UNTUK INDONESIA
Wejangan Habibie untuk Gubernur Sulsel
Sosok Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie nampak sulit dilupakan oleh Gubernur Sulsel.
BJ Habibie di pusara Ainun. (Foto: Istimewa)

Makassar - Sosok Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie nampak sulit dilupakan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Pasalnya, dibalik keberhasilan Nurdin abdullah menjadi orang nomor satu di Sulsel tak lepas dari campur tangan Bj Habibie.

Menurut Nurdin Abdullah, sebelum menjadi Gubernur Sulsel, ia sempat bercengkrama dan diskusi banyak dengan Bj Habibie. Pertemuan keduanya, saat sama-sama menghadiri sebagai bintang tamu disalah satu acara tv di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Saya ingat betul beliau (Bj Habibie), waktu acara di Mata Najwa, beliau sebelum masuk di acara itu, sudah banyak berdiskusi kepada saya, beliau menyampaikan bahwa amanah yang diberikan oleh rakyat jangan disia-siakan. Bekerja sungguh-sungguh, tentu hasilnya akan dinilai oleh rakyat," kata Nurdin Abdullah kepada Tagar, Rabu 11 September 2019 malam.

Pada saat itu, Nurdin Abdullah mengaku masih Bupati Bantaeng. Dia kebetulan di undang dan ketemu dengan BJ Habibie. Rasa bangga dan kagum pun tak henti-hentinya diutarakan kepada sosok Bj Habibie. Bahkan pada saat itu, Nurdin Abdullah nampaknya beruntung karena mendapatkan wejangan langsung dari bapak Demokrasi sekaligus bapak Teknologi itu.

Wejangan itu diberikan karena melihat Nurdin Abdullah juga merupakan pemerintah daerah yang cukup sukses di Indonesia. Bahkan Nurdin Abdullah tak pernah menyangka jika wejangan dari Bj Habibie ini akan menjadi kenyataan seperti saat sekarang ini menjadi Gubernur Sulsel.

"Pada saat acara Mata najwa, beliau sudah menyampaikan, kamu adalah salah satu pemimpin, yang cukup berhasil dan tidak menutup kemungkinan setelah selesai menjadi bupati, kamu akan di pilih jadi gubernur Sulsel. Dan alhamdulillah, jadi apa yg menjadi wejangan beliau, alhamdulillah terwujud," bebernya.

Menurut mantan bupati Bantaeng dua periode ini bahwa Bj Habibie merupakan sosok suami yang sangat mencintai istrinya, ibu Ainun. Bahkan, meski ibu Ainun telah lebih dulu berpulang atau meninggal dunia, Bj Habibie masih terus merasa dekat dengan ibu Ainun itu.

"Terakhir saya ketemu beliau, ia begitu cinta pada ibu Ainun. Di kuburan bu Ainun pada saat kami mengantarkan jenazah ibu Ani Yudhoyono, beliau begitu merasa dekat sekli dengan istri beliau," tambahnya.

Olehnya itu, Nurdin Abdullah mengaku tidak pernah meragukan sosok BJ Habibie. Dia adalah seorang teknologi, negarawan sehingga tidak salah menjadi panutan untuk seluruh warga Indonesia.

Beliau, sampai akhir hayatnya terus memikirkan keberlangsungan kejayaan Indonesia dan beliau dari semua sudut kita anggap teladan bagi seluruh rakyat indonesia

Bj Habibie merupakan putra kelahiran kota Pare-pare dan menjadi salah satu kebanggaan Sulawesi Selatan. Karenanya, untuk mengenang jasa-jasa bapak demokrasi itu, selain telah membangun patung Habibie dan Ainun di Kota Pare-pare, Nurdin Abdullah mengaku akan kembali memberikan nama Habibie dan Ainun terhadap rumah sakit yang sementara di bangun di Kota Parepare, Sulsel.

"Saya kira bukan cuma patung ya, sekarang lagi membangun rumah sakit di Parepare, nanti itu kita sebut rumah sakit Regional Ainun Habibie. Jadi dua duanya kena, Ibu Ainun dan pak Habibienya juga," tutup dia

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ini menghimbau kepada suluruh masyarakat Sulsel agar mengibarkan bendera setengah tiang atas meninggalnya Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Rabu 11 September 2019 petang. Hal tersebut merupakan wujud duka cita atas meninggal putra terbaik bangsa Indonesia. []

Baca juga:

Berita terkait
BJ Habibie Sempat Memulihkan Krisis Moneter
Presiden ke-3 RI BJ Habibie sempat memulihkan krisis moneter di Indonesia dengan menguatkan nilia tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
BJ Habibie Ingin Indonesia Menjadi Singa Dunia
Kepergian Presiden ke3 RI BJ Habibie diharapkan mampu melecut para pemimpin dan elite politik untuk membuat Indonesia lebih maju di mata dunia.
Bapak Reformasi Seharusnya BJ Habibie, Bukan Amien Rais
Presiden ke-3 RI BJ Habibie dinilai lebih layak mendapat julukan Bapak Reformasi ketimbang Amien Rais. Sebab, Habibie yang membuka kebebasan pers.
0
Pelajar Tewas di Danau Toba, Sekolah Abai Pengawasan?
Pihak sekolah membantah jika kematian Putri Margaretty Sinambela di Danau Toba akibat kurang pengawasan guru pendamping.