Denny Siregar Mengenang Birgaldo Sinaga: Aku Juga Dihantam Covid

Yang aku tidak tahu, ternyata Birgaldo Sinaga punya penyakit bawaan yang dia tidak pernah cerita. Mentalnya drop. Dia menyerah. Denny Siregar.
Birgaldo Sinaga dan Denny Siregar. (Foto: Tagar/Facebook Denny Siregar)

Jakarta - Pegiat Media Sosial Denny Siregar mengungkapkan kesedihannya kehilangan sahabatnya, Birgaldo Sinaga. Birgaldo Sinaga meninggal dunia pada Sabtu, 15 Mei 2021, karena penyakit Covid-19. Berikut ini ungkapan Denny Siregar.

"Bro, lu kenapa?" Tanya Birgaldo waktu melihat aku minum banyak sekali ramuan dari seorang ahli kesehatan.

"Gua divonis penyumbatan, bro," kataku. Birgaldo diam. Aku menyesal, ah ngapain aku kasih tahu ya, pasti keluar tulisan dia deh. Dan benar saja, tidak berapa lama tulisan mendayu-dayu Birgaldo keluar. Tulisan yang aku bilang "lebay".

Tulisan itu viral. Dan ramai-ramai orang mendesakku operasi. Sekumpulan dokter sebuah RS mencariku untuk operasi. Aku menolak. Sampai akhirnya datanglah telepon seorang tokoh yang sudah kuanggap bapakku sendiri, memerintahkan segera operasi, semua biaya sudah di-cover. Mau ngomong apa lagi?

Aku dioperasi. Tiga ring.

Birgaldo mau jadi politisi. Dia mengira di situlah jalan hidupnya. Aku mencoba mencarikan jalannya, tapi sayang dia belum berjodoh. Dia marah karena gagal. Aku marah karena dia tidak ikut apa yang aku katakan.

Kami berpisah di tengah jalan dengan kemarahan yang terpendam. Anehnya, meski begitu, kami saling menanyakan kabar dengan gengsi lewat Eko Kuntadhi. Mirip anak kecil yang jotakan.

Tiba-tiba kudengar dia sakit. Covid. Ah sembuh bentar lagi, pikirku. Nanti kalau sembuh, aku pengen bertegur sapa dengan dia lagi.

Sebelum Birgaldo, aku sendiri pernah dihantam Covid. Seminggu lebih isolasi diri. Sendiri. Gila ini penyakit, panasnya beda. Seperti ada bara di seluruh badan. Remuk redam. Halusinasi bayangan orang mati. Covid membuat mental drop ke dasar. Tapi aku tidak mau menyerah. Kuteriakkan dengan nada lemah, "Woi, Covid. Teruskan, kita lihat siapa yang paling akhir bertahan."

Banyak temanku yang mengira aku sudah lewat karena ringku. Alhamdulillah, aku sehat sampai sekarang. Dan kupompakan semangat ini ke Birgaldo waktu dia terkena. "Tenang, bro. Kita lewati fasenya."

Yang aku tidak tahu, ternyata Birgaldo punya penyakit bawaan yang dia tidak pernah cerita. Mentalnya drop dan dia menyerah. Imunnya turun. Hari ini, Sabtu, 15 Mei 2021,  jam 6 pagi, kudengar dia sudah pergi. Covid tertawa menang.

Aku terduduk lemas. Sedihnya sampai sekarang terasa. Aku tidak benar-benar marah kepadanya. Aku yakin Birgaldo juga begitu. Kata Sujiwo Tejo, kerinduan paling dahsyat adalah ketika dua orang tidak saling komunikasi, tapi mereka tetap mendoakan.

Aku menyesal. Kenapa tidak kutelepon dia? Kenapa aku harus gengsi menyapa? Kenapa? Kenapa? Dan banyak lagi penyesalan yang menyesak di dada.

Yang aku tidak tahu, ternyata Birgaldo punya penyakit bawaan yang dia tidak pernah cerita.


Selamat jalan, bro. Sahabatku. Sebenarnya untuk menulis pun aku sudah tidak mampu. Deras air mataku. Semalaman aku tidak bisa tidur karena gelisah. Mungkin malam itu kau datang, mengucapkan salam berpisah. Aku saja yang orangnya kurang peka.

Ah, aku rindu tulisan lebaymu. Tulislah yang banyak dengan gaya mendayu-dayu. Akan ku-like semua postinganmu, meski selalu kuejek dengan mesra, "Ini nulis tapi kok fotomu terpampang mulu."

Selamat jalan, bro. Bahkan kopi pun terasa sangat pahit di lidah.


Birgaldo Sinaga
Aktivis Media Sosial Birgaldo Sinaga. (Foto: Tagar/Instagram @basukibtp)


Pesan Terakhir Birgaldo untuk Istri dan Anak

Birgaldo Sinaga, seorang aktivis yang sering menuliskan pemikirannya di media sosial. Ia terkenal di kalangan netizen yang mengikuti tulisan-tulisannya. 

Pada Rabu, 12 Mei 2021, Birgaldo menceritakan penyakitnya di akun Twitter, "Lama saya berpikir untuk menulis ini. Haruskah saya beritahu keadaan saya? Sudah 10 hari demam tinggi, mual, nyeri linu-linu, pusing, batuk parah, dan akhirnya harus saya katakan saya positif kena Covid-19."

Birgaldo pada Rabu juga mengunggah foto dirinya sedang diinfus di akun Instagram @birgaldo_sinaga. Bersama unggahan foto, Birgaldo menulis, "Man teman seperjuangan, kondisi saya sedikit ngedrop. Napas sesak. Batuk bercampur darah. Doakan yang terbaik ya. Terima kasih. God bless you."

Ia juga mengunggah foto dirinya bersama istri dan anak sedang bersepeda. Bersama unggahan ini Birgaldo menulis, "I love you so much mami dan anakku Kathrine. Maafkan kalau papi selalu buat salah ya. Meninggalkan kalian selalu." []


Baca juga: Birgaldo Sinaga, Seleb Media Sosial Meninggal Karena Penyakit Itu






Berita terkait
Polisi: Pemudik Masuk Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19
Polri mengatakan, mulai hari Minggu nanti orang yang masuk ke Jakarta harus bawa surat antigen dari daerah mudik mereka.
Kasus Covid-19 Singapura Bisa Gagalkan Gelembung Perjalanan
Gelembung perjalanan (travel bubble) antara Hong Kong dan Singapura yang akan dimulai pada 26 Mei 2021 “berpeluang besar” ditangguhkan
Negara Kaya Didesak Sumbang Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin
WHO imbau negara-negara kaya untuk membatalkan rencana vaksinasi Covid-19 bagi kawula muda untuk disumbangkan ke negara-negara miskin
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.