Menlu Inggris Tuduh Rusia Kampanye Disinformasi Vaksin

Menlu Inggris tuduh Rusia lakukan kampanye disinformasi untuk mengurangi kepercayaan publik dunia terhadap vaksin virus corona
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab (Foto: voaindonesia.com/AP).

London - Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, hari Jumat, 16 Oktober 2020, menuduh Rusia melancarkan sebuah kampanye disinformasi ke seluruh dunia yang ditujukan untuk mengurangi kepercayaan publik terhadap vaksin virus corona yang diupayakan oleh negara-negara Barat.

Raab menyebut kampanye oleh Moskow itu sebagai tindakan yang “tercela” pada saat negara-negara bersatu untuk mengatasi pandemi yang telah menewaskan lebih dari satu juta orang.

“Siapa saja yang berusaha melakukan sabotase terhadap usaha entitas yang berusaha mengembangkan vaksin melakukan perbuatan yang tercela, dan tidak bisa dibenarkan,” demikian katanya kepada Sky News.

Analis Barat mengatakan, kampanye itu, yang tampaknya menyasarkan negara-negara yang didera kasus virus corona yang tinggi, termasuk Brazil, India, dan Indonesia, tampaknya ditujukan untuk mengembangkan pasar bagi vaksin "Sputnik V" Rusia, yang oleh pakar virus Barat dikhawatirkan dikembangkan secara terburu-buru tanpa pengujian yang memadai.

Peneliti di "EUvsDisinfo", bagian dari gugus tugas "East StratCom" yang dibentuk pada 2015 oleh Uni Eropa untuk memerangi dis-informasi Rusia, mengatakan, kampanye yang sedang berlangsung ini menyebut vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi Barat sebagai “percobaan” dan menuduhnya mengandalkan “teknologi yang belum banyak diteliti dan belum diuji.”

“Narasi ini merupakan bagian dari dis-informasi pro-Kremlin ynag sedang berlangsung seputar virus corona dan ditujukan untuk mempromosikan vaksin Sputnik V dan menampilkan Rusia sebagai “pemimpin dalam pengelolaan Covid-19,” kata laporan gugus tugas Eropa itu. Kampanye Rusia itu dicirikan dengan berita palsu, manipulasi media sosial, dan penyebaran teori konspirasi.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada reporter pada Jumat di Moskow, bahwa keuntungan dari vaksin "Sputnik V" Rusia “diakui di banyak negara.” Peskov menampik tuduhan bahwa Moskow telah melancarkan kampanye dis-informasi vaksin. (jm/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Vaksinasi Virus Corona di Jerman Sebelum April 2021
Pemerintah Jerman akan mulai jelanakan vaksinasi virus corona kuartal pertama tahun 2021 atau sebelum April 2021, vaksinasi bersifat sukarela
Facebook Akan Larang Iklan Antivaksin Virus Corona
Dalam upaya mendukung vaksinasi warga dunia, seperti vaksin flu dan virus corona, Facebook akan larang iklan antivaksin
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.