Indonesia
Banyak Pejabat Aceh Pakai Mobnas Buat Urusan Pribadi
Diungkap sejumlah pejabat Aceh gunakan mobil plat merah masuk ke Medan di akhir pekan.
Mobil Dinas buat mudik. (Foto: istimewa).

Banda Aceh - Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh mengungkap setiap Sabtu dan Minggu, sejumlah pejabat Aceh gunakan mobil plat merah masuk ke Medan, Sumatera Utara. Diduga mereka 'keluyuran' dengan memanfaatkan mobil milik negara tersebut.

Kepala Bidang Pengawasan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Aidil Kamal mengutarakan itu saat menjadi pemateri pada Loka Karya Ulama Umara Bidang Muamalah MPU Aceh Tahun 2019 di kantor MPU setempat, Selasa 16 Juli 2019.

"Banyak yang memanfaatkan fasilitas negara, banyak mobil plat merah ke Medan tanpa alasan jelas," kata Aidil.

Aidil menjelaskan, itu mereka ketahui setelah menggelar razia mendadak di perbatasan Aceh-Sumut beberapa waktu lalu. Razia itu juga melibatkan TNI dan Polri.

Kata Aidil, selama kurang lebih tiga jam razia berlangsung, puluhan mobil berplat merah melewati kawasan itu dan diberhentikan petugas. Saat diberhentikan, kata Aidil, para pejabat tersebut tidak mampu menunjukkan surat tugas ke luar daerah dari instansi mereka bekerja.

WH di perbatasan harus diperkuat, menyangkut masalah kualitas dan kuantitas, sehingga bisa bekerja maksimal menjalankan syariat Islam

"Kami tidak menangkap, tapi cari kebenaran berdasarkan laporan masyarakat selama ini, ternyata benar, kami menemukan puluhan kasus," katanya.

Menurut Aidil, untuk ke depan razia-razia serupa juga penting dilakukan dan bagi yang tertangkap perlu dilakukan pembinaan.

"WH di perbatasan harus diperkuat, menyangkut masalah kualitas dan kuantitas, sehingga bisa bekerja maksimal menjalankan syariat Islam di Aceh," kata Aidil.

Selain itu, Aidil juga memandang perlu adanya penambahan anggaran jajaran Satpol PP dan WH di seluruh Aceh. Ini sangat penting untuk kelancaran penindakan setiap ada kasus yang melanggar syariat Islam.

Selama ini, kata Aidil, kucuran anggaran untuk Satpol PP dan WH tergolong sedikit. Demikian juga dengan sarana dan prasarana.

"Kita juga kekurangan mobil, seperti kejadian beberapa waktu lalu saat tahanan dibawa ke Aceh Besar dari Banda Aceh sempat beberapa kali mogok sehingga tahanan itu harus turun dari mobil dan mendorongnya," keluh Aidil. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Ephorus HKBP: Mengasihi Bukan Hanya kepada Seagama
Ephorus HKBP yang tiba di kompleks gereja disambut alim ulama, tokoh Betawi dan para pemuda Betawi yang merupakan warga daerah sekitar gereja.