UNTUK INDONESIA
Denny Siregar: Anies Baswedan di Pusaran Interpelasi
Sepertinya ke depan akan banyak model interpelasi akan diberikan kepada Anies Baswedan. Tapi ini juga tidak mudah. Tulisan opini Denny Siregar.
Anies Baswedan. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Sudah hampir dua tahun Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selama ini kebijakannya banyak yang kontroversial dan mengundang pro dan kontra. Mulai dari waring item sampai patung bambu yang menelan biaya lebih dari 500 juta rupiah.

Salah satu kebijakan Anies yang kontroversial adalah membiarkan pedagang menguasai jalan. Terutama di daerah Tanah Abang. Tanah Abang sempat rapi ketika ditertibkan di zaman Jokowi dan diteruskan Ahok.

Masuk pada masa Anies Baswedan, kebijakan menjadi longgar dan PKL kemudian masuk lagi ke sana dan memenuhi jalan-jalan yang sebelumnya sudah dibersihkan. Daerah Tanah Abang kembali macet dan seperti tak punya hukum.

Ini memicu seorang anggota DPRD dari Partai Solidaritas Indonesia, William Aditya Sarana, untuk menggugat kebijakan Anies di Tanah Abang. Dan dia menang. Mahkamah Agung menyetujui gugatan William dan meminta Pemprov DKI mengembalikan kembali kondisi Tanah Abang seperti semula.

Sepertinya ke depan akan banyak model interpelasi akan diberikan kepada Anies Baswedan.

Tapi Anies mengacuhkan keputusan MA itu. Dia beranggapan bahwa apa yang dia lakukan adalah memberi rakyat kecil, seperti PKL, kesempatan untuk mencari makan. Bahkan Anies menyebut bahwa putusan MA itu sudah kedaluarsa.

Hal inilah yang membuat William mencoba mengajukan hak interpelasi kepada Anies Baswedan. Hak interpelasi itu adalah hak meminta keterangan.

Ini bukan satu-satunya interpelasi yang sedang dihadapi Anies.

DPRD DKI juga sedang mempertimbangkan untuk mengajukan interpelasi kepada Anies masalah IMB reklamasi. Tapi entah kapan mereka mau mengajukan itu.

Sepertinya ke depan akan banyak model interpelasi akan diberikan kepada Anies Baswedan. Tapi ini juga tidak mudah. Ada beberapa partai yang dengan sadar menjadi "benteng" membela Anies dan kebijakannya. Seperti Partai NasDem.

Dan PSI hanyalah partai kecil yang mencoba menyerangnya.

Ini momen menarik bagi PSI yang dulu berjanji dalam kampanye akan mempertontonkan kemampuan mereka dalam mengkritisi kebijakan eksekutif. Mampukah mereka menyeret Anies dengan hak interpelasi? Atau PSI akan kalah oleh kekuatan yang membentengi?

Mari kita tonton sambil seruput kopi.

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Baca juga:

Berita terkait
Denny Siregar: Pesta Babi di Danau Toba
Ide pesta babi bagi saya seperti perlawanan terhadap rencana besar untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi halal. Tulisan Denny Siregar.
Denny Siregar: Susi yang Dicinta Sekaligus Dibenci
Susi Pudjiastuti sejak kehadirannya sebagai menteri sudah kontroversial. Ia menabrak semua imej tentang pejabat Indonesia. Tulisan Denny Siregar.
Denny Siregar: Panglima TNI, Titik Lemah Jokowi
Sejak Panglima TNI dijabat Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ada dua peristiwa besar yang terjadi di Papua. Tulisan opini Denny Siregar.
0
Surat untuk Tjahjo Kumolo: ASN Radikal, Pecat
Yang urgen dilakukan Menpan RB RI Tjahjo Kumolo adalah mengharuskan seluruh ASN di Indonesia tanda tangan setia Pancasila. Yang tidak mau, pecat.