Jakarta - Batu beterbangan ke arah polisi dibalas tembakan gas air mata. Pemandangan ini terjadi di Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Barat, Rabu 22 Mei 2019 saat terjadi bentrokan antara massa pendemo dan aparat kepolisian. 

Kejadian itu merupakan buntut dari pembubaran demonstrasi massa di Bawaslu pada Selasa 21 Mei 2019.

Rabu tepat pukul 12.35 WIB massa mencoba memukul mundur petugas kepolisian yang bersiaga di sekitar area Petamburan. 

"Polisi bubar, polisi pergi dari sini, kami tidak ingin diperlakukan seperti ini, kami juga manusia!" teriak seseorang dari kerumunan massa kepada polisi.

Mereka melemparkan batu dan barang-barang yang ada di sekitar lokasi ke arah aparat, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata dari anggota Brimob yang memaksa untuk membubarkan massa.

Suara dentuman ledakan dari tembakan gas air mata terdengar setiap kali massa mencoba menyerang petugas keamanan. Jalan arah perempatan antara Petamburan dan Tanah Abang saat itu diselimuti kabut tebal dari asap pembakaran ban dan benda-benda lain bercampur asap dari gas air mata.

Polisi bubar, polisi pergi dari sini, kami tidak ingin diperlakukan seperti ini, kami juga manusia!

Brimob vs MassaMassa yang merasa terkepung melempari aparat Brimob dengan batu dan benda-benda yang ada di sekitar lokasi. (Foto: Tagar/Rommy Yudhistira)

Sementara itu masjid di sekitar lokasi difungsikan untuk menampung sejumlah massa yang sesak akibat menghirup gas air mata.

Anggota TNI menjaga gedung-gedung di sekitar tempat terjadinya bentrokan. Pantauan Tagar, akses jalan menuju Tanah Abang lumpuh total, puing-puing berserakan dan sisa pembakaran di sepanjang Tanah Abang menuju Petamburan.

Bukan Warga Petamburan

Menurut penuturan warga, massa yang terlibat bentrok dengan aparat keamanan bukan dari warga Petamburan, melainkan dari luar daerah. 

"Ini bukan warga asli sini, kebanyakan dari mereka pendatang dari Banten dan Tangerang yang kemarin demo di Bawaslu. Nah ini larinya pada ke sini," ungkap seorang warga di lokasi.

Eko (27) berasal dari Bogor, Jawa Barat, mengisahkan dirinya bisa sampai terjebak dalam kericuhan yang terjadi.

"Saya datang sama teman ada 25 orang, sampai sini (Jakarta) sore kemarin, langsung ikut aksi demo di depan Bawaslu, nah pas jam 11 malam keadaan mulai rusuh, saya ikut lari dengan pendemo lain ke arah sini. Setibanya di sini saya bingung mau pulang, karena jalan-jalan menuju tempat saya dan rombongan berkumpul ditutup oleh Brimob," ungkapnya.

Sebelumnya aparat kepolisian memaksa massa untuk mundur dari Jalan Thamrin hingga ke Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan pada pukul 07.00 WIB, Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat, ditutup oleh petugas kepolisian karena kerusuhan yang terjadi pada Rabu dini hari.

"Massa yang tadi (di Bawaslu) sudah terurai pukul 03.00 WIB oleh petugas. Dari insiden itu, Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang yang diduga provokator dan saat ini sedang kita dalami," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.

Pihak kepolisian sudah mengamankan 69 terduga provokator pada peristiwa kericuhan yang terjadi di Bawaslu hingga merembet ke Jalan KS Tubun, Petamburan.

"Kami sudah amankan 11 orang dari ratusan massa yang didguga provokator. Saat ini masih kita dalami di Polda Metro Jaya," jelas Iqbal. []

Baca juga: