UNTUK INDONESIA
OTT KPK, Komisioner KPU Wahyu di Mata Kolega Jateng
Komisoner KPU Wahyu Setiawan yang kena OTT KPK lama berkarir di Jawa Tengah. Sejumlah koleganya di Jawa Tengah kaget dengan penangkapan itu.
Komisioner KPK Wahyu Setiawan diduga terkena OTT KPK pada Rabu, 8 Januari 2020. (foto: goaceh.co).

Semarang - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan, mengagetkan sejumlah pihak. Tak terkecuali koleganya, saat masih berkarir di Jawa Tengah.

Wahyu Setiawan terjaring OTT KPK pada Rabu, 8 Januari 2020. Informasi yang didapat, komisioner yang bertugas di Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat ini diamankan saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Nama Wahyu di dunia politik Jawa Tengah, khususnya di penyelenggaraan pemilihan umum atau Pemilu, bukan asing. Bisa dikatakan ia telah mengabdikan di kepemiluan Jawa Tengah selama 15 tahun.

Alumni Fisip Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini menjadi komisioner KPU di Banjarnegara. Selama dua periode, yakni 2003-2008 dan 2008-2013, ia menjabat sebagai Ketua KPU Banjarnegara.

Karirnya terus menanjak, hingga menduduki posisi komisioner KPU Jawa Tengah periode 2013-2018. Puncaknya, Wahyu terpilih sebagai satu dari tujuh komisioner KPU RI oleh DPR untuk periode 2017-2022.

Salah satu koleganya semasa di KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo mengaku tak menyangka dengan kabar penangkapan Wahyu Setiawan oleh KPK. "Saya kaget," ucapnya kepada Tagar lewat pesan WhatsApp, Rabu malam, 8 Januari 2020.

Karena kalau di KPU tidak mungkin ada yang bisa dikorupsi, karena komisioner tidak memiliki kewenangan mengurusi anggaran.

Ketua KPU Jateng periode 2013-2018 tersebut punya alasan kekagetannya atas OTT tersebut. Sebagai orang yang pernah bersama-sama mengabdi di lembaga penyelenggara Pemilu, Joko menyatakan posisi komisioner di KPU tidak memungkinkan untuk melakukan kejahatan korupsi.

"Karena kalau di KPU tidak mungkin ada yang bisa dikorupsi, karena komisioner tidak memiliki kewenangan mengurusi anggaran," ucapnya.

Terlebih di mata Joko, rekan kerjanya itu merupakan sosok yang cerdas. Setiap tindakan yang diputuskan dan dilaksanakan Wahyu selalu jelas argumentasinya. Selain itu, sosok Wahyu merupakan pria pemberani.

"Setiap ada persoalan atau tekanan terhadap KPU beliau selalu pasang badan. Singkatnya, beliau sosok yang menyenangkan, baik sebagai rekan kerja maupun sebagai sahabat," terangnya.

Joko pun berharap ketika informasi itu benar, KPU bisa mengambil kebijakan agar kejadian serupa tidak terulang. "Harus menjadi pelajaran ke depan," kata dia.

Tak jauh berbeda, pendapat serupa dilontarkan mantan komisioner KPU Kota Semarang Agus Suprihanto. Anggota KPU Divisi Hukum, Kampanye, Pencalonan dan Pengawasan periode 2013-2018 mengaku Wahyu merupakan sosok yang ramah dan murah senyum.

Tapi mengenai OTT yang menimpa Wahyu, Agus merasa tidak heran. Hanya saja ia tak menyebut alasan ketidakkagetannya tersebut. "Rahasia Mas," tuturnya tersenyum.

Justru Agus kaget ketika disinggung harta kekayaan yang dimiliki Wahyu mencapai Rp 12,5 miliar. "Jika cuma gaji KPU kabupaten kota dari dulu sampai sekarang, kalau dikumpulkan juga enggak akan sampai segitu. Tapi mungkin, beliau keturunan orang kaya," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri kepada Tagar mengatakan seorang Komisioner KPU kena OTT lantaran diduga telah menerima suap. Firli tak menjelaskan secara detail terkait sosok yang ditangkap KPK. Adapun Komisioner KPU yang dimaksudkan, kata dia, berinisial WS,

"Komisioner KPU atas nama WS," ucap Firli. []

Baca juga: 

Berita terkait
Ketua KPU Janji ke KPK Buka Info Soal Wahyu Setiawan
Ketua KPU Arief Budiman berjanji tidak akan menutup-nutupi informasi yang dibutuhkan KPK demi kepentingan penyelidikan Wahyu Setiawan.
OTT KPK, Ketua KPU: Wahyu Setiawan Tugas ke Belitung
Terjaring OTT KPK, Wahyu Setiawan sepatutnya melaksanakan tugas dalam lingkup berkegiatan KPU di Bangka Belitung.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan Kena OTT KPK
KPK kembali melakukan OTT terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
0
Kapolres di Papua Diminta Amankan Pilkada dan Pengumuman CPNS
Kapolda Papua memerintahkan Polres jajarannya untuk mengamankan Pilkada dan pengumuman CPNS di wilayahnya. Ini alasannya.