UNTUK INDONESIA
Rapid Test, Ibu Hamil di Abdya Positif Corona
Seorang ibu hamil di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh berinisial RM diduga positif corona atau Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.
Alat yang digunakan untuk melakukan rapid test, Banda Aceh, Minggu, 19 April 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Aceh Barat Daya - Seorang ibu hamil di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh berinisial RM diduga positif corona atau Covid-19 berdasarkan hasil rapid test Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, Kamis, 30 April 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya, Safliati membenarkan hal itu. RM sudah dirawat di RSUTP Abdya sejak, Rabu, 28 April 2020 dan hasil rapid test menunjukkan positif.

"Tapi hasil itu belum bisa dinyatakan langsung benar positif corona, sebab baru hasil rapid test," kata Safliati, Jumat, 1 Mei 2020 di Aceh Barat Daya.

Menurutnya, hasil resmi corona bukan berdasarkan rapid test melainkan hasil swab test dan ibu hamil ini positif berdasarkan rapid test."Itu hasil rapid test, jadi belum pasti," katanya.

Safliati mengatakan, RM awalnya dirawat di RSUTP Abdya karena keluhan lemas dan diare. Pihak rumah sakit kemudian juga melakukan rapid test. "Kita juga tidak tahu apakah beliau pernah ada riwayat perjalanan keluar daerah," ujar Safliati.

Safliati mengimbau masyarakat tidak panik dengan kabar tersebut, sebab, masih rapid test bukan hasil resmi swab test dan bisa saja hasil swab test negatif.

"Perlu dicek lagi di Balitbangkes Aceh di Gampong Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dan kita juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan selalu menjaga kebersihan serta selalu mematuhi protokoler yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Sementara, Direktur RSUTP Abdya, Adi Arulan Munda juga membenarkan hasil positif itu masih berdasarkan hasil rapid test di RSUTP, namun  kata Adi pasien tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah.

"Akan tetapi pasien ini awalnya mengeluhkan penyakit dalam, makanya kita lakukan rapid test," katanya.

Menurut Adi, setelah dilakukan rapid test dan keluar hasilnya, pasien memutuskan berangkat ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Ke RSUZA, di sana di swab test agar lebih pasti," tuturnya.

Baca juga: Pasien Positif Corona Aceh Bertambah, Jadi 11 Kasus

Untuk diketahui, pasien positif corona dari hasil rapid test sebelumnya sudah ada satu orang ibu rumah tangga yakni warga salah satu desa di Kecamatan Manggeng dan dirawat di RSUZA Banda Aceh.

Setelah dilakukan swab test kemudian pasien dinyatakan negatif corona dan dipulangkan kembali ke Kabupaten Aceh Barat Daya. Setelah itu, pasien kembali di swap test untuk ke dua kalinya dan berubah menjadi positif dan di jemput kembali untuk dibawa ke RSUZA. []

Berita terkait
Pasien Positif Corona di Aceh Bertambah, Total 10
Seorang pasien dalam pengawasan di Aceh kembali dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).
3.724 Warga Aceh di Rapid Test, 22 Positif Corona
Sebanyak 3.724 warga Aceh telah dilakukan pemeriksaan virus corona melalui rapid test hingga hari ini, Rabu, 29 April 2020.
Selain Kesehatan, Corona Ikut Merusak Proyek di Aceh
penundaan semua paket lelang proyek maka sangat berdampak terhadap perekonomian Aceh.
0
Market Cap Unilever Bukan Indikator Kepercayaan Investor
Kapitalisasi pasar Unilever yang menyalip Bank Mandiri dan Telkom tidak bisa dijadikan indikator harapan investor.