UNTUK INDONESIA
Kontroversi Felix Siauw-Sinta Nuriyah tentang Jilbab
Pandangan Felix Siauw dan Sinta Nuriyah tentang jilbab di kalangan perempuan muslim, memicu perdebatan di media sosial. Anda ada di barisan mana?
Felix Siauw. (Foto: Instagram/@felixisauw)

Jakarta - Felix Siauw, seorang mualaf yang kemudian disebut ustaz membuat cuitan di Twitter yang memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen meyakini cuitan Felix tersebut ditujukan kepada Sinta Nuriyah, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sinta mengatakan perempuan muslim tidak wajib memakai jilbab.

Dan ini kata Felix Siauw di Twitter, Sabtu, 18 Januari 2020, "Nggak mau berhijab ya silakan aja, tapi ngomong 'hijab itu nggak wajib bagi muslimah', itu pernyataan yang maksa banget, udah maksiat, maksa lagi."

Felix Siauw(Foto: Screenshot Twitter Felix Siauw)

Satu di antara yang menanggapi cuitan Felix tersebut adalah Direktur Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri (PLD UIN) Sunan Kalijaga, Arif Maftuhin, di Facebook, Selasa, 21 Januari 2020.

"Saya hanya ingin menggarisbawahi imbauan senior saya, Mas Nur Hasyim. Sudah saatnya urusan aurat perempuan kita serahkan pada perempuan.

Selama berabad-abad tafsir tentang aurat perempuan lebih didominasi oleh laki-laki. Mereka yang hari ini merujuk ke literatur Fiqih pun, ketemunya juga fatwa demi fatwa para imam laki-laki.

Dominasi laki-laki, tentu saja membawa bias laki-laki. Tafsir paling 'lelaki' soal batasan aurat menempatkan perempuan satu kelas dengan setan: sumber godaan dan syahwat. Bias ini pula yang meluaskan arti aurat sampai ke suara perempuan.

Jadi, dalam hiruk pikuk soal jilbab akhir-akhir ini, tolong deh yang laki-laki minggir dulu. Yang pinter ngajinya, sudahlah. Semua yang pinter-pinter sebelum kita (laki-laki) juga sudah membahasnya. Yang mualaf dan baru belajar ngaji, sudahlah. Seberapa sih 'sucinya' dirimu dengan menyebut orang lain maksiat.

Mari kita yang laki-laki memberi ruang diskusi dan perdebatan ini kepada para perempuan. Sudah berlimpah perempuan profesor kajian Islam di negeri ini. Sudah buanyak bu nyai perempuan aaalimah di nusantara ini.

Saya sendiri enggak berani bicara soal aurat perempuan karena dua hal. Pertama, karena sudah banyak orang pinter yang menulis tentang tema ini. Kedua, karena saya masih gagal memenuhi kewajiban laki-laki dalam 'ayat-ayat jilbab' itu: nutup 'mata' (baca pandangan) saya."

Enggak juga (semua muslimah harus memakai jilbab), kalau kita mengartikan ayat dalam Alquran itu secara benar.

Sinta NuriyahSinta Nuriyah, istri Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Sebelumnya, Sinta Nuriyah berbicara tentang jilbab di YouTube channel Deddy Corbuzier, Rabu, 15 Januari 2020. Sinta mengatakan perempuan muslim tidak wajib memakai jilbab. Di sisi lain ia pun menyadari masih banyak orang yang keliru mengenai kata jilbab dan hijab.

Sinta menjelaskan hijab tidak sama dengan jilbab. "Hijab itu pembatas dari bahan-bahan yang keras seperti kayu, kalau jilbab bahan-bahan yang tipis seperti kain untuk menutup," kata Sinta kepada Deddy Corbuzier sang pembawa acara.

Ia mengatakan kalau seseorang membaca Alquran dengan benar, memang demikian adanya, perempuan muslim tidak wajib memakai jilbab. "Enggak juga (semua muslimah harus memakai jilbab), kalau kita mengartikan ayat dalam Alquran itu secara benar."

Selama ini, kata Sinta, dirinya berusaha mengartikan ayat-ayat Alquran secara kontekstual, bukan tekstual. Ia tahu banyak muslim yang keliru mengartikan ayat-ayat Alquran karena sudah melewati banyak terjemahan dari berbagai pihak yang mungkin saja memiliki kepentingan pribadi.

"Dipengaruhi adat budaya setempat, cara berpikir juga mempengaruhi pemahaman terhadap ayat-ayat agama yang bukan menjadi bahasanya, yang sama bahasanya pun bisa salah juga mengartikannya," tutur Sinta.

Inayah Wahid, putri Sinta, dalam kesempatan ini mendampingi ibunda. Inayah menyampaikan persetujuan pada pendapat Sinta. Ia mengatakan penafsir memang harus memiliki berbagai persyaratan untuk mengartikan ayat-ayat Alquran. "Enggak boleh orang menafsirkan dengan sembarangan."

Sinta dan Inayah menyadari setelah menyampaikan pandangan demikian, akan banyak yang tidak setuju, bahkan akan mendapatkan bully.  Keduanya juga tidak ingin memaksa orang untuk setuju dengan pandangan tersebut.

Dan benar. Ada netizen menyebar foto putri-putri Gus Dur dengan komentar-komentar tidak pantas. Tidak sedikit pula yang membela Sinta Nuriyah.

Niken Satyawati, seorang netizen di Facebook, termasuk berada dalam barisan pemikiran Sinta Nuriyah. Niken menulis, "Dulu pakai jilbab direpresi. Sekarang gak pakai jilbab direpresi. Kini situasi orang tidak berjilbab itu sesulit berjilbab di era '90-an. #zamanberubah #wolakwalikingjaman." []

Baca berita lain:

Berita terkait
Ketika Goenawan Mohammad Menampar Felix Siauw
Goenawan Mohammad tak mau berbicara di International Book Fair 2019 karena ada Felix Siauw di sana. Tulisan opini Denny Siregar.
Profil Felix Siauw, Aktivis HTI
Felix Yanwar Siauw merupakan seorang mualaf beretnis Tionghoa-Indonesia. Sebelum memeluk Islam, agama sebelumnya adalah Katolik.
Sinta Nuriyah dan Sekotak Kurma dari BJ Habibie
Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden keempat Gus Dur mengenang kebersamaan dengan Presiden ketiga BJ Habibie sebelum wafat pada 11 September 2019.
0
Jika Terlibat Bentrok, Mahasiswa UNM Kena Sanksi
Universitas Negeri Makassar (UNM) akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku bagi mahasiswa yang terlibat Demo bentrok.