Untuk Indonesia
Rian Ernest, Cowok Ganteng yang Diprediksi Gagal Nyaleg
Rian Ernest Tanudjaja diprediksi gagal melenggang ke Senayan dalam pemilihan legislatif 2019. Kenapa?
Rian Ernest Tanudjaja. (Foto: Facebook/RianErnestJakartaTimur)

Jakarta, (Tagar 12/2/2019) - Rian Ernest Tanudjaja calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksi gagal melaju ke Senayan dalam pemilihan legislatif 2019.

Prediksi tersebut menurut Charta Politika berdasarkan survei elektabilitas anggota DPT DKI Jakarta 1 pada 18 Januari-25 Januari 2018.

Charta Politika menyebutkan elektabilitas Rian Ernest di daerah pemilihan DKI 1 hanya mencapai 1,9 persen. Dari hasil tersebut, Ernest diprediksi gagal lolos ke parlemen.

Pria ganteng yang dikenali sebagai staf ahli Basuki Tjahaja Purnama ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta ini, mengaku tidak putus asa melihat hasil survei tersebut.

Rian Ernest TanudjajaRian Ernest Tanudjaja (kanan) dalam seragam Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Foto: Instagram/Rian Ernest Tanudjaja)

Ia menjadikan hasil survei tersebut sebagai pelecut untuk bertempur lebih giat lagi dalam merebut hati masyarakat Jakarta khususnya daerah pemilihan DKI 1.

"Kita tetap optimis. Survei itu sangat membantu dalam mengetahui medan pertempuran. Dengan hasil kemarin saya harus kerja lebih keras lagi," kata Rian Ernest saat dihubungi Tagar News, Selasa (12/2).

Rian Ernest mengatakan dirinya akan berusaha menaikan elektabilitasnya sebagai caleg DPR RI.

"Paling akan memohon supaya relawan lebih kencang lagi dan alat peraga kampanye biar lebih masif lagi," ucap dia.

Rian Ernest TanudjajaRian Ernest Tanudjaja (kiri) bersama istri. (Foto: Instagram/Rian Ernest Tanudjaja)

Ia mengatakan survei elektabilitasnya rendah karena masyarakat masih belum banyak mengenal dirinya. Namun, bukan berarti dirinya tidak berusaha untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, jelang Pemilu 2019 ini ada oknum yang tidak menyukai anggota PSI lolos dalam merebut kursi di DPR RI.

"Kendalanya mungkin ada di spanduk saya yang dirobek oleh oknum tertentu yang gak suka dengan PSI, karena PSI membawa dua misi yaitu anti korupsi dan intoleransi. Jadi karena kita ada di lawan mereka-mereka ini, jadi mereka akan terus menerus robek spanduk saya," ujarnya.

"Kalau saya masuk parlemen, mereka (oknum) akan pusing karena kita akan suarakan terus melakukan perombakan dalam politik," lanjutnya.

Rian Ernest TanudjajaRian Ernest Tanudjaja (kiri) staf ahli Ahok BTP saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. (Foto: Instagram/Rian Ernest Tanudjaja)

Rian Ernest mengatakan PSI memiliki cara berbeda dalam meyakinkan masyarakat bahwa PSI bersama calegnya pantas untuk menduduki kursi parlemen.

Tak sembarangan PSI memilih anggotanya untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPR, karena setiap anggota PSI yang berniat maju ke parlemen harus disaring lebih ketat.

lewat YouTube. Jadi kita itu mencoba menyaring kandidatnya yang baik. Dan bukan hanya pintar, tapi juga baik," ungkapnya."Kita punya nilai tambah, ditimbang dengan yang lain. Misal satu untuk menjadi caleg PSI harus lewat seleksi terbuka. Jadi akan diperiksa oleh panelis, lalu pada saat wawancaranya itu dilakukan secara live streaming lewat YouTube. Jadi kita itu mencoba menyaring kandidatnya yang baik. Dan bukan hanya pintar, tapi juga baik," ungkapnya.

Rian Ernest TanudjajaRian Ernest Tanudjaja (paling depan) dalam kesempatan mengunjungi warga Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. (Foto: Instagram/Rian Ernest Tanudjaja)

"Kalau orang-orang ini ternyata pro terhadap korupsi dan pro intelorensi, kita akan coret dari daftar caleg. Ada kok yang satu orang yang kita seleksi sebagai caleg, sudah S3, pintar, tapi kelihatan intoleran kita coret. Gak yakin parpol yang lain melakukan ini. Ini parpol pertama yang melakukan itu. Dan hanyalah PSI yang melakukan ini," ujarnya.

Ia menambahkan PSI akan selalu membawa program anti korupsi dan intoleransi untuk meyakinkan masyarakat dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Iya kita menekankan pada anti korupsi dan intoleransi. Karena itu yang menurut kami, sepuluh tahun belakang ini semakin merebak. Aktor-aktor politik gak ada kapok-kapokya melakukan korupsi, diskriminasi dan persekusi. Kami lihat hal itu memang semakin sering terjadi di masyarakat," pungkasnya. []

Berita terkait
0
Program Gojek yang Hanya Diterapkan di Yogyakarta
Gojek menghadirkan sebuah program yang hanya diterapkan di Yogyakarta yang akan memanjakan para siswa.