UNTUK INDONESIA
Langkah Ganjar Buka Sekolah Virtual Dipuji Pakar Pendidikan
Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka sekolah virtual diapresiasi pakar pendidikan. Bisa selesaikan persoalan anak putus sekolah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka sekolah virtual di Boyolali dan Brebes belum lama ini. Langkah Ganjar diapresiasi para pakar pendidikan. (Foto: Tagar/Humas Pemprov Jateng)

Semarang - Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka sekolah virtual untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mendapat apresiasi dari para pakar pendidikan. Terobosan itu dinilai bisa menjawab persoalan pelajar putus sekolah.  

Pengamat pendidikan dari Universitas Katolik Soegidjapranata (Unika) Semarang, Tukiman Tarunasayoga menyatakan upaya Gubernur Jawa Tengah merupakan kabar gembira yang harus diapresiasi. 

Karena itu, kebijakan Ganjar perlu digaungkan mengingat hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi hingga tak bisa menyekolahkan anaknya.

"Ini terobosan luar biasa dan patut diapresiasi. Saya sangat mendukung langkah ini. Sekolah virtual merupakan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya," kata dia, Sabtu, 17 Oktober 2020. 

Menurut Tukiman, negara harus memenuhi hak warganya masih berusia di bawah 18 tahun, termasuk hak memperoleh pendidikan. Karena itu, penyediaan sekolah virtual tersebut merupakan bagian dari upaya negara untuk memenuhi hak pendidikan anak. 

"Apapapun yang terjadi, apakah tidak mampu atau karena faktor lain, pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi hak pendidikan anak. Dan ini yang dilakukan oleh pak Ganjar dengan membuat sekolah virtual," ucap dia. 

Sekolah virtual merupakan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Ivet Semarang, Prof Rustono. Rustono yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Jateng menegaskan, tidak boleh anak-anak usia sekolah terlantar pendidikannya hanya karena faktor ekonomi.

"Alhamdulillah ada gagasan membuat sekolah virtual ini. Dengan begitu, maka mereka mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak," tuturnya. 

Masyarakat, tambah dia, diyakini juga pasti akan senang dengan inovasi dari Gubernur Ganjar itu. Sebab memang masih banyak masyarakat di Jawa Tengah terkendala finansial dalam mengupayakan pendidikan dasar anaknya.

"Jateng daerahnya cukup besar, dan masih banyak yang memerlukan akses pendidikan. Untuk itu, saya harap sekolah virtual bisa dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke daerah-daerah terpencil," pungkasnya.

Baca juga: 

Diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo menginiasi pembukaan sekolah virtual di Boyolali dan Brebes. Sekolah ini dikhususnya untuk anak-anak dari keluarga tak mampu yang mengalami putus sekolah. Sekolah tersebut diikuti 36 siswa per sekolah, menginduk di salah satu sekolah negeri setempat. 

Tak hanya gratis, siswa sekolah virtual juga mendapat smartphone guna mendukung pembelajaran jarak jauh, termasuk mendapat beasiswa. 

Selain itu, siswa sekolah virtual akan tercatat dalam data Dapodik siswa di Dinas Pendidikan. Mereka menerima kurikulum pembelajaran yang sama dengan siswa di sekolah negeri dan akan mendapat ijazah yang diakui saat lulus. []

Berita terkait
Ganjar Buat Sekolah Virtual untuk Anak Kurang Mampu
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat sekolah virtual untuk anak dari keluarga tak mampu di Boyolali dan Brebes.
SMK Muhammadiyah Kudus Jadi Rujukan Sekolah Fiber Optik
SMK Muhammadiyah Kudus ditetapkan sebagai SMK Center of Excellent (CoE). Bidang fiber optik di jurusan TKJ jadi unggulan.
Tak Punya HP, 3 Siswa di Pekalongan Tetap Belajar di Sekolah
3 Siswa di Pekalongan terpaksa tetap berangkat dan belajar di sekolah. Mereka tak bisa ikut pembelajaran daring karena tak punya HP.
0
Langkah Ganjar Buka Sekolah Virtual Dipuji Pakar Pendidikan
Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka sekolah virtual diapresiasi pakar pendidikan. Bisa selesaikan persoalan anak putus sekolah.