Jakarta - Ada kesamaan antara paranormal yang juga politikus Partai Gerindra, Permadi, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana. Yakni, ketiganya kini sama-sama sedang berperkara dengan hukum.

Permadi dilaporkan pengacara bernama Fajri Safi'i ke Polda Metro Jaya, lantaran berbicara soal revolusi. Sementara Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar, Selasa, 7 Mei 2019 kemarin. Sedangkan Eggi, telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

Tiga serangkai ini memang menjadi momok bagi pemerintahan presiden Jokowi. Tindak tanduknya kerap bikin gerah sejumlah tokoh di lingkungan terdekat istana.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bahkan secara terang-terangan menyebut nama Kivlan, sebagai sosok yang menjadi alasan bagi pihaknya membentuk Tim Hukum Nasional.

Sedang beredar sekarang ajakan Pak Kivlan Zen pada tanggal 9 untuk melakukan diskualifikasi kepada pasangan 01. Lalu berikutnya ajakan merdeka, ini mau ke mana arahnya? 

"Apakah ini didiamkan, apakah ada langkah-langkah hukum dan seterusnya, maka ini perlulah tim tadi untuk melihat lebih jauh lagi sehingga kan nanti kalau terjadi langkah-langkah pendekatan yudisial atau mereka ambil tindakan yang lain, maka itu justru menimbulkan kegaduhan dan lain-lain," kata Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Mei 2019.

Akhir tahun 2016 silam, Permadi, Kivlan Zen dan Eggi Sudjana juga sama-sama diperiksa aparat dalam kurun waktu hampir bersamaan. Permadi juga dipanggil pihak Polda Metro Jaya sebagai saksi, untuk mendalami kasus dugaan makar.

Kivlan bahkan diciduk beserta barang bukti laptop dan telepon genggam, karena dianggap akan melakukan gerakan makar. Sementara Eggi Sudjana diperiksa sebagai saksi di kasus orasi musisi Ahmad Dhani pada Aksi 212. 

Permadi dipanggil sebagai saksi bersama musisi Ahmad Dhani dan aktivis pro demokrasi Sri Bintang Pamungkas. Waktu itu, paranormal yang gemar berpakaian serba hitam itu memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

Sedangkan Kivlan waktu itu ditangkap bersama beberapa tokoh lain, semisal Rizieq Shihab, Tommy Suharto, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarno Putri, Munarman dan Said Iqbal.

Serta nama lain seperti, Bachtiar Nasir, Sri Bintang Pamungkas, Eggi Sudjana, Habiburochman, Muchsin Alatas dan Firza Husein.

Kivlan diamankan oleh ratusan aparat gabungan kepolisian dan militer dari kediamannya di Perumahan Gading Griya Lestari, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 2 Desember 2016. Tidak cukup bukti dan berlaku kooperatif, membuat Kivlan dilepas beberapa hari berikutnya.

Eggi Sudjana sendiri juga memenuhi panggilan polisi waktu itu. Hanya saja, Eggi mempertanyakan pemanggilan dirinya atas kasus tersebut.

"Iya ini itikad baik dari polisi untuk memanggil para saksi, tapi saya tidak tahu siapa saja. Yang di lihat di sini nama saya sendiri," ujar Eggi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 24 November 2016. []

Baca Juga: