Denny Siregar: Penumpang Gelap Pandemi Covid-19

Di tengah upaya pemerintah menghentikan penyebaran penyakit Covid-19, ada penumpang gelap yang merencanakan kerusuhan besar. Denny Siregar.
Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota menangkap lima pemuda yang melakukan aksi penyebaran kebencian dengan melakukan aksi vandalisme berisi hasutan di wilayah Tangerang Kota, Sabtu, 11 April 2020. (Foto: Antara/Fianda Rassat)

Sejak awal saya paling ngeri kalau Indonesia melakukan lockdown di seluruh negara. Meskipun banyak orang yang teriak "lockdown" tanpa mengerti artinya, saya tetap bersikeras bahwa menutup diri itu membahayakan situasi, terutama di negara ini.

Jangan bandingkan dengan negara di Eropa yang rata-rata warganya sudah berpikiran maju, atau di Singapura dan China yang negaranya otoriter. Indonesia dengan model demokrasinya rentan sekali ditunggangi banyak hal, penumpang gelap di tengah usaha pemerintah menghentikan penyebaran wabah penyakit Covid-19.

Lagian ketika saya pantau, banyak yang teriak lockdown itu orang-orang yang selama ini berseberangan pemikiran. Saya semakin curiga, ada agenda besar yang mereka rancang.

Dan untungnya Presiden kita pintar. Dia tidak terjebak narasi yang dibangun lawan politiknya. Tidak ada lockdown ataupun karantina wilayah, yang ada hanya pembatasan skala besar atau PSBB.

Dan benar saja, pada akhirnya muncul kelompok macam Anarko Sindikalis ini ke permukaan.

Terima kasih untuk Bapak Polisi yang cepat bertindak dan menangkap salah satu pelakunya di Tangerang. Dan semoga negara kita tetap aman ke depan.

Kelompok Anarko ini, kalau merunut rekam jejaknya, adalah cabang gerakan internasional untuk mengacaukan negara. Basis mereka di Bandung, tapi jaringan mereka di mana-mana.

Anarko terlihat jelas waktu rusuh demo buruh di Bandung 1 Mei tahun lalu. Mereka juga dikabarkan terlibat dalam aksi kerusuhan 22 Mei dengan menggunakan seragam pelajar.

Dan munculnya mereka sebenarnya adalah fase kedua, sesudah -misalnya- pemerintah melakukan lockdown karena tekanan dan keresahan masyarakat yang lapar memuncak.

Anarko ini hanya attack dog saja. Mereka kemungkinan disewa untuk membuat kerusuhan di Indonesia, seperti kasus 22 Mei yang gagal kemarin. Di belakangnya bisa saja ada "orang-orang" yang mendanai mereka.

Sejak gagal lockdown, saya juga diserang banyak pihak karena dinilai berperan menggagalkan rencana mereka. Pembunuhan karakter dengan sebutan "penjilat" dan "buzzeRp" semakin kencang. Tujuannya supaya orang tidak percaya apa pun yang saya katakan.

Tapi itulah yang namanya perang. Di narasi tulisan pun demikian. Medsos ini bisa santai, bisa juga kejam. Tapi peduli apa, yang penting niat saya baik, bukan merusak.

Terima kasih untuk Bapak Polisi yang cepat bertindak dan menangkap salah satu pelakunya di Tangerang. Dan semoga negara kita tetap aman ke depan.

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Baca juga:

Berita terkait
Di Tangerang Pandemi Covid-19 Diprovokasi Vandalisme
Kelompok vandalisme memanfaatkan situasi pandemi Covid-19, mereka mulis kalimat provokatif di sejumlah tembok pertokoan dan fasilitas umum
4 Provokator dengan Vandalisme di Surabaya Diamankan
Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP Surabaya berhasil mengamankan empat orang provokator dengan melakukan aksi vandalisme.
Efek Covid-19, Aksi Vandalisme Terjadi di Tangerang
Ditengah pandemi Covid-19, warga Tangerang dibuat heboh dengan adanya sejumlah vandalisme di dinding pertokoan milik warga.