UNTUK INDONESIA
Update Dampak Angin Kencang Mengamuk di Yogyakarta
Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah DIY, banyak pohon tumbang menimpa rumah dan bangunan. Sampai saat ini masih pendataan.
Warga melakukan evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan di daerah Sewon, Bantul, akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah tersebut, Minggu, 8 Desember 2019. (Foto: Info Cegatan Jogja/Basuki Bantul/Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur sejumlah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu, 8 Desember 2019. Kondisi paling terdampak di Kabupaten Sleman, banyak pohon tumbang menimpa sejumlah rumah serta menutup akses jalan.

Berikut laporan sementara kejadian dampak hujan dan angin kencang yang dihimpun dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Minggu 8 Desember pukul 16.55 WIB: Kota Yoyakarta tercatat 13 pohon tumbang, kubah masjid roboh, pagar roboh. Di Kabupaten Bantul empat pohon tumbang, satu rumah tertimpa pohon

Di Kabupaten Sleman, tercatat 50 pohon tumbang, rumah tertimpa pohon ada 32 rumah, masjid tertimpa pohon satu unit, kendaraan tertimpa pohon dua unit, atap rumah terhempas empat rumah serta tanah longsor di Ledok Gowok RT 15 RW 06, Kecamatan Depok. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul tercatat dua pohon tumbang, satu di antaranya menimpa atas masjid.

Berdasarkan data yang di peroleh dari BPBD Kabupaten Sleman, tercatat ada sembilan kecamatan yang terdampak, yakni Tempel, Prambanan, Kalasan, Depok, Minggir, Cangkringan, Seyegan, Berbah, dan Sleman. "Hingga pukul 16.00 WIB ada sembilan Kecamatan di Sleman yang terdampak," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan dalam keterangannya, Minggu 8 Desember 2019.

Dia mengatakan sampai saat ini masih melakukan pendataan wilayah mana saja yang terdampak. Data tersebut yang nantinya bisa memastikan dampak angin kencang dan kerugian apa saja yang diderita. Namun sebagian data tersebut sudah ada yang diselesaikan "Personel kami di BPBD siap untuk menangani dampak angin," katanya.

Hingga pukul 16.00 WIB ada sembilan Kecamatan di Sleman yang terdampak.

Berdasarkan data wilayah yang terdampak, Kecamatan Minggir, Sleman menjadi wilayah yang terdampak paling banyak. Sedikitnya ada sepuluh titik kerusakan. Sedangkan di Kecamatan Prambanan setidaknya ada sembilan titik dan Berbah ada enam titik.

Hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Tempel bahkan menyebabkan gangguan pada jaringan listrik di Jalan Tempel - Seyegan Plambongan, Banyurejo. Sementara di Kecamatan Prambanan mengakibatkan asbes dan genting beterbangan merusak masjid dan rumah-rumah warga. Selain itu jumlah pohon yang tumbang lalu menimpa rumah hingga melintang di jalan, ada total sembilan titik terdampak.

Di Kalasan satu pohon tumbang menimpa rumah warga. Sedangkan Kecamatan Depok ada dua kejadian pohon tumbang, kecamatan Minggir, sepuluh kejadian pohon tumbang. "Rata-rata pohon tumbang akibat hujan deras banyak menimpa rumah warga beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan," katanya.

Sedangkan di Kecamatan Cangkringan terdapat tiga kejadian di Desa Wukirsari dan Argomulyo. Kecamatan Sleman, terdapat tiga kejadian, untuk Kecamatan Seyegan hanya ada satu kejadian pohon tumbang menimpa rumah.

Angin kencang juga terdampak di Kecamatan Berbah yang mengakibatkan atap rumah warga dan memutuskan jaringan listrik di dua tumah. Setidaknya tercatat ratusan genting dan beberapa asbes terbang terbawa angin.

Untuk menghindari kemacetan lalu lintas jika pohon tumbang ke jalan pihaknya sudah melakukan pemotongan dahan-dahan pohon terus dilakukan. Namun, jika dibutuhkan penanganan khusus atau karena keterbatasan jumlah personel maka akan dilanjutkan besok.

Sementara itu, Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan Hujan lebat rata-rata terjadi di wilayah Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Gunungkidul bagian Utara dan Bantul bagian Utara. "Hujan lebat telah mengguyur DIY siang ini. Gunungkidul bagian utara yang mengawali hujan," kata Sigit kepada Tagar saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kecepatan pergerakan awan yang menghantarkan hujan siang ini 53 - 63 km perjam ke barat laut. Sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan data yang diperoleh, hujan lebat telah mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul meliputi Semin, Ponjong, Karangmojo, Nglipar, Wonosari, Playen), Bantul (Imogiri, Dlingo), dan dapat meluas ke wilayah Gunungkidul lainnya seperti Semanu, Paliyan, Gedangsari, Patuk, Ngawen. Kabupaten Bantul meliputi Jetis, Pleret, Sewon, Bantul, Bambang Lipuro, Pundong, Piyungan, Banguntapan. Hujan lebat juga mengguyur Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Update laporan sementara kejadian dampak hujan dan angin kencang TRC BPBD DIY, Minggu 8 Desember pukul 16.55 WIB.

Kota Yoyakarta : 13 pohon tumbang, Kubah masjid roboh, pagar roboh

Kabupaten Bantul : 4 pohon tumbang, 1 rumah tertimpa pohon

Kabupaten Sleman : 50 pohon tumbang, rumah tertimpa pohon : 32 rumah, masjid tertimpa pohon : satu unit, kendaraan tertimpa pohon dua unit, atap rumah terhempas empat rumah, tanah longsor di Ledok Gowok RT 15 RW 06, Depok, Sleman.

Gunungkidul: Dua pohon tumbang, menimpa masjid []

Baca Juga:

Info Cegatan Jogja/Basuki Bantul/Tagar/Ridwan Anshori

Berita terkait
Waspada Cuaca Ekstrem di Yogyakarta Sepekan ke Depan
BMKG Yogyakarta memprediksi di sebagian wilayah di DIY akan mengalami cuaca ekstrem yang berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Puluhan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Jogja
hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan Yogyakarta.
Kata BMKG, Yogyakarta Sudah Musim Hujan
DIY bagian utara sudah musim hujan. Waspadai potensi bencana, mengingat di DIY tercatat ada 30 kecamatan rawan longsor dan 53 kecamatan banjir.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China