UNTUK INDONESIA
Profil Tsamara Amany, Sebab Gagal ke Senayan
Tsamara Amany Alatas sudah dipastikan gagal masuk ke Senayan.
Perempuan cantik ini sudah punya jabatan penting di partainya. Tsamara Amany Alatas adalah Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga merupakan calon legislatif DPR RI Dapil DKI II. (Foto: Instagram/@tsamaradki)

Jakarta - Tsamara Amany Alatas sudah dipastikan gagal masuk ke Senayan. Sebab, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gagal menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Caleg PSI seperti Giring Nidji, Tsamara Amany, dan yang lain-lainnya otomatis tidak lolos ke senayan," ujar pengamat politik, Ujang Komarudin, Selasa 30 April 2019.

Sebelum eksis di dunia politik, perempuan kelahiran Jakarta 24 Juni 1996 itu aktif di sejumlah kegiatan pemerintahan, seperti pada tahun 2015 ia sempat diundang Presiden Joko Widodo ke istana untuk menulis beberapa blog.

Pada tahun 2016, perempuan berusia 22 tahun itu pernah menjadi staf magang di Balai Kota DKI. 

Saat Ahok menjabat sebagai gubernur, ia ditunjuk sebagai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Selain itu, Tsamara pernah menjadi saksi dalam sidang uji materi persyaratan calon independen di Pilkada, yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) di Mahkamah Konstitusi.

Eksistensinya membuat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie tertarik dan menunjuknya menjadi ketua DPP bidang eksternal sejak 2017.

Menurut perempuan keturunan Arab itu, wakil rakyat kurang memahami dan peduli terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

"Sebenarnya alasannya saya turun ke politik adalah saya merasa ada gep antara rakyat dan wakil rakyat. Wakil rakyat tidak pernah turun ke bawah, tidak pernah memahami isu di daerah pemilihannya dan tidak pernah peduli dengan isu-isu masyarakat," jelasnya kepada Tagar saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Jokowi Panggil Idham Azis Soal Kasus Novel Baswedan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menanyakan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.