap 2 tahun sekali, dan jika memungkinkan, pindahkan semua arsip ke perangkat yang berbeda setiap 3-5 tahun sekali. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko kerusakan perangkat.


Gunakan hardware dan software terenkripsi

Ketika melakukan transfer dari satu lokasi ke lokasi lain, file rawan hilang atau disalahgunakan. Untuk menghindari itu, gunakan hardware dan software yang terenkripsi agar file aman. Teknologi enkripsi sangat bermanfaat untuk melindungi data sensitif terkait personal maupun perusahaan. Itu sebabnya beberapa produsen storage seperti WD melengkapi semua perangkat penyimpanan dengan enkripsi canggih.


Gunakan kata sandi

Selain enkripsi, perangkat juga perlu diamankan dengan kata sandi, seperti yang dilakukan WD pada SanDisk Ultra Dual Drive Go dan SanDisk Ultra Dual Drive Luxe yang memungkinkan pengguna memindahkan file antara smartphone, tablet, dan laptop dengan USB Type-C atau Type-A. USB ini dapat diatur kata sandinya untuk mengakses file-file tertentu, sehingga data sensitif tidak akan bisa bocor ke pihak lain.


Ingat aturan 3-2-1 untuk backup data

3-2-1 adalah langkah yang dianjurkan dalam membackup data. Anda harus memiliki minimal 3x salinan data, simpan 2 salinan data di 2 lokasi yang berbeda, dan simpan 1 salinan data secara offline.

Sebagai contoh, Anda bisa membackup data ke laptop, cloud, dan smartphone, tapi pastikan untuk selalu memiliki cadangan data di 1 perangkat yang bisa diakses secara offline, seperti hard disk. Sehingga, Anda bisa mengakses data-data kapanpun dan dimanapun Anda berada.

Dilansir dari laman resmi, Western Digital merekomendasikan empat produk terbaik yang dapat digunakan untuk membackup data, yang terdiri dari 2 hard disk, yaitu WD My Passport dan WD My Passport Ultra, serta dua flash disk, yakni SanDisk Ultra Dual Drive Go USB Type-C Flash Drive dan SanDisk Ultra Dual Drive Luxe USB Type-C Flash Drive. []

(Raffly Azmi)

Berita terkait
Mulai November, Ini Smartphone yang Akan Diblokir WhatsApp
Smartphone yang diblokir dinilai sudah terlalu tua, sebab WhatApp hanya dapat beroperasi pada sistem operasi Android 4.0.4 keatas dan iOS 9.
Lithuania Perintahkan Warganya Tidak Pakai Smartphone China
Telepon popular produksi oleh China ternyata memiliki alat sensor di dalamnya yang bisa menghilangkan istilah pencarian tertentu di situs web
10 Manfaat Smartwatch Selain Petunjuk Arah atau Navigasi
Smartwatch di desain seperti jam tangan pada umumnya namun fungsinya ditingkatkan hampir menyamai ponsel.
0
Tips Aman Back Up Data di Smartphone
Ada tiga penyebab utama kehilangan data di smartphone yaitu kerusakan gawai, tidak sengaja terhapus, dan serangan virus.