UNTUK INDONESIA
Puluhan Pedagang Ikan di Aceh Tamiang Datangi Kantor DPRK
Protes bantuan sosial Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), puluhan pedagang ikan di Kabupaten Aceh Tamiang datangi kantor DPRK.
Para pedagang ikan pasar kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan keluhan kepada DPRK di ruang komisi I, Rabu, 23 September 2020. (Foto :Tagar/Zulfitra)

Aceh Tamiang - Puluhan pedagang ikan di Pasar Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh yang luput dari penerima bantuan sosial Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari pemerintah mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Para pedagang kecewa, karena banyak dari mereka yang berdagang ikan di Pasar Kota Kualasimpang, dan hampir keseluruhannya tidak mendapat bantuan UMKM dari pemerintah pusat. Sementara, jauh hari sebelumnya mereka telah membentuk komunitas resmi pedagang ikan, namun mereka tidak mendapat bantuan usaha kecil dari pemerintah.

"Malah kami melihat, kebanyakan yang menerima bantuan UMKM yang tidak mempunyai usaha, atau pedagang. Sementara kami yang benar pedagang tidak dapat," kata salah satu pedagang ikan, Abu Bakar, 63 tahun.

Menurutnya, penyaluran bantuan UMKM tersebut tidak transparan, dan tidak tepat sasaran. Untuk itu, mereka meminta anggota dewan agar dapat membantu dalam permasalahan tersebut.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan tersebut, pedagang ikan pasar Kota Kualasimpang juga meminta agar pedagang ikan di luar tempat yang telah ditentukan, seperti pedagang ikan yang membuka lapak berjualan di tepian jalan lintas provinsi dapat ditertibkan.

"Kami minta yang berjualan ikan di pinggir-pinggir jalan di tutup," ujar pedagang lainnya, Zahidin.

Malah kami melihat, kebanyakan yang menerima bantuan UMKM yang tidak mempunyai usaha, atau pedagang. Sementara kami yang benar pedagang tidak dapat.

Menurutnya, dengan dibiarkan para pedagang ikan di pinggir jalan tersebut terus berjualan, dapat mematikan rezeki mereka. "Yang namanya pasar ikan, di mana-mana berjualannya itu di pusatkan di satu tempat," katanya.

Menanggapi keluahan pedagang, Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan mengaku akan segera memanggil Dinas terkait, seperti Dinas perdagangan Industri dan Koperasi (Diskoperindagkop) Aceh Tamiang, dan meminta penjelasan tentang penyaluran batuan UMKM dimaksud termasuk pihak bank yang menyalurkan bantuan tersebut.

"Besok kami akan memanggil mereka terlebih dahulu," kata Irwan.

Sebab, kata dia, hal ini penting dilakukan, agar pihaknya juga dapat mengetahui duduk persoalan sebenarnya, terkait penyaluran dana bantuan UMKM ini. Karena Ia melihat, dalam penyaluran tersebut ada yang dapat, dan ada yang tidak dapat, sehingga terkesan tidak adil.

Baca juga: 

"Beberapa perwakilan pedagang juga kita hadirkan nantinya, untuk dapat mendengarkan langsung penjelasan Disperindagkop," katanya.

Selain itu, Irwan memastikan pihaknya akan segera melakukan peninjauan ke lapangan, untuk melihat langsung penerima UMKM ini, apakah prosedurnya sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah dan yang menerima bantuan UMKN ini benar-benar pedagang kecil.

"Jadi, hari ini kami masih menampung terlebih dahulu saudara - saudara kita dari pedagang ini. Kami dengarkan semua keluhan - keluhan mereka, setelah itu, baru lah besok ditindak lanjuti," ujarnya. []


Berita terkait
Kualitas Pendidikan Siswa Aceh Terendah Tingkat Nasional
Provinsi Aceh tercatat sebagai salah satu provinsi dengan skor TPS terendah secara nasional.
Karena Pandemi, Seorang Guru di Aceh Meninggal Dunia
Seorang guru di Aceh diduga meninggal dunia akibat terpapar virus corona atau Covid-19.
Kapolda Aceh Kaitkan Narkoba dan Syariat Islam
Kapolda Aceh mengaitkan peredaran narkoba dan syariat Islam di Aceh. Hal ini begitu kontradiktif.
0
Dukungan Paus Fransiskus untuk LGBT Tuai Reaksi di Filipina
Dukungan Paus Fransiskus terhadap ikatan sipil bagi pasangan sesama jenis (LGBT) menuai reaksi beragam di Filipina