UNTUK INDONESIA
Puisi Gus Mus dalam Bahasa Jawa: Bila Kutitipkan
Bila Kutitipkan, satu judul puisi karya Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. Berikut ini terjemahannya dalam bahasa Jawa.
Ilustrasi - Kerikil. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Puisi Gus Mus: Bila Kutitipkan

Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung

Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai

Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang

Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api. Tapi

Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku

Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku

Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut pahamku

Kusimpan sendiri.

Terjemahan dalam Bahasa Jawa

Puisi Gus Mus: Menawi Kula Titipaken

Menawi kula titipaken lara lapa dumateng langit
Mesti langit ngundang mendung

Menawi kula titipaken resah dumateng angin
Mesti angin menyeru badai

Menawi kula titipaken geremku dumateng segoro
Mesti segoro nggiring gelombang

Menawi kula titipaken dendam dumateng gunung
Mesti gunung nyemburaken geni.

Nanging kula simpen piyambak mendung lara lapaku
Wonten ing lebetipun langit dada kula

Kula simpen piyambak badai resahku
Wonten ing lebetipun angin desahku

Kula simpen piyembak gelombang geremku
Wonten ing lebetipun segoro kaweruhku

Kula simpen piyambak.

***

Baca juga:

Berita terkait
13 Istilah Terkait Covid-19 dalam Bahasa Jawa
Virus Corona jadi perbincangan masyarakat, di angkringan sekali pun. Untuk lebih mudah memahami ada istilah yang diterjemahkan dalam Bahasa Jawa.
100 Kalimat Padanan Bahasa Indonesia-Jawa
Anda yang bukan orang Jawa, punya sahabat orang Jawa, ini 100 kalimat padanan Bahasa Indonesia-Jawa untuk pergaulan sehari-hari.
99 Bahasa Gaul Yogyakarta yang Jarang Digunakan
Yogyakarta punya bahasa gaul tren zaman 80-90-an, namanya bahasa walikan, tapi kini jarang digunakan generasi milenial. Berikut 99 di antaranya.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.