UNTUK INDONESIA
Aksi Demo Hong Kong, Sekolah dan Kampus Diliburkan
Eskalasi kekerasan di Hong Kong yang dipicu aksi demo mengkhawatirkan kalangan pendidikn. Sejumlah universitas dan sekolah diliburkan.
Para mahasiswa di China University menghalau polisi yang berusaha masuk kampus dengan melemparkan batu bata. Polisi membalasnya dengan menembakkan gas air mata. (Foto:BBC|Reuters)

Jakarta - Eskalasi kekerasan di Hong Kong yang dipicu aksi unjuk rasa pro demokrasi membuat kalangan lembaga pendidikan khawatir dengan keselamatan mereka dan anak didik. Sejumlah sekolah dan universitas meliburkan siswa dan mahasiswa untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Banyak jadwal kereta api yang terpaksa tidak beroperasi, sebab polisi mengejar para demonstrans yang mungkin menyelinap diantara penumpang. Untuk menghindari jatuh korban penumpang, kereta api tidak berjalan. Ini membuat terjadi antrean panjang di beberapa stasiun.

Seperti diberitakan dari BBC News, Selasa 12 November 2019, bentrokan meletus di Chinese University Hong Kong. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi demo. Pada Senin sebelumnya, polisi menembak seorang pendemo yang terkena di dadanya. Hingga kini belum diketahui nasib pria yang terkena tembakan itu. Kekerasan lain terjadi ketika seseorang dibakar oleh pendemo anti pemerintah. Namun belum ada satu pun yang ditangkap atas insiden yang terjadi itu.

Pihak sekolah sudah menyampaikan kepada orang tua siswa atau mahasiswa alasan diliburkan karena faktor keamanan. Sebuah yayasan sekolah berbahasa Inggris dalam pengumumannya menyebutkan,"Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan staf dan murid, maka hari ini sekolah diliburkan. Siswa tidak boleh pergi ke sekolah."

Demonstrans musuh rakyat

Hal yang sama juga dilakukan sebuah sekolah dasar yang menyampaikan pengumuman bahwa sekolah terpaksa diliburkan karena ada konflik serius yang bisa mengancam keselamatan. Sekolah itu juga menyebutkan kemungkinan gas air mata bisa mengganggu penglihatan.

Pimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan hak sekolah untuk meliburkan muridnya demi faktor keamaman. "Meskipun ada kerusuhan, tidak ada sanksi untuk sekolah yang menutup kelasnya."

Demo Hong KongPara pendemo membuat blokade jalan di dekat China University agar polisi tidak bisa mendekat. (Foto: BBC|Reuters)

Sementara itu, polisi anti huru hara menembakkan gas air mata kepada kerumuman mahasiswa di City University, Selasa pagi. Bentrokan antara polisi dan mahasiswa terus berlanjut sepanjang hari. Polisi terus menggunakan gas air mata untuk mencoba membubarkan para demonstrans. Sebuah mobil van dibakar untuk memblokir jalan.

Demonstran Musuh Rakyat

Para mahasiswa di China University menghalau polisi yang berusaha masuk kampus dengan melemparkan batu bata. Polisi membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Pada Senin lalu, ada 260 pendemo yang ditangkap polisi. Menurut polisi, jumlah pendemo yang sudah ditangkap sejak kerusuhan terjadi pada Juni lalu mencapai 3.000 orang. Dalam konferensi pers, Carie Lam menyebut para demonstrans itu merupakan musuh rakyat.

Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situsi Hong Kong yang makin memanas. AS menyerukan pimpinan Hong Kong untuk menghentikan aksi kekerasan kepada para pendemo.[]

(Putra Abdul Fattah)

Berita terkait
Facebook Rekam Saat Polisi Hong Kong Tembak Pendemo
Aksi kekerasan yang dilakukan polisi Hong Kong terhadap seorang pendomo saat aksi unjuk rasa direkam Facebook
Ekonomi Hong Kong Alami Resesi Akibat Aksi Demo
Ekonomi Hong Kong mengalami resesi setelah aksi demonstransi menentang RUU Ekstradisi yang dilakukan pro demokrasi tak kunjung reda
Parlemen Hong Kong Akhirnya Cabut RUU Ekstradisi
RUU Ekstradisi yang menjadi biang merebaknya aksi demonstrasi telah dicabut oleh parlemen Hong Kong. RUU ini yang menyulut orang turun ke jalan.
0
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Teror Molotov di Sleman
Polisi sudah memeriksa 5 saksi untuk mengungkapkan teror molotov di wilayah Gamping, Sleman. Tim Labfor Semarang dilibatkan untuk ungkap kasus ini.