Untuk Indonesia
Menteri Agama Lukman Hakim, Gagal Masuk Senayan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: lukmansaifuddin.com)

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dikabarkan tidak lolos ke Senayan, hasil itu diperoleh dari hitungan sementara internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lukman mewakili dapil Jawa Barat VI.

"Sementara hitungan kami masih nggak lolos, belum masuk hitungan," ujar Wakil Ketua Umum PPP, Mohammad Arwani Thomafi kepada Tagar Senin 6 Mei 2019.

Hasil Real count KPU, Partai PPP merupakan partai kesembilan yang lolos ke Senayan dengan persentase suara 4,18 persen, namun belum bisa dipastikan jumlah kursi DPR RI.

"Belum bisa disampaikan, karena belum masuk semua hitungannya," kata Arwani.

Diketahui, pria yang lahir di Jakarta pada 25 November 1962 itu sejak kecil telah terbiasa hidup di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Lukman rajin ikut pengajian dan belajar agama kepada sang ibunda, Solichan.

Lukman mengenyam pendidikan di sebuah pondok pesantren yaitu, Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas Dakwah, Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta.

Lukman aktif di kepengurusan NU di bidang kajian, pelatihan, dan penelitian. Melihat sepak terjangnya di dunia politik, membuatnya dilirik partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk diajukan menjadi anggota DPR RI.

Takdir berpihak kepadanya sehingga dia lolos masuk ke senayan menjadi anggota DPR RI tiga periode yakni, tahun dari tahun 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Pria tiga anak itu pernah menjabat menjadi wakil ketua MPR RI periode 2009-2014.

Karir suami Trisna Willy itu semakin melambung, Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali, yang mengundurkan diri karena terlibat kasus korupsi dana haji pada 9 juni 2014.

Anak menteri agama kesembilan, Saifuddin Zuhri itu kembali menjabat sebagai menteri agama dalam kabinet kerja pemerintahan Joko Widodo periode 2014-2019. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Kaum Ibu Buka Baju di Tobasa, Ini Kata Saut Sirait
Pandangan kritis disampaikan oleh Saut Sirait, seorang pendeta HKBP yang juga dikenal luas sebagai pegiat demokrasi.