UNTUK INDONESIA
Lion Air Tunda Layanan Rute Domestik Berizin Khusus
Maskapai penerbangan Lion Air Group menunda layanan operasional dengan perizinan khusus pada rute domestik hingga pemberitahuan selanjutnya.
Pesawat Lion Air. (Foto: Instagram.com/@lionairgroup)

Jakarta - Maskapai penerbangan Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menunda layanan operasional dengan perizinan khusus (exemption flight) pada rute domestik, hingga pemberitahuan selanjutnya (until further notice/ UFN). 

Padahal, dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memberi izin khusus Lion Air untuk memberi layanan mulai Minggu, 3 Mei 2020 di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penundaan terjadi karena pihaknya masih membutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif, agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku serta memenuhi unsur-unsur keamanan dan keselamatan penerbangan. 

"Termasuk tidak menyebabkan penyebaran corona virus disease atau Covid-19," ujar Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi yang diterima Tagar, Selasa, 5 Mei 2020. 

Dengan penundaan tersebut, pihaknya pun meminta calon penumpang untuk melakukan refund melalui Kantor Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan saluran (channel) pembelian lainnya dimana calon penumpang membeli tiket.

"Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman yang timbul. Kepada calon tamu atau penumpang yang sudah membeli tiket pesawat udara atau memiliki reservasi perjalanan, agar melakukan proses pengembalian (refund)," ucapnya.

Baca juga: Penumpang Lion Air Meninggal, Karena Virus Corona?

Lion AirLion Air. (Foto: Instagram/@lionairgroup)

Lion Air Group kata dia, secara menyeluruh selalu berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pihak terkait, dengan harapan apabila penerbangan akan dilaksanakan dapat beroperasi lancar. 

Sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Apalagi, kata dia tujuan utama operasional perizinan khusus (exemption flight) adalah bagian wujud kesungguhan dalam membantu kemudahan mobilisasi guna melayani pebisnis bukan untuk mudik.  Tujuan penerbangan menurut dia untuk melayani hal-hal urgen, yakni sebagai berikut.

  1. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan
  2. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia
  3. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA)
  4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat
  5. Operasional angkutan kargo
  6. Operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Meski mendapat izin khusus, Lion Air Group menurutnya tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, regulator dan ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional menurut standar operasional prosedur yang memenuhi persyaratan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).

Demi upaya meyakinkan kesehatan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan sejalan proses persiapan operasional, Lion Air Group pun menurut dia senantiasa menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama pandemi Covid-19.

Ketentuan penerbangan selama Covid-19 antara lain sebagai berikut.

  1. Pengaturan jarak aman antartamu atau penumpang (physical distancing) dalam kabin pesawat pada setiap penerbangan
  2. Pemeliharaan dan perawatan pada seluruh armada (Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600) yang dijalankan secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance)
  3. Sterilisasi dan kebersihan pesawat terus dilakukan serta ditingkatkan, meliputi aircraft interior exterior cleaning (AIEC), terdiri aircraft interior cleaning (membersihkan detail setiap bagian dalam pesawat) dan aircraft exterior cleaning (membersihkan bagian luar pesawat)
  4. Rangkaian tindakan guna memastikan bahwa awak pesawat dan petugas layanan lainnya sudah mengikuti rekomendasi protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu badan, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer)
  5. Pemeriksaan kesehatan awak pesawat sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting untuk menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight)
  6. Mewajibkan setiap kru pesawat, petugas layanan darat, karyawan, tamu atau penumpang menggunakan masker
  7. Penumpang wajib memenuhi dan menunjukkan dokumen yang dibutuhkan
  8. Dan tindakan preventif lainnya. []
Berita terkait
Lion Air Dapat Izin Khusus Terbang, Apa Syaratnya?
Maskapai penerbangan Lion Air mendapat izin khusus dari Kementerian Perhubungan untuk melayani penerbangan domestik mulai 3 Mei 2020.
Physical Distancing Corona, Lion Kasih Jarak Kursi
Lion Air Group mengimplementasikan pengaturan jarak aman antar penumpang (physical distancing) untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Melawan Aturan, Diklat Pramugari Lion Air Dihentikan
Melawan aturan pemerintah, diklat pramugari lion air dihentikan, hal ini mengacu pada peraturan pemerintah terkait mengumpulkan massa.
0
Lion Air Tunda Layanan Rute Domestik Berizin Khusus
Maskapai penerbangan Lion Air Group menunda layanan operasional dengan perizinan khusus pada rute domestik hingga pemberitahuan selanjutnya.