Masjid Giok Nagan Raya Cocok Jadi Pusat Kebudayaan Islam

Pembangunan Masjid Batu Giok, di Ibukota Kabupaten Nagan Ray, Aceh membutuhkan total anggaran sebesar Rp 173 Miliar.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Istri, Dyah Erti Idawati, Bupati Nagan Raya, Jamin Idham beserta istri dan Dandim 0106 Nagan Raya meninjau pembangunan Masjid Giok, Nagan Raya, Jumat, 1 Januari 2021. (Foto: Tagar/Dok Humas Aceh)

Nagan Raya - Masjid Agung Baitul A’la atau Masjid Agung Nagan Raya, yang lebih dikenal sebagai Masjid Batu Giok, di Ibukota Kabupaten Nagan Raya, dinilai sangat cocok menjadi Pusat Kebudayaan Islam.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat berkunjung ke masjid yang letaknya di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Jumat, 1 Januari 2021.

Masjid dua lantai ini dibangun dengan konsep yang cukup unik. Seluruh luas lantainya dari batu giok yang dibentuk laksana marmer. Selain pada lantai, batu giok juga disemat pada tiang, bagian tertentu dinding masjid, kubah, menara dan pada sejumlah ornamen masjid lainnya. Hawa sejuk langsung menjalar ketika telapak kaki bertumpu di lantai masjid nan unik dan langka itu.

Masjid Giok berpotensi menjadi pusat kebudayaan Islam, bukan hanya sebagai tempat shalat. Pusat kebudayaan itu termasuk pusat pendidikan.

Gubernur Nova menaruh harapan agar “Masjid Giok” tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata, melainkan dapat menjadi pusat kebudayaan Islam di Aceh, khusunya Kabupaten Nagan Raya.

Di Masjid Giok itu, lanjut Nova, harus dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, museum Al Quran dan buku-buku pengetahuan dan sejarah Islam.

“Masjid Giok berpotensi menjadi pusat kebudayaan Islam, bukan hanya sebagai tempat shalat. Pusat kebudayaan itu termasuk pusat pendidikan, ada museum Al Quran,” ujar Nova.

Selain itu, Masjid Agung ini juga diharapkan menjadi destinasi wisata ziarah. Keindahan dan keunikan masjid ini diyakini akan menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun luar negeri.

“Dan sekarang plus menjadi destinasi wisata ziarah. Artinya orang bisa menikmati keindahan masjid, keindahan batu giok dan juga bisa shalat di sini," katanya.

Sementara itu, Gubernur Nova juga menjelaskan, pembangunan Masjid ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp 173 Miliar. Dari angka itu, Rp. 108 Miliar sudah digunakan. Ditambah lagi Rp. 20 Miliar anggaran yang dicairkan pada 2020. Jadi, sisa dana yang dibutuhkan untuk merampungkan Masjid ini adalah Rp. 45 Miliar.

“Saya bersama bupati akan memikirkan jalan keluar untuk menyelesaikan pembangunannya karena butuh anggaran kira-kira Rp. 45 Miliar lagi dan itu kita upayakan selambat-lambatnya akhir 2022 Insya Allah sudah terselesaikan sehingga bisa digunakan oleh jamaah,” ujarnya.

Usai meninjau Masjid, Gubernur juga melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan batu giok untuk digunakan pada lantai, tiang, hingga kubah Masjid. Jarak pabrik ini dengan Masjid hanya terpaut beberapa kilo meter saja.

Baca juga:

Di lokasi ini, Gubernur Nova bersama Bupati dan seluruh rombongan berkeliling untuk melihat langsung bongkahan batu giok yang dibelah untuk dijadikan lantai.

Pembelahan dan pengolahan batu giok dilakukan menggunakan mesin khusus yang didatangkan dari luar Aceh. Hal itu lantaran kerasnya batu giok yang disebut melebihi granit. []

Berita terkait
Malam Tahun Baru, Pengedar Sabu di Aceh Dibekuk Polisi
Dua pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis sabu ditangkap polisi saat malam pergantian tahun 2020 ke 2021 di Kota Banda Aceh.
Unsyiah Aceh Kuliah Tatap Muka Februari 2021 Mendatang
Kampus Universitas Syiah Kuala akan memulai perkuliahan tatap muka pada 15 Februari 2021 mendatang.
Guru di Nagan Raya, Aceh Diminta Kreatif Menyusun RPP
Seluruh tenaga pendidik di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nagan Raya diminta kreatif dan inovatif menyusun RPP.
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan