UNTUK INDONESIA
Bapak Reformasi Seharusnya BJ Habibie, Bukan Amien Rais
Presiden ke-3 RI BJ Habibie dinilai lebih layak mendapat julukan Bapak Reformasi ketimbang Amien Rais. Sebab, Habibie yang membuka kebebasan pers.
Presiden BJ. Habibie sambil menaiki mobil melambaikan tangan kepada warga seusai mencanangkan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi di Desa Marga Marga Mulya, Kec. Mauk, Tangerang, Jawa Barat, Senin, 2 Agustus 1999. (Foto: Antara/ALI ANWAR)

Ruteng - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memandang BJ Habibie lebih pantas disebut sebagai "Bapak Reformasi", ketimbang tokoh lain seperti Amien Rais.

Sebab, sebagai presiden pertama pasca-reformasi, BJ Habibie memiliki kontribusi besar dengan mendirikan fondasi utama demokrasi baru Indonesia, demokrasi yang bermakna lebih hakiki.

"Banyak jasanya untuk membawa Indonesia menuju negara demokrasi seperti membuka keran kebebasan pers, membuka pintu munculnya banyak partai politik, menyiapkan regulasi pemilu demokratis pertama pascaorba," ujar Peneliti Formappi kepadi Tagar, Rabu malam, 11 September 2019.

Turut berduka atas meninggalnya Bapak Reformasi yang rendah hati, semoga amal dan baktinya diterima oleh yang Maha Kuasa.

Namun sangat disayangkan, kata Lucius, BJ Habibie tidak terlalu lama menjabat sebagai Presiden RI.

"Dia tak mampu melawan kekuatan politik yang tak menyukai caranya memimpin. Mungkin inilah yang menjelaskan kenapa demokrasi kita hingga saat ini tak memperlihatkan perkembangan yang memuaskan," ujar Lucius.

Lucius menambahkan, sebagai mantan RI-1, Habibie juga tidak maruk akan kekuasaan.

"Dia tak memanfaatkan kekuasaannya agar bisa memperpanjang jabatannya sebagai presiden, tetapi dengan rela memberikan proses regenerasi pada sistem yang dibangunnya," tuturnya.

Lucius menyatakan, BJ Habibie adalah pribadi yang rendah hati, sikap ini yang tidak banyak dimiliki figur pemimpin dalam negeri saat ini.

Maka itu, dia merasa sangat perlu mengungkapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB.

"Turut berduka atas meninggalnya Bapak Reformasi yang rendah hati, semoga amal dan baktinya diterima oleh yang Maha Kuasa," ujar Lucius. []

Berita terkait
Pesawat BJ Habibie Pernah Ditukar dengan Beras Ketan
BJ Habibie pernah menjual pesawat buatan anak bangsa ke Thailand. Namun dijual dengan barter beras ketan.
Tenda Panjang Berdiri di Rumah Duka BJ Habibie
Tenda beratap putih sepanjang 96 meter didirikan di depan rumah almarhum BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis dini hari.
Jembatan dan Taman BJ Habibie di Timor Leste
BJ Habibie mendapatkan tempat tersendiri di hati warga Timor Leste. Namanya dijadikan sebuah nama jembatan dan taman disana.
0
ESDM Sebut Eksplorasi Tambang di Jatim Masih Minim
Eksplorasi tambang di Jawa Timur masih minim baru sekitar 15-20 persen, padahal masih banyak potnsi yang bisa digarap.