UNTUK INDONESIA
Demokrat ke KPK: Kasus Harun Masiku Super Premium
Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat menilai dari sekian banyak masalah KPK, kasus yang menjerat caleg PDIP Harun Masiku tergolong premium.
Rapat Dengar Pendapat KPK dengan Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020. (Foto: Tagar/Fernando P)

Jakarta - Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman menilai dari sekian banyak persoalan rasuah yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kasus yang menjerat calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku paling mencuri perhatian. Benny menganalogikan kasus tersebut dalam tingkatan premium.

"Ada sepuluh kasus premium, ada satu kasus yang super premium. Saya mau sebut, teman-teman ini sungkan (menyebutnya). Satu kasus premium itu adalah kasus Harun Masiku," katanya saat rapat dengar pendapat dengan KPK di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020.

Jangan ada kesan Masiku dan partai penguasa, lalu KPK lumpuh.

Sebab itu Benny mendorong agar Ketua KPK Firli Bahuri segera mengungkap keberadaan Harun yang kini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK. Dia berharap pemimpin KPK 2019-2023 dapat menunjukkan taringnya menjalankan lembaga antirasuah dengan menampik kesan disetir pemerintah dan partai politik.

"Jangan ada kesan Masiku dan partai penguasa, lalu KPK lumpuh. itu saja. Inilah momentum KPK menunjukkan punya otonomi atau tidak di bawah tekanan kekuasaan atau tidak," ujarnya.

Dalam kesempatan memberikan pertanyaan kepada Ketua KPK, Benny terlihat beberapakali melontarkan kata-kata sindiran terkait pencarian Harun yang masih menemui jalan buntu.

"Saya sudah membaca surat penjelasan Pak Ketua KPK, siapa yang melihat Masiku, siapa yang berhasil menangkap Harun Masiku. Gitu ya, oh bukan ya," kata Benny.

"Saya sedih sekali, saya yakin kalau Masiku ada di republik ini. Ya saya tahu pasti, ya kita semua apalagi pimpinan KPK, apalagi ketua dewas tahu di mana Masiku tinggal. Oh enggak ya?" ujarnya.

Benny prihatin dengan kinerja KPK yang dipimpin jenderal bintang tiga aktif di Polri tersebut. Menurut Benny, penangkapan buron rasuah tak perlu memakan waktu lama bila keberadaan pelaku terorisme saja gampang tersendus aparat penegak hukum di Indonesia.

"Maksud saya Pak, masa orang kayak Masiku ini tidak bisa kita temukan pak. Sedih saya. Kasus teroris besar itu 3x24 jam gampang sekali dapatnya. Masa Masiku, aduh," kata Benny.

Dia kemudian menuding politikus partai berlogo banteng itu sengaja disembunyikan. "Pak, tolonglah Masiku ini jangan terus disembunyikan. Tangkap dia sudah, ya," ucapnya.

Mendengar pernyataan itu, Firli terlihat beradu argumen dengan Benny. Namun, tidak jelas apa yang diucapkan oleh Firli. "Ya bisa saja tuhan yang menyembunyikan dia atau setan yang sembunyikan Masiku ya kan? Mau siapa lagi," tutur Benny.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan anggota Badan Pengawas Pemilu Agustiani Tio Fridelina diduga sebagai penerima suap. Sedangkan caleg daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I, Harun Masiku dan Saeful Bahri sebagai penerima suap.

Semua tersangka kecuali Harun telah diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang digelar pada Rabu, 8 Januari 2020. Harun yang berada dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK saat ini masih berstatus buron. 

Berita terkait
Dewas KPK Lepas Tangan Pencarian Harun Masiku
Dewas KPK lepas tangan pencarian tersangka dugaan suap penetapan anggota DPR 2019-2024 Harun Masiku.
Bukan Lagi Harun Masiku vs KPK, Tapi PDIP vs KPK
Sekarang bukan lagi Harun Masiku vs KPK, tapi PDIP vs KPK. Soal masalah rasuah penetapan anggota DPR periode 2019-2024 dalam mekanisme PAW.
Keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK: Gak Gampang Ya
Ketua KPK Firli Bahuri mengaku tak gampang menemukan tersangka kasus suap penetapan anggota DPR, Harun Masiku
0
Mobil Rombongan Mahasiswa Kecelakaan di Subulussalam
Rombongan mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh mengalami kecelakaan di Subulussalam, Aceh.