UNTUK INDONESIA
Berita Gas Air Mata Teraktual

Kelompok gas air mata merupakan gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan bisa menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernapasan. Efek akan timbul sekitar 30 detik setelah terkena. Gas air mata tidak mematikan tapi ada yang beracun. Gejalanya antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, dan nyeri dada. Zat ini bisa disimpan dalam bentuk semprotan maupun granat. Alat tersebut sering digunakan kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan. Bahan kimia yang sering dipakai antara lain gas CS, CN, CR, dan semprotan merica gas OC. Gas air mata pertama kali digunakan saat Perang Dunia I.

Fakta-fakta Gas Air Mata Senjata Pengusir Demonstran
Gas air mata yang telah ditembakan polisi tidak begitu saja hilang dampaknya. Sisa-sisanya masih tertinggal di lokasi tempat kejadian.
Foto: Penampakan Gas Air Mata Kedaluwarsa di Aksi Demo
Gas air mata dengan tanggal kedaluwarsa Mei 2016, menjadi viral di media sosila pasca demo mahasiswa yang terjadi di depan Gedung DPR RI.
Dampak Gas Air Mata Bagi Kesehatan Tubuh
Gas air mata merupakan gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata.
11 Mahasiswa Korban Selongsong Peluru Gas Air Mata
11 mahasiswa menjadi korban selongsong peluru gas air mata. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Mintohardjo Jakarta.
Pasukan Orange Bersih-bersih Usai Bawaslu Terbakar
Petugas membersihkan sisa-sisa gosong Bawaslu terbakar. Kebakaran sudah padam dan menyisakan tembok gosong serta kaca pecah.
Sejarah Gas Air Mata dalam Demonstrasi
Saat kericuhan dalam demonstrasi, aparat biasanya menyemprotkan gas air mata ke arah pendemo yang provokatif.
Foto: Sadis, Anak-anak Imgran Ditembaki Gas Air Mata
Para imigran itu disambut oleh gas air mata yang ditembakan oleh tentara dan polisi Amerika Serikat dan Meksiko.
Load more ...