UNTUK INDONESIA
Segarnya Air Terjun Ceuracheu di Hutan Aceh
Pria itu menyeka peluh, napas tersengal-sengal setelah berjalan selama 30 menit. Ia sedang menuju Air Terjun Ceuracheu di hutan Aceh.
Kesegaran air terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Avicenna Al-Moududdy menyeka tubuhnya yang dibasahi peluh. Napasnya mulai habis setelah ia berjalan kaki selama 30 menit. Pria berusia 23 tahun itu lantas memilih berteduh sejenak di bawah pohon besar.

"Jauh rupanya, tak seperti aku bayangkan," kata Avicenna dengan napas tak teratur.

Pertengahan Juni 2019, Avicenna bersama Tagar mengunjungi sebuah air terjun di pedalaman hutan Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Lokasi air terjun itu memang cukup tersembunyi. Warga di sana menyebut objek wisata alam itu, Air Terjun Ceuracheu. Lokasinya berada tepat di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Saat matahari akan terbenam di ufuk barat, dari sudut warung kopi di Kota Banda Aceh, kami bergerak menggunakan roda dua. Jarak ke lokasi air terjun itu kurang lebih 145 kilometer dari pusat ibu kota Provinsi Aceh itu atau memakan waktu 4 jam.

Dari jalan nasional Banda Aceh - Meulaboh, ada dua akses untuk mencapai lokasi ini, yakni melalui Suak, Kecamatan Darul Hikmah dan Lhoek Kruet, Kecamatan Sampoiniet. Kedua kecamatan itu masih dalam Kabupaten Aceh Jaya.

Air Terjun AcehKesegaran air terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Jika melalui Kecamatan Sampoiniet, setidaknya kita harus menempuh jarak kurang lebih 25 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 1 jam dari Lhok Kruet, ibu kota Kecamatan Sampoiniet.

Sedangkan melalui Kecamatan Darul Hikmah, jarak tempuh akan terpangkas, yaitu hanya menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 30 menit dari Suak.

Kondisi kedua akses menuju tempat wisata ini sangat sulit. Kita harus melewati tanjakan yang curam serta jalan berlumpur jika sedang musim hujan.

Jika pada siang hari, sepanjang perjalanan kita bakal disuguhkan pemandangan nan indah berupa hutan belantara, perkebunan durian, jeruk, sawit, areal persawahan dan rumah-rumah kosong tanpa penghuni.

Kata warga setempat, rumah-rumah kosong itu dulu dihuni oleh transmigran dari Pulau Jawa. Mereka datang ke Aceh untuk bekerja dan berkebun. Namun, saat konflik melanda Aceh, mereka minggat dari kawasan tersebut karena merasa terancam.

Iya, kawasan pedalaman Aceh Jaya kala itu dihuni oleh pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Maka jangan heran, jika kawasan tersebut menjadi fokus atau jalur operasi merah yang ditetapkan oleh pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Air Terjun AcehKesegaran air terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Saat Tagar tiba di Desa Krueng Ayon, suasana sudah malam. Kondisi gelap gulita dikelilingi hutan dan perkebunan warga. Penerangan hanya ada di rumah-rumah penduduk. Jam menunjukkan pukul 23.00 WIB, Tagar memilih beristirahat di rumah warga di sana.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan. Ditemani warga setempat, Tagar melewati jalanan berbatuan serta dipenuhi lobang. Jarak tempuh sekitar 5 kilometer dengan memakan waktu 15 menit.

Setiba di titik terakhir jalan yang bisa dilalui kendaraan, Tagar berjalan kaki melewati arus dan bantaran sungai yang dikelilingi hutan dan perkebunan sawit.

Dari bantaran sungai itu, telapak kaki gajah tergambar jelas. Diyakini, segerombongan gajah liar baju saja melewati kawasan itu.

"Nyo tanda bahwa banleuh dilewat gajah, tapi hana peu yo, na kamo, menyo leumah gajah enteuk langsong ek u ateuh (ini pertanda bahwa baru saja dilewati gajah, tapi jangan takut, ada kami, jika ada lihat gajah nanti langsung naik ke bukit)," kata Hendriansyah, warga setempat yang mendampingi Tagar.

Air Terjun AcehKesegaran air terjun Ceuracheu di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Hendriansyah merupakan petani sawit di desa tersebut. Pria berusia 19 tahun itu baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di kecamatan tetangga.

Cita-citanya ingin menjadi TNI, namun terhalang biaya. Kini, hari-hari ia lalui dengan membantu sang ayah menjaga perkebunan sawit dari hama gajah.

Menurut Hendriansyah, setidaknya ada 20-an gajah yang masih berkeliaran di pegunungan di kawasan itu. Pada malam hari, gajah itu turun ke kaki pegunungan dan merampas buah sawit warga.

"Saya pernah bantu ayah jaga sawit supaya tidak dirusak gajah, begitu gajah masuk perkebunan kami usir menggunakan mercon," cerita Hendriansyah, sambil berjalan menuju air terjun.

Setelah memempuh perjalanan sekitar 30 menit, Tagar tiba di air terjun setinggi 25 meter itu. Seakan, lelah akibat jauhnya perjalanan terbayar lunas ketika mendengar suara gemuruh air terjun jatuh dari bukit.

Air Terjun AcehAkses jalan menuju air terjun Ceuracheu dengan melewati arus sungai di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Gemuruh air terjun memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara burung berkicau. Objek wisata air terjun Ceuracheu memang begitu eksotis, terlebih dihimpit oleh perbukitan.

Air itu direkomendasikan menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dari kebisingan kota, ketika libur akhir pekan tiba.

Selain menawarkan kondisi alam yang masih natural, pengunjung juga bisa bermandian, sambil bercanda dengan teman. Apalagi, di sisi tebing yang ada di air terjun itu terdapat ruang yang bisa digunakan untuk melompat dengan gaya bebas, menghempaskan badan ke dalam air yang segar.

Selain bisa bersantai menikmati air terjun, tempat ini juga menjadi lokasi yang tepat untuk memancing. Banyak warga di sini yang memanfaatkannya, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga atau sekadar hobi saja. Selain memancing, banyak warga juga membawa jala untuk menangkap ikan.

"Di sini terdapat sangat banyak ikan kerling, sangat enak digoreng," tutur Hendriansyah.

Air Terjun AcehAkses jalan menuju air terjun Ceuracheu dengan melewati arus sungai di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Sekretaris Desa (Sekdes) Krueng Ayon, Mahyuddin mengatakan sepanjang jalan menuju lokasi air terjun sudah dilakukan pengerasan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, jalan itu penuh lubang besar sehingga menyebabkan banyak roda empat kandas. Jika musim hujan, akses menuju air terjun seperti kubang kerbau.

Mahyuddin mengakui air terjun Ceuracheu mempunyai potensi besar untuk destinasi wisata di Aceh. Namun sayang, hingga saat ini objek wisata itu tak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

"Saya kira objek wisata seperti ini perlu pemugaran agar banyak wisatawan yang berkunjung," kata Mahyuddin.

Hal sama diutarakan Avicenna Al-Moududdy. Wisatawan dari Banda Aceh ini menyebutkan objek wisata ini memiliki potensi luar biasa karena memiliki keindahan tersendiri, dihimpit oleh perbukitan.

Namun sayang, objek wisata air terjun Ceuracheu belum ada perhatian dari pemerintah Aceh maupun pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Buktinya, akses menuju lokasi sangat sulit.

"Untuk petunjuk arah saja masih dibuat oleh mahasiswa KPM, belum ada kesadaran dari pemerintah," kata Avicenna.

Ia berharap pemerintah setempat memberi perhatian pada objek wisata ini. Karena, Air Terjun Ceuracheu memiliki potensi yang luar biasa untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

"Jika sudah dipugar, warga sudah memiliki pekerjaan baru, bisa berjualan dan lain-lain serta wisatawan juga akan senang mengunjungi objek wisata ini," ujar Avicenna.

Selain air terjun, saat mengunjungi lokasi ini wisatawan juga bisa menikmati durian secara langsung di kebun, tak jauh dari lokasi objek wisata. Namun, durian itu hanya ada pada waktu-waktu tertentu saat musim durian tiba. []

Tulisan wisata air terjun lain:

Berita terkait
0
Idham Azis Pilih Listyo Prabowo Sebagai Kabareskrim
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menunjuk Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri.