UNTUK INDONESIA
Penyebab Aceh Termiskin di Sumatera
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, Provinsi Aceh menjadi daerah termiskin di Pulau Sumatera dan urutan ke-6 secara nasional.
Seorang warga berdiri di depan rumah gubuknya, rumah yang tidak layak huni di Kota Lhokseumawe, Aceh. Secara geografis, letak rumah tersebut sangat dekat dengan ladang gas, jarak tempuh hanya memakan waktu 20 menit. (Foto: Tagar/M Agam Khalilullah)

Banda Aceh - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, Provinsi Aceh menjadi daerah termiskin di Pulau Sumatera atau berada pada urutan ke-6 secara nasional. Apabila dipersenkan, angka kemiskinan di Tanah Rencong mencapai 15,32 persen.

Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin menyebutkan, pemenuhan dasar merupakan indikator yang digunakan BPS dalam metodologi pengukuran kemiskinan di provinsi tersebut.

Kata dia, apabila mengacu pada metodologi tersebut, ternyata ada dua sebab utama mengapa Aceh termiskin di Sumatera. Dua penyebab itu adalah masalah pangan (komoditi makanan) dan masalah perumahan (komoditi bukan makanan).

“Ini data BPS Aceh lho, bukan data Ombudsman RI Aceh. Saya percaya data BPS akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, serta saya sudah tanyakan pula hal ini pada Kepala BPS Aceh,” ujar Taqwaddin dalam keterangan tertulis diterima Tagar, Selasa 3 Desember 2019.

Ia mengatakan, apabila penyebab kemiskinan sudah diketahui, maka akan memudahkan pemerintah Aceh dalam mengentaskan angka tersebut, baik bersifat jangka pendek, menengah maupun panjang.

Saya sering mendapat informasi bahwa beras raskin banyak yang tidak mampu ditebus oleh orang-orang miskin.

Karena itu, kata Taqwaddin, Ombudsman Aceh memberikan beberapa pilihan maupun solusi untuk mengentaskan kemiskinan di provinsi tersebut dalam waktu jangka pendek. Solusi tersebut antara lain, pemerintah harus memenuhi kebutuhan dasar pangan dan rumah bagi warga masyarakat miskin.

“Saya sering mendapat informasi bahwa beras raskin banyak yang tidak mampu ditebus oleh orang-orang miskin di pelosok pedalaman gampong, sehingga mereka terpaksa menjual kupon jatahnya tersebut ke pihak lain yang justru lebih mampu,” ujar Taqwadddin.

Terkait permasalahan ini, kata dia, maka perlu dipikirkan terkait kebijakan untuk membebaskan biaya tebus raskin bagi kaum fakir. Begitu juga dengan pembangunan dan pendistribusian rumah duafa harus segera diprioritaskan.

“Jika dua hal ini bisa diatasi pada 2020, saya yakin insyaAllah tahun 2021 Aceh tidak lagi miskin,” kata Taqwaddin.

Adapun solusi lainnya, tambah Taqwaddin, masyarakat miskin harus menjadi prioritas dan sasaran utama pemberdayaan. Menurutnya, kebijakan pemerintah Aceh ke depan harus lebih pro-poor and pro-publik.

Hal itu, kata Taqwaddin, bisa dilakukan dengan upaya pengentasan kemiskinan yang langsung menyentuh komunitas warga miskin melalui suntikan modal produktif, yang bisa digunakan untuk home industri, peternakan rakyat, pertanian, perikanan, dan lain-lain.

“Kemudian, perlu didukung dengan adanya intervensi pemerintah untuk memudahkan pemasaran segala macam hasil produksi tersebut,” ujarnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
Kontak Tembak Pelaku Kriminal di Aceh, Satu Tewas
Tim Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe menembak pelaku kriminal bersenjata berinisial AD, 37 tahun hingga tewas Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Lima Sapi Warga di Aceh, Tewas Dimangsa Harimau
Sebanyak lima sapi milik warga di Desa Leubok Pusaka, kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh tewas dimangsa oleh harimau Sumatera.
CPNS 2019, Banda Aceh Sediakan 195 Formasi
Pemerintah Kota Banda Aceh membuka 195 formasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.