UNTUK INDONESIA
Diduga Depresi, Pemuda di Kulon Progo Gantung Diri
Seorang pemuda di Kulon Progo gantung diri, diduga depresi karena diminta ganti rugi karena kecelakaan menggunakan mobil rental.
Ilustrasi, gantung diri. (Gambar: Ist)

Kulon Progo - Seorang pemuda bernama Panji Antoro, 23 tahun, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya pada kamis malam 7 November 2019. Pemuda Warga Pedukuhan I Pleret Panjatan Kulon Progo ini diduga mengalami depresi akibat kecelakaan menggunakan mobil rental dan dituntut harus ganti rugi.

Kapolsek Panjatan AKP Gunardi Tejamurti mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Ibu Korban sepulang dari sawah melalui pintu belakang. Karena keadaan gelap, ibu korban kemudian mencari lampu senter.

Saat tengah mencari lampu senter tersebut sebenarnya ibu korban tidak sengaja menyenggol tubuh anaknya, namun karena gelap, yang bersangkutan belum tahu jika ada yang gantung diri.

Tiba dilokasi kami ikut membantu evakuasi. Kami dapat info dari warga sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah lampu menyala lanjut AKP Gunardi, ibu korban terkejut melihat anaknya menggantung di kuda kuda cor beton. Seketika itu ibu korban langsung memeluk tubuh anaknya dan teriak minta tolong.

Mendengar teriakan tersebut, kemudian warga termasuk dengan keluarga berdatangan. Oleh paman korban, tali yang digunakan untuk gantung diri langsung dipotong.

"Setelah mendapatkan laporan, kami bersama dengan Tim Inafis Polres Kulon Progo dan tim kesehatan Puskesmas, melakukan olah kejadian,"ujar AKP Gunardi Tejamurti di Kulon Progo jumat 8 November 2019.

Sementara itu Koordinator SAR linmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko mengatakan, anggotanya pertama kali mendapatkan info kejadian tersebut dari warga saat tengah melaksanakan piket malam.

Mendapatkan laporan tersebut, 3 orang Tim SAR kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengecek kebenaran informasi yang diperoleh. Tiba dilokasi sudah hadir pihak kepolisian dan memang benar ada kejadian gantung diri.

"Tiba dilokasi kami ikut membantu evakuasi. Kami dapat info dari warga sekitar pukul 20.00 WIB,"ujar Aris.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Panjatan 2 dan Tim Inavis Polres Kulon Progo tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan. Korban kemudian diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan. []

Baca juga:

Berita terkait
Warga Kecewa Ganti Rugi Lahan KA Bandara Kulon Progo
Warga terdampak pembangunan jalur KA Bandara di Kulon Progo kecewa harga tanah tidak sesuai pasaran. Warga menilai prosesnya tidak transparan.
Penderita Stunting di Kulon Progon Cukup Tinggi
Angka stunting di Kabupaten Kulon Progo cukup tinggi, yakni 14,31 persen. Ini penyebabnya
Kulon Progo Tertinggi Gangguan Jiwa di Yogyakarta
Kulon Progo peringkat pertama dalam kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sedangkan DIY provinsi tertinggi kedua di Indonesia.
0
Dua Titik Rawan Kecelakaan di Jeneponto
Ada dua titip rawan kecelakaan di Jeneponto menjadi pusat perhatian pemkab, Jasa Raharja dan kepolisian yakni di Jalan Poros Paccelang dan Karamaka