UNTUK INDONESIA
Pelatih PSM Makassar Khawatir Kondisi Fisik Pemain
Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak khawatir dengan kondisi fisik pemain yang mengalami penurunan. Padahal tim menghadapi Lalenok United di Piala AFC.
Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak (kanan) khawatir dengan kondisi fisik pemain yang mengalami penurunan. Padahal tim menghadapi Lalenok United di Piala AFC. (Foto: ANTARA/Abriawan Abhe)

Makassar - Tidak semua pemain PSM Makassar dalam kondisi prima. Fisik mereka mengalami penurunan usai libur kompetisi. Bahkan sejumlah pemain masih ngos-ngosan saat menjalani latihan fisik yang diberikan pelatih Bojan Hodak. Ini yang agak mengkhawatirkan pelatih karena PSM akan melakoni playoff Piala AFC melawan Lalenok United FC, Rabu 22 Januari 2020. 

Latihan fisik menjadi fokus pelatih saat memulai latihan. Program latihan itu menjadi prioritas pelatih Hodak selama hampir seminggu terakhir sejak dirinya resmi menangani salah satu tim tertua di Indonesia

Latihan fisik ini digelar untuk mengembalikan stamina para pemain, usai menjalani liburan beberapa bulan terakhir. Apalagi tim sudah akan bertanding di kompetisi Asia

Setelah dilakukan recovery dan libur latihan, pemain baru menjalani latihan ringan. Hanya game saja

Hanya pelatih asal Kroasia ini mengaku agak khawatir karena kondisi beberapa pemain yang terlihat belum maksimal. Hanya sebagian pemain yang berada dalam kondisi bagus. 

"Beberapa pemain terlihat kelelahan karena beberapa hari terakhir ini kami lebih banyak memberi latihan fisik. Ini diprioritaskan untuk mengembalikan kebugaran pemain," kata Hodak di Makassar, Sabtu 18 Januari 2020. 

"Setelah dilakukan recovery dan libur latihan, pemain baru menjalani latihan ringan. Hanya game saja. Selanjutnya, saya akan tahu bagaimana kondisi fisik mereka," ujarnya.

Menurut dia kondisi pemain memang berbeda satu dengan yang lain. Ada pemain yang hanya butuh satu pekan untuk memulihkan kondisinya dan kembali bugar. Sebaliknya ada beberapa pemain lagi yang butuh waktu yang cukup panjang dan bahkan sampai berminggu-minggu untuk bisa kembali bugar. Situasi ini memang menjadi dilema karena tim tinggal hitungan hari untuk bertanding melawan Lalenok United.

"Ada pemain yang hanya perlu satu minggu bisa fit kembali, ada yang dua minggu. Bahkan, ada yang sampai tiga minggu untuk bisa fit kembali. Setiap pemain memang berbeda kemampuan dalam memulihkan kondisinya," ujar Hodak lagi. 

Meski ada pemain yang fisiknya masih mengkhawatikan, eks pelatih tim nasional Malaysia U-19 ini tidak punya pilihan lain. Dirinya tetap harus mempersiapkan tim menghadapi babak playoff

Tim pun sudah memasuki latihan teknik dan taktik. Ini menjadi persiapan terakhir PSM sebelum berangkat ke Bali. Pasalnya laga pertama digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.  

"Kami selanjutnya fokus latihan taktikal. Ini sebagai persiapan terakhir," kata dia lagi.  

Di laga ini, Hodak mengakui bila Lalenok United FC sedikit diuntungkan. Pasalnya tim Timor Leste ini ditangani pelatih asal Indonesia, Yantje Metmey sehingga mudah bagi mereka untuk mencari tahu informasi-informasi tentang PSM sebagai bekal mereka untuk menghadapi laga playoff AFC Cup nantinya.

"Calon lawan kami, Lalenok United FC ditangani pelatih dari Indonesia, dan saya pikir dia pasti punya teman untuk mencari tahu informasi tentang PSM," ujar dia memungkasi. []

Berita terkait
Lawan di Piala AFC Sesumbar Sejajar dengan PSM
PSM Makassar memperhitungkan Lalenok United FC yang menjadi lawan di playoff Piala AFC. Apalagi mereka sesumbar memiliki kualitas sama dengan PSM.
Tim Timor Leste, Ujian Pertama PSM di Piala AFC
PSM Makassar menghadapi ujian pertama di Piala AFC. Di laga pertama playoff, mereka menghadapi juara Liga Timor Leste, Laleno United.
Pelatih Hodak Genjot Fisik Pemain PSM Makassar
Pemain PSM Makassar kembali menjalani latihan di Stadion Andi Mattalatta dengan titik fokus latihan fisik untuk meningkatkan stamina para pemain.
0
Tidak Bayar Pajak Cukai Rokok, Warga Malang Dibui
Warga Malang berinisial LF divonis 1 tahun 6 bulan penjara karena telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 3,2 miliar.