UNTUK INDONESIA
Perjalanan Hidup Bacharuddin Jusuf Habibie
BJ Habibie menghabiskan waktu 10 tahun untuk memperdalam studi di bidang teknik aviasi. Hasilnya, pada tahun 1965 ia menyelesaikan studi doktor.
Presiden ke-3 RI BJ Habibie saat berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (5/6/2019). (Foto : Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta - Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dikabarkan jatuh sakit dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) sejak Senin sore, 9 September 2019.

Sejumlah tokoh termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjenguk penemu teori keretakan pesawat tersebut untuk melihat dan memberikan semangat. BJ Habibie dikenal sebagai tokoh yang membuka gerbang reformasi dalam sistem pemerintahan Indonesia pascaorde baru tumbang.

Berikut Tagar rangkum perjalanan hidup BJ Habibie.

Latar Belakang dan Pendidikan

BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Ia merupakan anak ke-4 dari 8 bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowadjojo. Habibie tumbuh dari keluarga petani yang disiplin dan memiliki nuansa keagamaan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Habibie melanjutkan pendidikan ke SMA Kristen Dago, Bandung, Jawa Barat. Di sana ia bertemu perempuan yang menjadi istrinya kelak, Hasri Ainun Besari atau Ainun yang sama-sama bersekolah di tempat yang sama. Habibie kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) kampus Bandung (sekarang ITB). Di UI, Habibie mengambil jurusan teknik mesin dan lulus tahun 1956. 

Habibie kemudian melanjutkan sekolah magisternya (S2) di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen dengan mengambil studi teknik penerbangan. Di Jerman, Habibie menghabiskan waktu 10 tahun untuk memperdalam studinya di bidang teknik aviasi. Hasilnya, pada tahun 1965 ia mendapat gelar doktor dengan predikat summa cum laude. Selama di Jerman, Habibie terpaksa berpisah dengan Ainun dan hanya berhubungan melalui surat.

HabibieHabibie dan Ainun beberapa saat setelah melangsungkan pernikahan pada 1962. (Foto: jpnn.com)

Perjalanan Karier 

Selama di Jerman, Habibie menetap di Hamburg dan bekerja di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bölkow-Blohm yang memproduksi helikopter. Selama bekerja di sana, Habibie juga melakukan serangkaian riset mengenai pesawat. Sepanjang dekade 60-an ia melakukan penelitian mendalam hingga ia menemukan teori keretakan pesawat yang kemudian ia patenkan dan diterapkan dalam produk-produk pesawat hingga saat ini.

Atas karyanya tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan oleh berbagai institusi kedirgantaraan dari beberapa negara, seperti Jerman, Malaysia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, dan Swedia. Ia juga kemudian diangkat menjadi warga kehormatan Jerman. Meski ia menolak, namun Pemerintah Jerman memberikannya hak istimewa berupa bebas visa dan kebebasan izin tinggal.

Dengan prestasi tersebut Habibie kemudian digaet Presiden kedua Indonesia, Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Pada tahun 1973 Habibie kembali ke Indonesia dan sempat menempati sejumlah posisi strategis seperti Direktur Utama PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), Penasihat Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara, dan Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut.

Pada tahun 1978 Habibie kemudian diangkat Soeharto menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Jabatan tersebut ia pegang secara berturut-turut hingga tahun 1997. Selama masa jabatan sebagai menteri, Habibie menginisiasi pembuatan pesawat nasional oleh PT Dirgantara Indonesia dengan membuat pesawat untuk penerbangan perintis dengan nama N-250 Gatot Kaca. Pesawat tersebut kemudian dipertunjukkan pada tahun 1995.

HabibiePesawat buatan PT Dirgantara Indonesia atas arahan BJ Habibie di Bandara Husei Sastranegara, Bandung. (Foto: Wikipedia/Eka Viation)

Masa Pemerintahan Habibie

Pada tahun 1998, Habibie diminta Soeharto untuk mendampinginya sebagai Wakil Presiden periode 1998-2003. Namun, periode ke-6 pemerintahan Soeharto, Indonesia diterpa krisis moneter dan gelombang protes dari mahasiswa. Hal tersebut membuat Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Usai mengundurkan diri, Habibie kemudian langsung menggantikan Soeharto dan diambil sumpahnya di Istana Negara, Jakarta.

Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa pemerintahannya, Habibie banyak mengeluarkan beberapa kebijakan yang mengubah pandangan pemerintahan dan politik negara, seperti membebaskan tahanan politik, membebaskan pendirian partai politik, dan membatasi masa pemerintahan presiden hanya 2 periode.

Habibie juga mengeluarkan kebijakan kontroversial dengan membentuk Badan Penyelamat Perbankan Nasional (BPPN) dan memperbolehkan referendum di Timor Timur yang kemudian merdeka menjadi Timor Leste. Habibie kemudian berhenti menjabat pada 20 Oktober 1999 dan digantikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

BJ HabibieBJ Habibie dengan keluarga pada tahun 1998. (Foto: Wikipedia/Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia)

Pasca Menjabat Sebagai Presiden

Usai tidak lagi menjabat sebagai presiden, Habibie lebih banyak menghabiskan waktu di Jerman. Namun, ia kembali ke Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penasihat presiden. Selain itu, ia juga banyak berkontribusi dalam organisasi yang ia dirikan, Habibie Center.

Habibie kemudian kembali dipercaya Presiden Jokowi sebagai penasihat khususnya di bidang pembangunan sumber daya manusia. Habibie juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Regio Aviasi Industri, perusahaan pesawat yang memproduksi Pesawat R-80 yang dipimpin putranya, Ilham Habibie.

Ilham dan BJ HabibieIlham Habibie dan BJ Habibie. (Foto: Instagram/bj.habibie/ist)

Berita terkait
BJ Habibie Sosok di Balik Pengembalian Nama Makassar
BJ Habibie adalah sosok dibalik pengembalian nama Kota Ujung Pandang ke Makassar di masa masih memegang kekuasaan di RI.
Kondisi Kesehatan Terkini BJ Habibie
Kabar BJ Habibie mininggal adalah hoaks alias bohong, tidak benar. Orang dekat menjelaskan kondisi kesehatan terkini Presiden ketiga RI itu.
Kabar BJ Habibie Wafat Menyebar di WhatsApp-Facebook
Beredar kabar di WhatsApp dan Facebook warganet menyebarkan kabar duka, Presiden ke-3 Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie, tutup usia.
0
Tiga Kuliner Indonesia Favorit Orang Asing
Tiga masakan favorit tersebut adalah sate ayam, nasi goreng kampung, gado-gado, dan kerupuk udang.