Twitter Tutup Akun My Pillow Guy Pendukung Trump

Akun seorang pendukung terkenal Donald Trump, Mike Lindell, CEO produsen bantal My Pillow, telah ditutup secara permanen dari Twitter
CEO My Pillow, Mike Lindell (kanan), bersama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, 30 Maret 2020. (Foto: dok). Twitter menutup permanen akun Mike Lindell yang dikenal sebagai My Pillow Guy, Senin, 25 Januari 2021, malam (Foto: voaindonesia.com/AP).

Jakarta – Akun seorang pendukung terkenal Donald Trump, Mike Lindell, CEO produsen bantal My Pillow, yang mendukung klaim mantan presiden itu tentang penipuan pemilu, telah ditutup secara permanen dari Twitter.

Penutupan akun yang diumumkan raksasa media sosial itu pada Senin, 25 Januari 2021, malam, merupakan yang terbaru dari serangkaian pemblokiran dan penutupan akun para tokoh sayap kanan terkemuka dan para pendukung teori konspirasi.

Foto-foto yang diunggah Lindell di Twitter bulan ini menunjukkan, pengusaha berusia 59 tahun itu sedang membawa dokumen ke Gedung Putih yang menunjukkan bahwa Trump dapat mengumumkan keadaan darurat militer karena, menurut Lindell, ada kecurangan pemilu yang meluas.

akun trumpAkun @realDonaldTrump telah dibekukan secara permanen oleh Twitter, sejak Jumat, 8 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com)

Lindell, yang dikenal sebagai "My Pillow Guy", juga memiliki ambisi politik sendiri dan sedang mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Minnesota. Ini menurut surat kabar Politico.

Seorang juru bicara Twitter mengonfirmasi penutupan akun Lindell, dan mengatakan tindakan itu diambil setelah Lindell berulang kali melanggar Kebijakan Integritas Sipil yang diberlakukan media sosial itu.Tidak jelas cuitan Lindell apa yang menyebabkan penutupan permanen akun tersebut.

Kebijakan Integritas Sipil diberlakukan Twitter dalam upaya mencegah misinformasi dan disinformasi di platform itu, khususnya seputar pemilu.

Penutupan akun Lindell adalah yang terbaru dari serangkaian pemblokiran dan penutupan akun media sosial menyusul kerusuhan 6 Januari di Gedung Kongres AS, di mana para pengunjuk rasa sayap kanan bersenjata berusaha untuk membatalkan hasil pemilu November lalu.

fb trumpAkun Facebook pribadi Donald J. Trump (Foto: voaindonesia.com/Facebook).

Penutupan akun itu terjadi menyusul penutupan akun Twitter Trump pada 8 Januari 2021, bersama dengan puluhan ribu pengikut teori konspirasi yang dikenal sebagai QAnon, yang mengklaim, tanpa bukti yang kredibel, bahwa mantan presiden itu terlibat dalam pertempuran melawan kultus global pedofil pemuja Setan.

Anggota Kongres dari Partai Republik yang baru terpilih, Marjorie Taylor Greene, juga terkena pemblokiran Twitter selama 12 jam pekan lalu. Greene, pendukung Trump yang juga mempromosikan QAnon, sebelumnya mencuitkan klaim dugaan kecurangan pemilu di negara bagian asalnya, Georgia (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Pemblokiran Akun Twitter Presiden Donald Trump Langkah Tepat
CEO Twitter sebut pemblokiran akun Presiden Trump langkah tepat, namun tinggalkan preseden berbahaya
Nasib Akun Facebook Donald Trump Tergantung Dewan Pengawas
Facebook menyerahkan keputusan pemblokiran akun pribadi mantan Presiden Donald Trump ke dewan pengawas media sosial itu
Twitter Bekukan Akun Donald Trump Secara Permanen
Twitter bekukan akun Donald Trump secara permanen sejak 8 Januari 2021 karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut pasca penyerbuan Capitol
0
Jokowi Bicara Tantangan Nilai Pancasila di Era Globalisasi
Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah tantangan nilai-nilai Pancasila di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi yang tidak terbendung.