UNTUK INDONESIA
Keluarga Mengaku Tidak Mengenal Pembunuh Demas Laira
Keluarga almarhum Demas Laira, mengaku tidak mengenal pelaku pembunuhan terhadap Demas.
Demas Laira, semasa hidup. Wartawan media online ini ditemukan tewas di Mamuju Tengah, Sulbar, dengan sejumlah luka tusukan di tubuh. Korban diduga dibunuh. (Foto: Dok Tagar/Eka Musriang)

Mamuju - Pihak keluarga mengaku sama sekali tidak mengenal ke enam pelaku yang membunuh wartawan Sulawesi Barat (Sulbar), Demas Laira, 28 tahun.

"Kami tidak mengenal siapa mereka,"kata salah satu keponakan Demas Laira, Yosgi, kepada Tagar, saat dikonfirmasi via gawainya, Rabu 21 Oktober 2020.

Kami berharap para pelaku diberi hukuman seumur hidup.

Namun, kata Yosgi, pihak keluarga Demas Laira berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan.

"Kami berharap para pelaku diberi hukuman seumur hidup,"katanya.

Baca juga:

Menanggapi kronologi pembunuhan Demas Laira, Yosgi mengungkapkan, pihak keluarga akan menanyakan lebih jelasnya kepada pihak kepolisian.

"Kalau motifnya seperti itu, kami tidak tau dan tidak mengenal para pelaku,"kata Yosgi.

Diketahui, sebelumnya ke enam pelaku menghabisi nyawa Demas Laira hanya karena persoalan sepele. Dimana menurut pelaku, Demas sempat menganggu adik perempuan pelaku saat dalam perjalanan, tanpa dirinci gangguan seperti apa yang dilakukan Demas.

"Sesaat sebelum kejadian, adik perempuan pelaku Syamsul, K, mengaku diganggu oleh korban saat dalam perjalanan,"kata Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampurno, saat menggelar konferensi pers, Rabu 21 Oktober 2020.

Eko Budi mengungkapkan bahwa K langsung menelepon Syamsul yang saat itu sedang berkumpul disebuah salon bersama lima pelaku lainnya.

"Ada yang mengejar dan ada yang menusuk. Yang menusuk dua orang. Motifnya, pelaku merasa kesal karena adiknya diganggu di jalan. Tidak ada perencanaan,"kata Eko Budi Sampurno.

Dia juga mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut spontan dilakukan keenam pelaku karena adik dan kakak dari dua orang pelaku diganggu oleh korban dalam perjalanan dari Palu.

"Jadi mereka spontan mencari dan membunuh orang yang telah menggangu saudara perempuannya,"katanya.

Lanjut Eko Budi Sampurno mengungkapkan bahwa masing-masing tersangka sudah bisa dibuktikan perannya, siapa yang mengejar, siapa yang memukul kepala korban, bahkan siapa yang menusuk.

"Sudah diakui oleh masing-masing pelaku dan dikaitkan juga dengan barang bukti,"kata Eko Budi Sampurno.

Diketahui bahwa sebanyak enam pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda, masing-masing Syamsul 32 tahun, ditangkap di Gorontalo, Nawir 30 tahun, Doni 20 tahun, Haeruddin 18 tahun, dan Ilham 19 tahun ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, serta Ali Baba 25 tahun ditangkap di Sarudu, Pasangkayu. []

Berita terkait
Honor Tenaga Kontrak di Mamuju Sulawesi Barat Belum Dibayar
Honor tenaga kontrak di lingkup Pemkab Mamuju Sulawesi Barat belum dibayar. Ini alasannya.
Keseriusan DPRD Mamuju Usut Aset Daerah Dipertanyakan
Keseriusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju Sulawesi Barat dipertanyakan. Ini alasannya.
Tarian Tradisional Sambut Cakada di Mamuju
Kampanye di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju Sulawesi Barat, Cakada Siti Sutinah Suhardi disambut tarian adat.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.